Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Kriminal
Senin, 8 Februari 2010
Duel Maut, Satu Tewas


BALIKPAPAN - Pasar Pandansari, tepatnya PKL di lapak sayur geger. Di kawasan yang selalu ramai itu, terjadi pertumpahan darah duel maut, Minggu (7/2) dinihari kemarin sekitar pukul 02.00 Wita. Dalam duel maut itu, dua pria terkena tikam yang mengakibatkan satu korban tewas dan satunya lagi dilarikan ke RSU Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan karena menderita luka tikam pinggang.

Aktor utama duel maut tersebut adalah Supriyanto (24) warga Pandan Sari Dalam, Margasari Balikpapan Barat.  Supriyanto si tukang parkir tersebut duel melawan Ilham (24) dan Naso (23) keduanya warga Jl Dahor Dua, Kelurahan Baru Ilir. Para korban sehari-harinya adalah pedagang sayur di lapak kawasan pasar Pandan Sari. Ilham  tewas di tempat kejadian perkara (TKP) akibat dadanya tertembus pisau yang dihujamkan Supriyanto. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Naso juga terkena tikaman Supriyanto mengenai pingganya sehingga korban dilarikan ke RSKD Balikpapan.

Supriyanto kini meringkuk di tahanan Polsekta Balikpapan Barat setelah diamankan polisi beberapa saat sesudah kejadian.   Supriyanto mengaku, menikam Ilham dan Naso karena ingin membela pamannya Hasang (40).  Pengakuan tersangka kepada Post Metro, perisitiwa ini berawal ketika Ilham dan Naso  yang tengah minum minuman keras (miras) di  atas lapak dagangan mendatangi Hasang (40), paman Supriyanto yang kebetulan sedang melintas sekira  pukul 01.00 Wita dini hari.
 “Paman saya dimintai uang katanya untuk tambah-tambah beli minum namun ditolak,” kata tersangka Supriyanto di Mapolsekta Balikpapan  Barat.

Setelah pergi, Hasang yang pagi buta itu tengah menyiapkan jualannya memilih kembali ke pasar dan melintas lagi di hadapan Ilham dan Naso. Hasang pun kembali dicegat oleh Ilham dan teman-temannya. Takut terjadi apa-apa Hasang yang ketika itu dimintai rokok dan korek  langsung mengeluarkan dan memberikan kepada korban.

Nyatanya, apa yang diperbuat Hasang malah memancing emosi Ilham dan Naso. “Kedua korban dari keterangan saksi yang kami periksa saat itu malah mengatakan bahwa mereka merasa diolok-olok karena kembali lagi. Karena ketakutan paman tersangka (Hasang, red) memilih lari,” kata penyidik Polsekta Balikpapan Barat, kemarin.
Di sinilah  peristiwa berdarah itu berawal.  Hasang yang merasa takut saat itu juga langsung menceritakan apa yang dialaminya kepada Supriyanto. Mendengar cerita itu, Supriyanto langsung mendatangi ke lokasi kejadian dengan membawa badik.  “Saya bawa badik karena niat jaga diri waktu itu,” kata Supriyanto.

Anto, apaan tersangka Supriyanto mengaku tak mengenal Ilham dan Naso, dan dia  mencoba mencari keberadaan keduanya. Saat sampai di lokasi kejadian, Supriyanto tak mendapati Ilham dan teman-temannya. Nah, saat berkeliling mencari, dari kejauhan Ilham memanggil-manggil tersangka Supriyanto.

“Saya coba cari di tempat ngumpul yang diceritakan paman saya (Hasang,red) tapi ndak ketemu. Saya coba keliling, dari jauh saya diteriaki sama orang itu (korban,red). Langsung saya datangi,” terang tersangka yang mengaku tukang parkir ini.

Modal kenekatan, Anto mendekat. Ilham dan Naso yang berada tepat di hadapan sudah menunjukkan hawa permusuhan. “Niat saya waktu itu mau mendamaikan , tapi pada waktu itu malah saya dipukuli. Saya diam aja ndak melawan,” aku tersangka Supriyanto.

Menurut pengakuan tersangka lagi, pukulan pertama dilayangkan oleh Naso kebagian tangan dan wajahnya bahkan salah satu ada yang menggunakan balok. “Saya diam aja waktu itu, tapi saya terus dipukuli sampai akhirnya saya dikeroyok, ” timpal Supriyanto sambil menunjukkan tangannya yang luka memar.
Saat Naso memukul, Supriyanto yang sebelumnya membawa badik di balik pinggangnya langsung mengeluarkan badik itu dan menikam ke arah perut Naso. “Saya takut juga waktu. Saya keluarkan badik saya tusuk ke perut Naso sekenanya. Setelah saya tusuk dia (Naso,red)   lari, tinggal Ilham yang masih memukuli saya,” bebernya.

Naso dengan kondisi perut robek tertikam langsung kabur menjauhi serangan Anto. Ilham yang tak mau ikut tertusuk masih terus memukuli Anto. Namun, nyatanya Ilham bernasib serupa dengan Naso. Tusukan Anto yang membabi buta menembus beberapa bagian tubuhnya. Ilham pun tewas di tempat.   

“Saya tikam Ilham berkali-kali, kalau ditanya berapa jumlahnya saya sudah ngga ingat,” imbuh tersangka.  Anto selanjutnya menyerahkan diri ke kepolisian selang beberapa jam kemudian. “Saya lari bukan berniat kabur, tapi mau menyerahkan diri karena keluarga korban banyak. Jadi saya takut,” kata Supriyanto yang menyerahkan diri ke Mapolresta Balikpapan.
 jenazahn Ilham selanjutnya di bawa ke ruang mortuary (mayat) RSKD Balikpapan untuk dilakukan proses autopsi. Dari keterangan yang didapat di ruang mortuary tempat dilakukan autopsi,  Ilham tewas akibat luka mematikan di area dada yang menembus jantung.
Sementara itu, Naso korban luka tusuk masih  menjalani perawatan di ruang Flamboyan C bangsal 10 RSKD Balikpapan.”Keluarga saya kena tikam di bagian perut hingga pinggang kanan,” terang kerabat Naso saat ditemui harian ini, malam tadi.  Parawat yang bertugas di ruang Flamboyan C mengatakan, kondisi Naso masih lemah setelah korban menjalani operasi, siang kemarin. “Pasian (Naso, red) belum bisa diajak ngomong. Kondisinya masih lemah karena masih ada pengaruh bius setelah menjalani operasi. Tolong jangan diajak bicara dulu. Kalau mau nanya-nanya, sama keluarganya saja,” kata seorang perawat.

Kapolresta Balikpapan AKBP A Rafik didampingi Kapolsekta Balikpapan Barat AKP Rizal Muchtar membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut. “Tersangka sudah kami amankan untuk pemeriksaan. Saksi yang juga kami periksa sekitar lima orang,” katanya.
Rizal menambahkan, badik yang digunakan oleh tersangka masih dicari karena dibuang saat melarikan diri seusai menikam. “Tersangka akan dijerat pasal 338 KUHP junto pasal 351 KUHP dengan ancaman hingga 12 tahun penjara,” tandasnya.(bm-8ono/bm-9)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.