|
|
Rabu, 10 Maret 2010
Pengusaha Kambing Ditipu
SAMARINDA - Aksi penipuan kini makin marak di Kota Tepian, modusnya pun beragam. Seperti kasus penipuan yang dialami seorang peternak sekaligus pengusaha kambing bernama Djafar Alayidrus (40), warga Jl Rukun II, Samarinda Seberang. Uang belasan juta yang ada di tabungan di dua bank sekaligus, amblas digasak seorang penipu yang berpura-pura hendak membeli kambing milik Djafar, sabtu (6/3) siang lalu. Namun dengan satu pertimbangan yang tidak diketahui pasti, penipuan itu baru dilaporkan Djafar secera resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Poltabes Samarinda, Senin (8/3) siang kemarin. Untuk mengelabui Djafar, pelaku berdalih hendak mentransfer uang pembelian kambing melalui rekening bank. Agar Djafar tak curiga, pelaku meminta lelaki berperawakan tinggi besar itu mendatangi ATM bank tempatnya menabung untuk memeriksa apakah uang yang ditransfernya sudah masuk. Tanpa Djafar sadari, setelah sampai di depan mesin ATM pelaku justru membimbingnya untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening milik pelaku. Setelah uang di tabungan miliknya yang berada di dua bank sudah ludes, barulah Djafar sadar kalau dia sebenarnya telah ditipu. Di hadapan petugas yang menerima laporannya Djafar menuturkan, penipuan yang dialaminya berawal ketika ada seseorang menghubunginya melalui ponsel. Saat itu penelpon yang mengaku bernama Ucup mengaku hendak membeli dua ekor kambing dagangan Djafar. “Saat menelpon pertama kali dia (penelpon, Red) tidak banyak basa-basi. Dia langsung bilang hendak membeli kambing. Dia bahkan sempat bertanya-tanya mengenai harga, hingga akhirnya terjadi tawar menawar,” kata Djafar. Setelah negoisasi jual beli cocok, pelaku lantas minta antarkan kambing yang hendak dibelinya ke daerah Pulau Atas, Samarinda Ilir. “Setelah semua negoisasi sudah deal, dia minta nomor rekening tabungan saya. Katanya untuk transfer uang pembayaran dua kambing yang telah dibelinya,” ujar Djafar. Tidak beberapa lama berselang, pelaku kembali menghubungi Djafar dan mengatakan kalau uang pembayaran sudah ditranfser. Pelaku lalu meminta Djafar untuk mengecek ke ATM bank tempatnya menabung. “Begitu saya cek di ATM ternyata belum ada uang masuk. Kemudian saya telpon dia lagi. Tanpa saya sadari jadilah dia malah menuntut saya untuk memencet sejumlah tombol di mesin ATM, yang ternyata malah untuk mentransfer uang tabungan yang ada di dalam rekening tabungan saya,” ucap Djafar.(rin/kpnn)
|
|