Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Berau
Senin, 8 Februari 2010
Mampu Olah 120 Ton TBS Tiap Jam


TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau pantut berbangga. Pasalnya, sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit atau pabrik crude palm oil (CPO) yang diklaim terbesar di Kaltim dibangun di Berau. Sabtu (6/2), pabrik CPO yang dibangun di Kecamatan Segah itu telah diresmikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Farid Wadjdy.

Pabrik milik PT Hujan Hijau Mas (HHM) yang merupakan perusahaan patungan dengan PT Karya Agung Nusantara, dan berada di bawah bendera Kuala Lumpur Kepong Berhad itu berkapasitas 120 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Pabrik Berau Palm Oil Mill milik PT HHM ini merupakan pabrik kedua yang dibangun di Berau. Pabrik pertama adalah milik PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation yang berada di Kecamatan Talisayan. Rencananya satu pabrik lagi dibangun di sekitar Kecamatan Tanjung Batu.

Selain membangun pabrik CPO, beberapa perusahaan yang tergabung dalam PT HHM KLK Grup juga telah merealisasikan pembangunan kebun inti dan kemitraan atau plasma. Hingga 31 Januari 2010, realisasi tanam kebun inti seluas 15.380 hektare (Ha) dari luas lahan 35.022 Ha. Sementara realisasi kebun kemitraan seluas 1.780 Ha dari luas areal 3.202 Ha.

Wagub Farid Wadjdy mengatakan, diresmikannya pabrik CPO milik PT HHM KLK Grup harus menjadi pemicu semangat dan kebanggaan bagi masyarakat Kaltim, khususnya masyarakat Berau.

“Karena dengan adanya investasi perkebunan seperti ini akan turut meningkatkan perekonomian dan pembangunan,” kata Farid.

Farid juga mengatakan, menggeliatnya investasi di sektor perkebunan akan semakin mempercepat realisasi program pemerintah provinsi yang ingin menjadikan Kaltim sebagai daerah agroindustri.

Selain itu lanjutnya, sektor perkebunan pun akan melepaskan ketergantungan Kaltim dari sektor migas (minyak bumi dan gas alam). Selama ini kata dia, pendapatan daerah regional bruto (PDRB) Kaltim 70 persen masih bergantung pada sektor migas.

“Jadi, kita harus mewujudkan Kaltim sebagai daerah agroindustri. Karena migas tidak bisa terlalu diharapkan lantaran migas merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui,” kata Farid.

Dia juga mengatakan, Berau merupakan salah satu daerah di Kaltim yang mempunyai potensi untuk perkebunan kelapa sawit. Bahkan kata Farid lagi, Berau bisa menjadi pusat produksi sawit atau CPO terbesar di Kaltim.

“Jika terwujud Berau sebagai produksi sawit dan CPO terbesar, maka masa depan cerah menanti masyarakat Berau,” tandas Farid.

Pada kesempatan itu Farid juga menegaskan kepada pihak perusahaan untuk lebih mengutamakan pekerja lokal atau masyarakat Berau. “Agar masyarakat Berau pun dapat meningkatkan kesejahteraannya,” imbuhnya.

Bupati Berau Makmur HAPK mengatakan, diresmikannya pabrik Berau Palm Oil Mill milik PT HHM KLK Grup, akan semakin memicu masyarakat Berau untuk meningkatkan, mengembangkan serta membudidayakan perkebunan kelapa sawitnya.

“Karena sekarang ini perkebunan kelapa sawit tidak hanya dilakukan oleh perusahaan besar. Tapi, juga dimiliki oleh petani memalui program plasma,” kata Makmur.

Disebutkannya, dari 28 izin perkebunan kelapa sawit yang mencakup luas lahan 132.295 Ha, realisasi tanam mencapai 40.810 Ha atau 30,85 persen. “Sedangkan untuk kebun kemitraan (plasma, Red), dari luas lahan 13.289 Ha yang dikelola 5.599 kepala keluarga telah terealisasi 4.587 Ha atau 34,52 persen,” beber Makmur.(end)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.