Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Internasional
Senin, 8 Februari 2010
Ahmadinejad Berubah Sikap
Perintahkan Pengayaan Uranium di Iran Saja

TEHERAN - Belum genap sepekan menyepakati proposal PBB tentang pengayaan uranium, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berubah sikap. Kemarin (7/2), mantan wali kota Teheran itu memerintahkan pengayaan uranium di dalam negeri sampai kadar 20 persen. Padahal, Rabu (3/2) lalu, dia setuju melakukannya di Prancis dan Rusia.

Pemimpin 53 tahun tersebut menyalahkan negara-negara Barat terkait perubahan sikapnya. Menurut dia, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terlalu bertele-tele. “Saya sudah mengatakan, (Iran) memberi waktu dua sampai tiga bulan (kepada Barat). Jika mereka tidak sepakat juga, kami akan melakukannya sendiri,” tandas Ahmadinejad dalam pidato sambutannya di pameran teknologi laser Iran, seperti dilansir Agence France-Presse.

Saat ini pun, lanjut Ahmadinejad, Ketua Program Nuklir Dr Ali Akbar Salehi sudah mulai mengayakan uranium sampai kadar 20 persen. “Dr. Salehi mulai memproduksi uranium 20 persen dengan mesin-mesin sentrifugal Iran,” ujarnya sambil memandang sang pakar nuklir yang kemarin duduk diantara para undangan.

Kendati demikian, dia masih membuka lebar pintu negosiasi dengan AS dan empat negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang lain plus Jerman. Ahmadinejad juga mengimbau enam negara kuat itu mewujudkan proposal PBB tanpa syarat.

Jika itu terjadi, Iran pun akan dengan senang hati mengirimkan uranium berkadar rendah (LEU)--sekitar 3,5 persen--ke Prancis dan Rusia untuk dikayakan lebih lanjut, sampai kadar 20 persen. “Andai sekarang mereka tiba-tiba muncul dan menyatakan sanggup melakukan pengayaan uranium tanpa syarat, detik itu juga kami akan bekerja sama,” tandasnya seperti disiarkan langsung stasiun televisi pemerintah.

Sayangnya, imbuh presiden garis keras itu, negara-negara Barat justru mempersulit proses pengayaan uranium tersebut. Mereka sengaja mengulur waktu demi menjatuhkan sanksi tegas terhadap Iran. “Belum lama ini, kami sudah menyanggupi proposal pengayaan uranium PBB (untuk mengayakan uranium di Prancis dan Rusia), meski sebenarnya kami mampu mengayakan sendiri sampai kadar 20 persen. Tapi, mereka malah bermain-main,” tegas Ahmadinejad.

Sikap Teheran itu sudah diprediksi Menteri Pertahanan AS Robert Gates. Di sela rangkaian kunjungannya ke Ankara, Turki, akhir pekan lalu, dia mengatakan bahwa Iran dan DK PBB masih jauh dari kata sepakat. “Sepertinya, kami tidak akan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat. Jika memang Iran bersedia menerima proposal kami, mereka seharusnya menginformasikan sikap mereka ke IAEA (Badan Energi Atom Internasional),” katanya dalam jumpa pers.

Menurut politikus 66 tahun itu, tidak ada yang dilakukan Iran untuk meyakinkan masyarakat internasional terkait program nuklir mereka. Maka, Iran layak menerima sanksi lebih tegas dari PBB. Pernyataan Gates itu diamini Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle. “Kami masih berusaha menjangkau mereka. Tapi, sejauh ini, upaya kami sia-sia. Dan kami mulai berpikir untuk mengubah pendekatan kami,” tandas Westerwelle kepada Reuters. (hep/ttg)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.