|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Internasional
Senin, 8 Februari 2010 Serang Obama, Dikecam Partai NASHVILLE - Pemilihan Presiden (pilpres) Amerika Serikat yang dimenangi Barack Obama sudah hampir satu setengah tahun berlalu. Tapi, Sarah Palin rupanya belum bisa melupakan kekalahannya. Saat tampil di Konvensi Pesta Teh Nasional di Gaylord Opryland Resort, Nashville, kemarin WIB, mantan pasangan calon presiden Partai Republik John McCain itu dengan bersemangat menyerang kepemimpinan Obama. “Pemerintahan yang sekarang sungguh boros dan lambat,” kata mantan gubernur Negara Bagian Alaska itu di hadapan sekitar seribu audiens, seperti dikutip Associated Press. “Soal stimulus ekonomi, misalnya, apakah Anda merasa terstimulasi atas stimulus (sebesar) USD 787 miliar (sekitar Rp 7.378 triliun)," ujarnya. Di mata mantan ratu kecantikan itu, kebijakan presiden dari Partai Demokrat itu banyak yang ketinggalan zaman. Karenanya, dia berkoar kalau waktu kekuasaan mantan senator Illinos tersebut tak akan lama lagi. “Amerika harus siap untuk revolusi lainnya,” ujar wanita cantik itu dalam pidatonya yang berdurasi 45 menit, tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan revolusi lainnya tersebut. Praktis hanya keputusan pengiriman pasukan tambahan ke Afghanistan yang dipuji Palin sebagai kebijakan yang tepat. Sedangkan upaya diplomasi ke Korea Utara dengan keras dikritiknya. ?Kita harus mengurangi waktu (berhubungan) dengan musuh dan lebih banyak (menghabiskan) waktu bekerja sama dengan sekutu," ucap perempuan yang kini menjadi komentator politik di salah satu stasiun televisi tersebut. Wakil Presiden Joe Biden pun tak luput dari celaan Palin. Mantan calon wakil presiden Partai Republik itu menilai janji Biden untuk menjaga nilai tukar dolar tak menunjukkan hasil. Kekalahan Demokrat dalam pemilihan gubernur di New Jersey dan Virginia juga menjadi amunisi bagi Palin untuk menyerang. Termasuk pula kekalahan Demokrat di pemilihan senator Massachusetts. “Ketika Anda kalah 0-3, sebaiknya Anda berhenti mengajar dan mulai mendengar," ungkap Palin. Namun, serangan bersemangat Palin kepada pemerintahan Obama itu malah dikecam partainya sendiri, Partai Republik. Partai beraliran kanan itu menganggap apa yang dilakukan Palin tersebut tak lebih dari aktivitas pribadi, bukan mewakili suara partai. Sebab, Palin lebih banyak membicarakan tentang dirinya dan hanya sedikit menyinggung Partai Republik. Republik juga menilai Palin semata berusaha membangun citra dirinya sebagai selebriti politik yang haus akan publisitas. Bukannya membangun citra sebagai kandidat politik yang fokus terhadap kebijakan. Pesta Teh Nasional juga dinilai banyak pihak lebih bersifat komersil. Karena, untuk menyaksikan Palin berpidato saja, yang berminat harus membayar tiket sebesar USD 549 (sekitar Rp 5,1 juta). Palin sendiri diperkirakan menerima bayaran sebesar USD 100.000 (Rp 937,5 juta) untuk penampilan ekslusifnya tersebut. Namun, Palin langsung menyanggah kabar tersebut. “Ini bukan tentang uang. Saya akan hidup dan mati untuk rakyat Amerika. Apapun saya lakukan untuk menolong mereka. Gerakan ini (Pesta Teh Nasional) adalah masa depan politik di Amerika," katanya seperti dikutip LA Times. Konvensi teh di Nashville itu sejatinya merupakan sebuah perkumpulan anti kemapanan. Jaringan akar rumput yang dimotivasi oleh kemarahan atas dominasi Demokrat dan siapapun yang tak puas akan kebijakan Obama. (war/ttg/jpnn) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||