Newsflash :
SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Ekonomi
Rabu, 10 Maret 2010
TDL Naik Domain Pemerintah


JAKARTA- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyerahkan sepenuhnya rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar rata-rata 15 persen kepada pemerintah. Sebab, naik atau tidaknya tarif listrik pada Juli nanti tidak berpengaruh banyak terhadap keuangan PLN.

"Itu domainnya pemerintah. PLN tinggal terima saja. Mau naik ya naik. Bagi PLN sama saja, tidak ada bedanya," ujar Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan disela Forum Pertemuan Kementerian BUMN dengan tema "Setting Ekonomi Politik dan Prospek BUMN" di Gedung Telkom kemarin. Oleh karena itu, dia mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan menaikkan TDL itu kepada pemerintah.

Menurut dia, keputusan pemerintah untuk menaikkan TDL, sebenarnya tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keuangan PLN. Kenaikan TDL dilakukan lebih karena supaya pemerintah bisa menekan subsidi listrik yang harus dikeluarkannya. "Kalau PLN kan, naik atau tidak naik (TDL) pemerintah tetap kasih subsidi," cetusnya.

Dia mengingatkan, menaikkan TDL merupakan wacana yang sangat sensitif. Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti dana subsidi listrik, isu prorakyat hingga menyangkut sisi politik. Dengan begitu dia menilai kebijakan itu belum bisa dipastikan. "Meski dinyatakan akan naik pada Juli, tapi belum tentu akan naik juga," tukasnya.

Namun seandainya TDL diputuskan naik, ia berharap tarif listrik untuk pelanggan 6.600 VA tidak lagi dinaikkan, karena kenaikannya sudah berlangsung. Saat ini, kata Dahlan, PLN lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan pelayanan publik dibandingkan memikirkan kenaikan TDL. "Yang penting itu menaikkan kualitas layanan publik. Pemerintah memikirkan TDL karena itu memang wewenangnya pemerintah," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan akan adanya kenaikan tarif dasar listrik pada bulan Juli. Hal itu merupakan konsekuensi dari minimnya anggaran subisidi listrik. Ani mengaku sudah menambah anggaran subsidi listrik sebesar Rp 16,70 triliun, yaitu dari Rp 37,80 triliun dalam APBN 2010 menjadi Rp 54,50 triliun dalam APBNP 2010. Total anggaran subsidi energi tahun ini mencapai Rp 143,79 triliun, naik Rp 37,26 triliun dari alokasi APBN 2010.

Sementara itu, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jacobus Purwono menyatakan rencana kenaikan tarif dasar listrik sebesar 15 persen merupakan kenaikan rata-rata berdasarkan golongan. "Kenaikan rata-ratanya 15 persen, jadi ada yang kecil, besar. Tergantung golongannya," kata dia.

Purwono mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah melakukan simulasi penerapan tarif baru itu. Sebab hal itu merupakan amanat dari Undang-Undang APBN 2010. Mengenai penambahan subsidi listrik tahun ini, Purwono menuturkan, itu merupakan kosekuensi dari molornya kenaikan tarif listrik yang seharusnya awal tahun. "PLN itu kan harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, tapi sebagai perseroan tidak boleh rugi," jelasnya. (wir/jpnn)



Buku Tamu

Putra
7-9-2010 22:22:35

Saya adalah mahasiswa slah satu Universitas d Surabaya, Setelah saya balik dari Srabaya selama 3 tahun. Ternyata tdk ada perubahan yg signifikan trhdap Tarakan, dilihat dari beberapa aspek yaitu: Bandara Juata dikatakan Internasional tp mengurus bagasi penumpang msih ada mslah sperti kerusakan dan khilangan brang trus bangunan yg blum memadai, seharusnya hal ini cpet dbngun gedung baru untk menarik byk penrbangan k Tarakan shingga ekonomi Trakan cpat naik.  untuk jalan menuju ke UB melawati Gunung Amal, yg saya sndiri melihat ini rawan kecelakaan, apa lagi UB ud menjadi Negeri yg berada di satu2x Kaltara dan karena gunungnya trlalu tinggi maka ada perlunya perbaikan jalan untuk mempermudah akses perkuliahan. Tolong kpada Pmerintah Tarakan melihat ini, krena ini demi kemjuan kita bersama dan untuk Kaltara, mohon maaf salah kata dari saya, kritik dan saran ini hanya untuk membangun kota Tarakan yg kita cintai ini.



anak tarakan
22-8-2010 18:30:27

yang terhormat, bapak bapak polisi di kota tarakan. mohon di tertibkan bagi para pengguna kendaraan roda dua yang menggunakan lampu kabut berwarna kuning, apakah itu sesuai dengan standarisasi untuk kendaraan roda dua..?

masih banyak ditemui pengguna jalan menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat..!!



y_rachmadillah
5-8-2010 19:15:02

Semoga selalu Oc. Good bless.



abdul
20-7-2010 18:12:50

pt adani global melakukan pelanggaran kebun rakyat, tidak mau membayar tetapi melakukan pencurian buah labu. pemilik kebun rakyat tersebut yang tergabung dalam koperasi suka maju telah menuntut dengan claim 172 juta



Deny t.
14-7-2010 06:08:08

tolong info lowongan kerja di kota tarakan di tampilkan



erien
1-7-2010 13:54:11

Assalamu'alaikum....

Ijin gabung ney bwt radar Tarakan,,minta tolong info kerja diMalinau, dan minta tolong posting wilayah Malinau donk. Terima kasih sebelumnya

Wassalam

BR,

Erien



ardiyansyah
22-6-2010 07:55:33

tolong dong... info lowongan kerja ditarakan dimuat juga di website radar tarakan... biar radar tarakan terlihat lebih profesional.... tolong yah. buat radar tarakan tolong ditanggapi. terima kasih... maju terus radar tarakan,, n maju terus kota paguntaka.



maleakhi
20-6-2010 09:13:44

semoga yg terpilih menjadi bupati bulungan yg kinerjanya tlh di rsakn oleh masyarakat bulungan, lanjutkn!!



SATPOL PP KOTA TARAKAN
16-6-2010 10:46:09

Untuk saudara NItcH yang memberikan laporan melalui buku tamu website Radartarakan.co.id tanggal 14-6-2010 pukul 15:09:51, tentang ORANG GILA yang berkeliaran di sekitar THM dan Toko Makmur Kota Tarakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami tindak lanjuti.

Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.....

by ADMIN

SATPOL PP KOTA TARAKAN



nitch
14-6-2010 15:09:51

gimana cara mengatasi masalah orang gila yg berkeliaran di jalan??

belakangan ini, warga sekitar hotel makmur-THM diresahkan oleh orang gila. orang gila ini perna memukul orang, membawa sajam, (maaf) memperlihatkan kelaminnya sehingga membuat orang2 disekitar menjadi takut. pernah kami melaporkan ke satpol PP, tapi dijawab mereka menunggu dana karena tidak ada ruang/kamar RS yang bisa menampung orang gila tersebut.

gimana mo jadi new singapore klo org gila dibiarkan saja?? apa kata dunia??



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


      Copyright @2010 Media Link
      Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
      Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.