|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Nasional
Jumat, 29 Januari 2010 Antonov Milik Manunggal Air Keluar Landasan Diduga Human Error dan Gangguan Rem WAMENA - Pesawat Antonov AN-26B dengan nomor lambung 4L-IFE milik maskapai penerbangan Manunggal Air keluar landasan pacu saat landing di Bandar Udara (Bandara) Wamena, Kamis (28/1). Pesawat yang pada bagian samping tertulis charter by Bulog ini tergelincir hingga 300 meter keluar ujung landasan pacu. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, di sekitar pesawat terpasang police line dengan menyiapkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan 1 unit kendaraan ambulans. Koordinator Manunggal Wamena, Eddy Hallatu saat diminta keterangannya mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya apa, karena nanti ada tim yang turun dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memeriksa,” ungkapnya. Mengenai waktu kejadian, Eddy mengungkapkan, berdasarkan informasi insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIT, dimana pesawat mengangkut beras bulog sebanyak 6 ton dengan 3 kru. “Tidak ada masalah pada pesawat, pesawat dalam keadaan layak terbang, dan kapasitas muatannya sudah sesuai yaitu 6 ton, dengan tiga orang kru yaitu pilot bernama Boris, co pilot Serghey dan engineering Niisalat, ketiga-tiganya selamat,” ujarnya. Mengenai rencana evakuasi, Eddy mengungkapkan, pihaknya belum bisa menentukan kapan dievakuasi, karena masih menunggu petunjuk dan informasi dari Sentani dan Jakarta. “Pesawat tergelincir sekitar 300 meter dari landasan pacu, tidak ada korban jiwa, pesawat mengalami kerusakan pada bagian sayap kanan dan ujung baling-baling patah,” ujarnya. Ditempat yang sama Kapolres Jayawijaya AKBP Drs M H Ritonga M.Si mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pilot dan co pilot, diduga insiden ini karena rem pesawat mengalami gangguan. “Pernyataan awal pilot dan co pilot, mereka bilang rem kurang baik, dan keterangan dari saksi seorang polisi yang melihat saat landing mengatakan, kalau pada saat landing pesawat dalam keadaan baik, akan tetapi tiba-tiba melewati ujung landasan, sehingga dugaan awal karena kerusakan rem,” imbuhnya. Sementara itu Kepala Bandara Wamena Ibrahim Siep saat dikonfirmasi mengungkapkan, dari keterangan yang diperoleh dari petugas tower, tidak menemukan adanya kesalahan, karena komunikasi antara pemandu tower dan pilot berjalan normal. “Komunikasi dan peralatan navigasi berjalan normal seperti biasa, begitupun cuaca dalam kondisi baik, tidak ada hujan, tidak ada angin, kemungkinan besar terjadi kerusakan atau kendala dalam pesawat atau human error, tetapi itu hanya dugaan sementara, untuk memastikannya kami tunggu dari KNKT,” tandasnya. (lmn/ary) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||