Newsflash :
SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Ekonomi
Senin, 8 Februari 2010
KEK Diserbu Puluhan Investor


JAKARTA- Minat investor untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) rupanya sangat tinggi. Buktinya, beberapa koridor KEK yang ditawarkan pemerintah langsung diserbu puluhan investor.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tahun ini pemerintah akan mengembangkan dua koridor KEK, yaitu di Sumatera Utara dan Riau. "Pengembangannya melibatkan BUMN dan swasta," ujarnya di Kantor Menko Perekonomian akhir pekan lalu.

Menurut Hatta, KEK di Sumatera Utara membutuhkan total investasi Rp 12,5 triliun, dengan PT Perkebunan Nasional (PTPN) III sebagai pengelola. Sedangkan pengembangan KEK di Riau diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp 20 triliun yang akan dikelola oleh swasta. "Untuk (KEK) di Merauke akan dimundurkan karena infrastrukturnya masih sangat tertinggal," katanya.

Pengembangan KEK atau klaster industri merupakan salah satu rencana aksi program 100 hari tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Rencananya, KEK yang akan dibangun merupakan klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical. Ini terkait dengan posisi Indonesia yang sejak 2006 menjadi negara penghasil crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. Tahun 2009, produksi CPO nasional mencapai 20,2 juta ton dan diprediksi pada 2020 akan mencapai 40 juta ton. Saat ini, sebagian besar CPO masih diekspor.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, maka pemerintah berniat mengembangkan industri hilir kelapa sawit (IHKS) dengan mendorong pengolahan lanjutan CPO agar memiliki nilai tambah tinggi serta memberikan multiplier effect. Pemerintah menargetkan, pada 2015, 50 persen CPO bisa diolah di dalam negeri.

Karena itu, dikembangkanlah klaster industri di daerah penghasil utama CPO di Sumatera Utara, yakni di Sei mangke dan sekitarnya. Adapun KEK di Riau akan dikembangkan di daerah Kuala Enok dan Dumai.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Khrisnamurti menambahkan, dalam pengembangan KEK, pemerintah akan menjadi inisiator dengan menyiapkan ketersediaan infrastruktur dasar seperti jalan dan pelabuhan. Selain itu, berbagai fasilitas fiskal dan non fiskal seperti bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penghasilan (PPh), juga siap diberikan pemerintah. "Ini sebagai undangan kepada investor," ujarnya.

Skema KEK, lanjut dia, terbukti diminati investor. Bahkan, sejak dicanangkan pemerintah, hingga saat ini sudah banyak sekali investor swasta yang berminat. "Untuk yang di Dumai inisiasinya dari Wimar International. Selain itu, masih banyak sekali yang menyatakan minat," katanya.

Sementara itu, untuk KEK di Merauke, terpaksa mundur karena keterbatasan infrastruktur. Menurut Bayu, saat ini pemerintah sudah menyiapkan lahan seluas 1,62 juta hektare. "Ini cocok untuk food estate," ucapnya.

Karena masih terbatasnya infrastruktur, kata Bayu, maka kebutuhan investasi pengembangan KEK di Merauke menjadi sangat besar. Untuk inisiasi investasi awal diperkirakan dibutuhkan dana Rp 2,5- 3 triliun. Sedangkan total investasi diperkirakan mencapai Rp 60 triliun. "Saat ini sudah ada 32 investor yang tertarik," ujarnya.

Bayu mengatakan, tidak hanya investor domestik yang tertarik mengembangkan KEK berbasis food estate di Merauke, tapi juga investor asing. Tercatat, dari 32 investor yang berminat, 7 diantaranya merupakan investor asing. "Ada yang dari Timur Tengah, Jepang, Brazil, dan China (Tiongkok, Red)," sebutnya. (owi/jpnn)



Buku Tamu

y_rachmadillah
5-8-2010 19:15:02

Semoga selalu Oc. Good bless.



abdul
20-7-2010 18:12:50

pt adani global melakukan pelanggaran kebun rakyat, tidak mau membayar tetapi melakukan pencurian buah labu. pemilik kebun rakyat tersebut yang tergabung dalam koperasi suka maju telah menuntut dengan claim 172 juta



Deny t.
14-7-2010 06:08:08

tolong info lowongan kerja di kota tarakan di tampilkan



erien
1-7-2010 13:54:11

Assalamu'alaikum....

Ijin gabung ney bwt radar Tarakan,,minta tolong info kerja diMalinau, dan minta tolong posting wilayah Malinau donk. Terima kasih sebelumnya

Wassalam

BR,

Erien



ardiyansyah
22-6-2010 07:55:33

tolong dong... info lowongan kerja ditarakan dimuat juga di website radar tarakan... biar radar tarakan terlihat lebih profesional.... tolong yah. buat radar tarakan tolong ditanggapi. terima kasih... maju terus radar tarakan,, n maju terus kota paguntaka.



maleakhi
20-6-2010 09:13:44

semoga yg terpilih menjadi bupati bulungan yg kinerjanya tlh di rsakn oleh masyarakat bulungan, lanjutkn!!



SATPOL PP KOTA TARAKAN
16-6-2010 10:46:09

Untuk saudara NItcH yang memberikan laporan melalui buku tamu website Radartarakan.co.id tanggal 14-6-2010 pukul 15:09:51, tentang ORANG GILA yang berkeliaran di sekitar THM dan Toko Makmur Kota Tarakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami tindak lanjuti.

Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.....

by ADMIN

SATPOL PP KOTA TARAKAN



nitch
14-6-2010 15:09:51

gimana cara mengatasi masalah orang gila yg berkeliaran di jalan??

belakangan ini, warga sekitar hotel makmur-THM diresahkan oleh orang gila. orang gila ini perna memukul orang, membawa sajam, (maaf) memperlihatkan kelaminnya sehingga membuat orang2 disekitar menjadi takut. pernah kami melaporkan ke satpol PP, tapi dijawab mereka menunggu dana karena tidak ada ruang/kamar RS yang bisa menampung orang gila tersebut.

gimana mo jadi new singapore klo org gila dibiarkan saja?? apa kata dunia??



henrry irawan
14-6-2010 14:56:06

Pemimpin yang baik harus bisa Bijaksana, bijaksini dan bijaksitu sehingga dapat terwujudkan masyarakat yang adil dan makmur....



AINI
10-6-2010 09:55:56

BUTUH INFO NIE TENTANG SYARAT MEMILIKI PERUMAHAN PNS YANG ADA DIDAERAH DIJUATA,SOALX KETINGGALAN BERITAX,YANG LENGKAP YACH,DAN UNTUK PEMERINTAH KOTA YANG UDAH MENGAMBIL ALIH,TOLONG NANTI DISOSIALISASI DI SEKOLAH2.THANKS



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.