|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Ekonomi
Kamis, 11 Maret 2010 Inggris Investasi PLTU di Jawa Timur JAKARTA - Internasional Power, perusahaan energi asal Inggris berniat melakukan investasi PLTU Paiton, di Jawa Timur, senilai USD 1,3 miliar. Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian, MS Hidayat, usai bertemu dengan Chief Executive UK Trade and Investment, Sir Andrew Cahn, kemarin. Hidayat mengatakan, proyek pembangkit listrik ini bekerjasama dengan Jepang. "Mereka akan joint venture, akan menjadi mayoritas dan Indonesia hanya mengambil porsi sebesar 5 persen equity (ekuitas modal kerja),” ungkap Hidayat. Dari proyek PLTU tersebut akan dihasilkan energi sebesar 850 MW. Saat ini pembangunan fisik sudah mulai berjalan. Hidayat menambahkan, pembiayaan proyek tersebut menggunakan dana konsorsium dari 8 bank Internasional. Kedelapan bank komersial tersebut yaitu Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Mizuho, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, BNP Paribas, ING, Credit Agricole, HSBC, dan Sumitomo Trust. Pinjaman JBIC dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang dengan jangka waktu 17 tahun. Andrew Cahn menambahkan, Inggris memang akan menambah investasi di Indonesia. "Kami mengundang banyak investor, sekarang sudah pasti untuk PLTU," tegasnya. Sebelumnya, Chief Executive of International Power Philip Chox dalam situs International Power Plc mengatakan, selain International Power yang memiliki saham 40,5 persen, pemilik saham Paiton Energy lainnya yaitu Mitsui & Co. Ltd 40,5 persen, Tokyo Electric Power Company Inc" 14 persen, dan PT Batu Hitam Perkasa (BHP) 5 persen. Total investasi sebesar USD 1,519 miliar, dengan komposisi 80 persen dari pinjaman dan sisanya berasal ekuitas. Sebesar USD 123 juta dari ekuitas itu berasal dari Internasional Power sebagai salah satu pemegang saham di Paiton Energy. Rencananya, PLTU ini akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2012 dengan penyerapan tenaga kerja selama masa kontruksi sebanyak 1.300 orang. Listrik yang dihasilkan PLTU ini akan dijual ke PT PLN (Persero) seharga 4,319 sen per Kwh dengan masa kontrak 30 tahun. Saat ini, Paiton Energy sudah membangun dan mengoperasikan PLTU di Kompleks Paiton berkapasitas 2x615 MW sejak 1999. Selain di PLTU, Hidayat mengatakan Inggris sangat berminat untuk investasi di sektor alutsista, namun pemerintah tidak mengizinkan karena masuk dalam daftar negative investasi (DNI). "Tapi kalau mereka" mau di teknologi informasinya, di sistem telekomunikasi, saya sarankan kerjasama dengan BUMN," saran Hidayat.(gen/jpnn) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||