Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Internasional
Senin, 8 Februari 2010
Serang Obama, Dikecam Partai


NASHVILLE - Pemilihan Presiden (pilpres) Amerika Serikat yang dimenangi Barack Obama sudah hampir satu setengah tahun berlalu. Tapi, Sarah Palin rupanya belum bisa melupakan kekalahannya. Saat tampil di Konvensi Pesta Teh Nasional di Gaylord Opryland Resort, Nashville, kemarin WIB, mantan pasangan calon presiden Partai Republik John McCain itu dengan bersemangat menyerang kepemimpinan Obama.

“Pemerintahan yang sekarang sungguh boros dan lambat,” kata mantan gubernur Negara Bagian Alaska itu di hadapan sekitar seribu audiens, seperti dikutip Associated Press. “Soal stimulus ekonomi, misalnya, apakah Anda merasa terstimulasi atas stimulus (sebesar) USD 787 miliar (sekitar Rp 7.378 triliun)," ujarnya.

Di mata mantan ratu kecantikan itu, kebijakan presiden dari Partai Demokrat itu banyak yang ketinggalan zaman. Karenanya, dia berkoar kalau waktu kekuasaan mantan senator Illinos tersebut tak akan lama lagi.

“Amerika harus siap untuk revolusi lainnya,” ujar wanita cantik itu dalam pidatonya yang berdurasi 45 menit, tanpa menjelaskan apa yang dimaksud dengan revolusi lainnya tersebut.

Praktis hanya keputusan pengiriman pasukan tambahan ke Afghanistan yang dipuji Palin sebagai kebijakan yang tepat. Sedangkan upaya diplomasi ke Korea Utara dengan keras dikritiknya.

?Kita harus mengurangi waktu (berhubungan) dengan musuh dan lebih banyak (menghabiskan) waktu bekerja sama dengan sekutu," ucap perempuan yang kini menjadi komentator politik di salah satu stasiun televisi tersebut.

Wakil Presiden Joe Biden pun tak luput dari celaan Palin. Mantan calon wakil presiden Partai Republik itu menilai janji Biden untuk menjaga nilai tukar dolar tak menunjukkan hasil.

Kekalahan Demokrat dalam pemilihan gubernur di New Jersey dan Virginia juga menjadi amunisi bagi Palin untuk menyerang. Termasuk pula kekalahan Demokrat di pemilihan senator Massachusetts.

“Ketika Anda kalah 0-3, sebaiknya Anda berhenti mengajar dan mulai mendengar," ungkap Palin.

Namun, serangan bersemangat Palin kepada pemerintahan Obama itu malah dikecam partainya sendiri, Partai Republik. Partai beraliran kanan itu menganggap apa yang dilakukan Palin tersebut tak lebih dari aktivitas pribadi, bukan mewakili suara partai.

Sebab, Palin lebih banyak membicarakan tentang dirinya dan hanya sedikit menyinggung Partai Republik. Republik juga menilai Palin semata berusaha membangun citra dirinya sebagai selebriti politik yang haus akan publisitas. Bukannya membangun citra sebagai kandidat politik yang fokus terhadap kebijakan.

Pesta Teh Nasional juga dinilai banyak pihak lebih bersifat komersil. Karena, untuk menyaksikan Palin berpidato saja, yang berminat harus membayar tiket sebesar USD 549 (sekitar Rp 5,1 juta). Palin sendiri diperkirakan menerima bayaran sebesar USD 100.000 (Rp 937,5 juta) untuk penampilan ekslusifnya tersebut.

Namun, Palin langsung menyanggah kabar tersebut. “Ini bukan tentang uang. Saya akan hidup dan mati untuk rakyat Amerika. Apapun saya lakukan untuk menolong mereka. Gerakan ini (Pesta Teh Nasional) adalah masa depan politik di Amerika," katanya seperti dikutip LA Times.

Konvensi teh di Nashville itu sejatinya merupakan sebuah perkumpulan anti kemapanan. Jaringan akar rumput yang dimotivasi oleh kemarahan atas dominasi Demokrat dan siapapun yang tak puas akan kebijakan Obama. (war/ttg/jpnn)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.