|
|
Kamis, 11 Maret 2010
Gasak Emas 150 Gram dan Uang Rp 15 Juta
4 Garong Bertopeng Beraksi
SAMARINDA - Empat kawanan garong bertopeng menyatroni sebuah rumah di Jl Suwandi RT 23 Blok B No 75, Samarinda Ulu, Rabu (10/3) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Keempat perampok yang mempersenjatai diri dengan parang dan celurit itu, masuk ke rumah dengan cara mendobrak pintu depan rumah milik Rudi Susanto (38) menggunakan sebongkah batu besar. Selanjutnya keempat perampok langsung membangunkan Rudi yang sedang tertidur pulas bersama istri dan tiga anaknya. Sembari menodongkan parang, salah seorang perampok meminta Rudi untuk menunjukkan di mana tempat penyimpanan uang dan barang berharga lainnya. Perampok mengancam, jika Rudi berani berteriak atau menarik perhatian warga sekitar maka dia dan keluarganya akan dihabisi. Tanpa perlawanan berarti, setelah sebelumnya mengurung Rudi dan keluarganya di dalam sebuah kamar kawanan rampok itu berhasil menggasak 150 gram emas dan uang tunai Rp15 juta dari lemari pakaian. Sebelum warga lain datang dan memergoki aksi mereka, para perampok itu pun langsung kabur melalui pintu depan yang mereka rusak. Total kerugian yang dialami Rudi ditaksir mencapai Rp70 juta. Anehnya, saat kejadian tidak satu pun tetatngga di sekitar rumah Rudi yang mengetahui kejadian itu. Setelah sejumlah petugas kepolisian tiba, barulah tetangga Rudi yang lain berdatangan. Saat petugas tiba pertama kali tampak keadaan rumah yang masih acak-acakan. Sedangkan batu yang digunakan untuk mendobrak pintu masih ada di depan teras rumah. Keterangan yang dihimpun Sapos, perampokan yang dialami Rudi itu bermula ketika saat itu Rudi dan istrinya bernama Jumiah (34), terjaga dari tidurnya setelah mendengar suara gaduh dari depan rumah. Merasa penasaran Jumiah lantas bangun mencoba mencari tahu asal suara gaduh tersebut . Namun baru saja Jumiah membuka pintu kamar tidurnya, tiba-tiba dia sudah diadang seorang pelaku yang langsung menodongkan sebilah parang ke lehernya. Karena ketakutan Jumiah pun tidak berani berbuat apa-apa. Selanjutnya salah seorang perampok lain masuk ke kamar tidur dan kembali menodong Rudi yang saat itu juga hendak ke luar kamar. "Karena takut dan khawatir akan dilukai, apalagi mereka (empat perampok, Red) juga menodong anak dan istri saya. Maka saya pun tidak berani melawan atau mencoba berontak," ujar Rudi. Rudi, Jumiah dan ketiga anak mereka kemudian dikumpulkan menjadi satu di dalam sebuah kamar diawasi seorang perampok. Dengan leluasa tiga perampok lain mengobok-obok isi rumah, termasuk membongkar isi lemari di dalam kamar tidur. Saat mengacak -acak isi lemari itulah para perampok berhasil menemukan uang tunai Rp15 juta dan ratusan gram perhiasan emas di dalamnya. Sebelum pergi, perampok juga turut mengambil 20 kartu perdana isi ulang beserta sebuah laptop milik Rudi. Khawatir aksi mereka diketahui tetangga Rudi, keempat perampok itu kemudian melarikan diri. "Begitu tahu mereka sudah tidak ada lagi saya keluar dari rumah. Saya pun langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi," kata Rudi. Tidak berapa lama kemudian sejumlah petugas tiba di rumah Rudi. Guna keperluan penyelidikan selanjutnya, petugas lantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai Rudi keterangan untuk mengidentifikasi ciri perampok yang mendatangi kediamannya. Kapoltabes Samarrinda Kombes Pol M Arkan Hamzah, melalui Kasat Reskrim Kompol Rickson Situmorang SIK yang dikonfirmasi Sapos melalui telepon selularnya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan menghimpun informasi untuk melacak para perampok di rumah Rudi. "Sementara kami sedang mengembangkan penyelidikan. Pemilik rumah (Rudi, Red) dan keluarganya yang lain kami mintai keterangan, mudah-mudahan ada titik terang para pelaku," ujar Rickson singkat.(rin/kpnn)
|
|