|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Bulungan Malinau Nunukan Berau Kaltim Kriminal Nasional Ekonomi Internasional Hiburan Olah Raga Kaltara Tana Tidung Politik Metro-Interaktif |
Berita Ekonomi
Kamis, 2 September 2010 Inflasi Agustus Melandai JAKARTA - Bayang-bayang ancaman lonjakan inflasi sepanjang Ramadan ternyata tidak menjadi kenyataan. Meski inflasi Agustus masih relatif tinggi, namun lebih landai dibandingkan inflasi Juli yang melonjak hingga 1,57 persen. Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Subagio Dwijosumono mengatakan, inflasi sepanjang Agustus tercatat sebesar 0,76 persen. Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2010 mencapai 4,82 persen dan laju inflasi year on year (Agustus 2010 terhadap Agustus 2009) sudah menyentuh 6,44 persen. “Meski memasuki bulan Puasa, inflasi Agustus malah sedikit turun dibandingkan Juli,” ujarnya di Kantor BPS kemarin (1/9). Data BPS menunjukkan, dari 66 kota di Indonesia, 57 kota mengalami inflasi, sedangkan 9 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 3,75 persen dan terendah terjadi di Mataram 0,05 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar 0,75 persen dan terendah di Sibolga 0,02 persen. Menurut Subagio, cukup tingginya inflasi Agustus didorong kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,39 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,11 persen; bahan makanan 0,09 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,86 persen; kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,06 persen; dan kelompok kesehatan 0,01 persen. “Sedangkan kelompok sandang yang pada Juli lalu turun 0,09 persen, pada Agustus naik tipis 0,01 persen,” katanya. Subagio menyebutkan, inflasi tertinggi yang terjadi pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar didorong oleh naiknya TDL pada Juli yang tagihannya dibayar pada Agustus. “Khusus untuk listrik, sumbangan inflasinya mencapai 0,35 persen. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi awal 0,22 persen,” terangnya. Secara keseluruhan, lanjut Subagio, inflasi 2010 relatif tinggi. Karena itu, pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) perlu bekerja keras untuk mengejar target inflasi dalam APBN-P 2010 sebesar 5,3 persen. “Untuk mencapai itu, harus ada deflasi di beberapa bulan ke depan,” ujarnya. Jika melihat record inflasi tahun-tahun sebelumnya, kata dia, indeks harga biasanya akan makin melandai usai Lebaran. Bahkan, jika penurunan harga cukup tajam, maka September bisa terjadi deflasi. “Kalau pun masih inflasi, maka akan sangat rendah,” katanya. Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyoroti kenaikan inflasi akibat kenaikan TDL yang mencapai 0,35 persen atau di atas proyeksi. “Mungkin ini karena faktor implementasi yang tidak langsung. Nanti kita akan evaluasi lagi lebih dalam,” ujarnya. Ekonom Citibank Johanna Chua menilai inflasi Agustus yang sebesar 0,76 persen (month-on-month) dan 6,44 persen (year-on-year) masih di bawah ekspektasi pasar. “Ekspektasinya, year-on-year 6,7 persen dan month-on-month 1,0 persen,” katanya. Meski di bawah ekspektasi pasar, namun Johanna menilai inflasi hingga akhir tahun bisa menembus level 6 persen, sebagaimana perkiraan Bank Indonesia (BI). Karena itu, potensi tingginya inflasi ini akan menjadi salah satu pertimbangan utama saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Jumat nanti. “Kebijakan BI kemungkinan akan lebih hawkish (cenderung mendorong suku bunga, red),” terangnya. (owi/fat)
Komentar Anda mengenai berita "Inflasi Agustus Melandai"
|
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||