Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Nasional
Senin, 8 Februari 2010
Komplotan Gendam Sedot Rp 1,4 M
Ditabok lalu Dihadiahi Rolex Palsu

SURABAYA - Acok Ridwan alias Adnan Safrudin bin Karim, 44, sempat emosi saat dicecar pertanyaan wartawan di teras Mapolres Surabaya Selatan kemarin. “Ngapain kamu tanya-tanya pada saya,” tegur Acok. Dia adalah otak dari komplotan gendam. Setahun terakhir, tercatat ada dua puluh korban. Dengan kerugian mencapai Rp 1,4 miliar.

Acok ditangkap Rabu pekan lalu (3/2). Penangkapan itu adalah puncak berbagai informasi yang telah dihimpun polisi dari dua puluh korban. Saat ditangkap tersebut. Acok bersama Erik Estrada alias Awang David bin Anwar Yusuf, 27. Mereka berdua melintas di Jalan Margorejo, naik Toyota Avanza hitam B 1375 SFI.

Erik Estrada yang menjadi sopir waktu itu tahu jika dirinya dikuntit. Akibatnya, mereka berusaha kabur dengan menabrak terlebih dahulu mobil petugas Satreskrim Polres Surabaya Selatan. Dalam aksi itu, Erik juga sempat menabrak seorang pengendara motor.

Tidak lama, mobil yang dikemudikan Erik berhasil dipepet petugas. Mereka tidak melawan saat digeledah. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu bendel uang dolar AS pecahan USD 100. Jumlahnya USD 1.000. Selain itu, petugas juga menemukan enam arloji Rolex palsu.

Setelah diinterogasi, keduanya langsung dikeler di tempat kos di Jalan Dukuh Kupang Timur XVI/14. Di tempat itu, petugas menangkap Basri Said, 37, dan Abdul Muin alias David Ibrahim, 47. “Semuanya ini satu komplotan,” tegas Kapolres Surabaya Selatan AKBP Bahagia Dachi.

Komplotan itu punya pembagian tugas yang rapi saat beraksi. Erik dan Basri bergantian menjadi sopir. Sementara Acok dan Muin bergantian menjadi eksekutor. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Surabaya Selatan AKP Leonard Sinambela, korban utama bidikan komplotan Acok adalah perempuan. Setelah menemukan target, orang yang bertugas sebagai eksekutor langsung melakukan pendekatan.

Cuap-cuap pertama kali yang kerap ucapkan komplotan ini adalah curahan keluhan karena kehabisan perbekalan. Kepada korban, mereka mengaku pelancong dari negeri Jiran Malaysia. “Kebetulan logat bicara mereka Melayu,” tambah Leonard.

Sebelum berkomunikasi, Acok atau Muin terlebih dahulu menabok pundak korban. Cara itu dilakukan sambil menyapa. Menurut pengakuan Acok, tabokan itu adalah penyalur ilmu gendam yang mereka miliki. Setelah itu, pelaku mulai menambah intensitas komunikasi. Beberapa kali, komunikasi mengarah pada kong-kalikong bisnis. Bla-bla-bla, ujung-ujungnya pelaku meminta sejumlah uang kepada korban. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, pelaku memberikan sebuah arloji Rolex palsu.

“Selain ucapan terima kasih, arloji itu juga untuk mengikat komunikasi dengan korban,” jelas Leonard. Selama diajak berbicara, seluruh korban mengaku sadar. Bahkan saat pergi ke ATM untuk menarik uang, juga dalam kondisi sadar. “Tetapi nyatanya uangnya juga diberikan begitu saja,” ungkap Leonard.

Dari tangan keempat tersangka, petugas berhasil menyita 13 arloji Rolex palsu. Arloji itu mereka dapatkan dari Jakarta. Petugas kini sudah mengantongi nama penyuplai arloji abal-abal itu. Mereka adalah AC, warga Jakarta, dan BA, warga Malang. “Sekarang masih dalam proses pengejaran,” tambah Leonard. (wan/dos)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.