|
|
Kamis, 11 Maret 2010
Hasil Pemilu Iraq Belum Jelas
Proses Penghitungan Suara Baru 30 Persen
BAGHDAD - Pengumuman hasil awal pemilu parlemen Iraq Minggu (7/3) lalu ditunda. Seharusnya kemarin (10/3), tapi Komisi Tinggi Pemilu Independen (IHEC) mengaku proses penghitungan suara belum mencapai 30 persen sebagai syarat publikasi hasil terawal. "Berdasar informasi yang saya terima pagi ini (kemarin), saya optimistis hasil paling awal perolehan suara sudah bisa diumumkan besok (hari ini)," papar Ad Melkert, utusan khusus PBB untuk Iraq, seperti dilansir Reuters kemarin. Sayangnya, beberapa pejabat tinggi IHEC yang mendampingi Melkert dalam jumpa pers enggan mengonfirmasikan sinyalemen Melkert tersebut. Berarti, belum jelas benar kapan pengumuman hasil awal itu akan dilakukan. Awalnya, IHEC mengatakan bahwa kertas suara yang masuk sudah lebih dari 30 persen. Selasa (9/3) petang lalu, ke-30 persen suara itu telah dihitung. Namun, kemarin laporan tersebut dikoreksi. Lembaga yang dipimpin Wakil Ketua Parlemen Iraq Sheikh Khalid Al-Atyah itu hanya bisa berjanji segera melansir hasil awal begitu penghitungan suara mencapai 30 persen. Tapi, entah kapan persisnya. Klaim kubu incumbent Perdana Menteri Nuri al-Maliki, Aliansi Negara Hukum yang dipimpin politikus Syiah itu mendominasi perolehan suara. Selain di provinsi-provinsi bagian selatan yang mayoritas dihuni warga Syiah, kubu Maliki juga unggul di ibu kota Baghdad. Hasil tidak resmi tersebut diperoleh dari data media lokal dan identitas pemilih yang mencoblos. Hampir bisa dipastikan, para pemilih Syiah memberikan suara mereka pada Maliki. Sementara, pesaing terkuat Maliki, mantan PM Iyad Allawi meraup banyak dukungan di wilayah utara dan barat. Provinsi-provinsi Iraq di sektor utara dan barat itu didominasi kaum Sunni. Sebab, meskipun beraliran Syiah, Allawi banyak didukung kelompok masyarakat dan politisi Sunni. Terutama, mereka yang kecewa terhadap kepemimpinan Maliki. "Ini adalah proses yang jujur. Karena itu, pengumuman hasil paling awal pemilu parlemen lalu harus bisa diterima semua pihak," imbuh Melkert. Secara resmi, hasil akhir perolehan suara baru akan dilansir 18 Maret mendatang. Setelah itu, sebanyak 6.200 kandidat yang memperebutkan 325 kursi di Dewan Perwakilan Iraq boleh mengajukan keberatan.(hep/ttg)
|
|