|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Internasional
Senin, 8 Februari 2010 Ahmadinejad Berubah Sikap Perintahkan Pengayaan Uranium di Iran Saja TEHERAN - Belum genap sepekan menyepakati proposal PBB tentang pengayaan uranium, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berubah sikap. Kemarin (7/2), mantan wali kota Teheran itu memerintahkan pengayaan uranium di dalam negeri sampai kadar 20 persen. Padahal, Rabu (3/2) lalu, dia setuju melakukannya di Prancis dan Rusia. Pemimpin 53 tahun tersebut menyalahkan negara-negara Barat terkait perubahan sikapnya. Menurut dia, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terlalu bertele-tele. “Saya sudah mengatakan, (Iran) memberi waktu dua sampai tiga bulan (kepada Barat). Jika mereka tidak sepakat juga, kami akan melakukannya sendiri,” tandas Ahmadinejad dalam pidato sambutannya di pameran teknologi laser Iran, seperti dilansir Agence France-Presse. Saat ini pun, lanjut Ahmadinejad, Ketua Program Nuklir Dr Ali Akbar Salehi sudah mulai mengayakan uranium sampai kadar 20 persen. “Dr. Salehi mulai memproduksi uranium 20 persen dengan mesin-mesin sentrifugal Iran,” ujarnya sambil memandang sang pakar nuklir yang kemarin duduk diantara para undangan. Kendati demikian, dia masih membuka lebar pintu negosiasi dengan AS dan empat negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang lain plus Jerman. Ahmadinejad juga mengimbau enam negara kuat itu mewujudkan proposal PBB tanpa syarat. Jika itu terjadi, Iran pun akan dengan senang hati mengirimkan uranium berkadar rendah (LEU)--sekitar 3,5 persen--ke Prancis dan Rusia untuk dikayakan lebih lanjut, sampai kadar 20 persen. “Andai sekarang mereka tiba-tiba muncul dan menyatakan sanggup melakukan pengayaan uranium tanpa syarat, detik itu juga kami akan bekerja sama,” tandasnya seperti disiarkan langsung stasiun televisi pemerintah. Sayangnya, imbuh presiden garis keras itu, negara-negara Barat justru mempersulit proses pengayaan uranium tersebut. Mereka sengaja mengulur waktu demi menjatuhkan sanksi tegas terhadap Iran. “Belum lama ini, kami sudah menyanggupi proposal pengayaan uranium PBB (untuk mengayakan uranium di Prancis dan Rusia), meski sebenarnya kami mampu mengayakan sendiri sampai kadar 20 persen. Tapi, mereka malah bermain-main,” tegas Ahmadinejad. Sikap Teheran itu sudah diprediksi Menteri Pertahanan AS Robert Gates. Di sela rangkaian kunjungannya ke Ankara, Turki, akhir pekan lalu, dia mengatakan bahwa Iran dan DK PBB masih jauh dari kata sepakat. “Sepertinya, kami tidak akan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat. Jika memang Iran bersedia menerima proposal kami, mereka seharusnya menginformasikan sikap mereka ke IAEA (Badan Energi Atom Internasional),” katanya dalam jumpa pers. Menurut politikus 66 tahun itu, tidak ada yang dilakukan Iran untuk meyakinkan masyarakat internasional terkait program nuklir mereka. Maka, Iran layak menerima sanksi lebih tegas dari PBB. Pernyataan Gates itu diamini Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle. “Kami masih berusaha menjangkau mereka. Tapi, sejauh ini, upaya kami sia-sia. Dan kami mulai berpikir untuk mengubah pendekatan kami,” tandas Westerwelle kepada Reuters. (hep/ttg) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||