Newsflash :
SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Nasional
Selasa, 9 Maret 2010
Ada 2,7 Juta Lansia Telantar


JAKARTA - Angka harapan hidup lanjut usia (lansia) diprediksi terus naik beberapa tahun ke depan. Namun, jika pemerintah tidak mengiringi dengan peningkatan kesejahteraan, dikhawatirkan akan banyak lansia yang telantar.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), usia harapan hidup lansia pada 2000 adalah 64 tahun dengan tingkat populasi 14,4 juta (7,18 persen). Pada 2010, diperkirakan meningkat menjadi 67 tahun dengan tingkat populasi 23,9 juta (9,77 persen).

Sedangkan pada 2020 diperkirakan usia harapan hidup mencapai 71 tahun dengan tingkat populasi 28,8 juta (11,34 persen). Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Titus Kurniadi mengatakan, data Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) pada 2008 menyebut, jumlah usia 60-69 tahun mencapai 11,13 juta. Lalu usia 70-79 (5,80 juta) dan 80 tahun ke atas (1,96 juta). Dari jumlah itu, ada 2,7 juta lansia telantar dan berpotensi meningkat. “Mereka dikhawatirkan menimbulkan masalah jika tidak ditangani. Apalagi, saat pensiun banyak yang sudah tidak produktif sehingga menimbulkan masalah sosial,” terang Titus di gedung Senior Club Indonesia kemarin (8/3).

Selama ini, kata dia, intervensi yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) adalah pemberian tunjangan Rp 300.000 per bulan. Sayangnya, dana itu baru diberikan kepada 10.000 lansia. Padahal, jumlah usia telantar di Indonesia ada 2,7 juta orang.

Titus mengatakan, yang dibutuhkan lansia adalah pendidikan khusus. Sebab, setiap lansia saat pensiun menghadapi persoalan sama. Yaitu, membutuhkan aktivitas yang mampu menghidupinya hingga meninggal. “Mereka masih membutuhkan materi meski sudah tua,” kata Titus.

Karena itu, pendidikan yang paling penting adalah menjelang pensiun. Berdasar penelitian yang dilakukan, sekitar 70 persen lansia setelah pensiun ingin membuka usaha. Persoalannya, tak semua lansia tahu usaha apa yang harus dirintisnya. Sebab, selama puluhan tahun, mereka umumnya berkiprah sebagai pegawai. Untuk itu, pendidikan kewirausahaan perlu dirintis.

Di samping itu, Kemendiknas bisa membuka lembaga pendidikan setingkat universitas bagi lansia yang pensiun. Di beberapa negara, sebut Titus, sudah ada pendidikan bagi lansia yang disebut dengan third ages university. Pendidikan itu masuk nonformal dan tanpa gelar.

Umumnya, mereka diberi pendidikan tentang sejarah dan seni. Ada dua jenis pendidikan. Yaitu, pelatihan sebelum pensiun dan setelah pensiun. Titus mengharapkan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi membuat surat edaran untuk pelatihan lansia pra pensiun. Pemerintah juga diminta untuk membenahi 243 panti wreda yang sudah tidak layak.

Ketua Senior Club Indonesia Juni Gunawan mengatakan, untuk memberdayakan lansia, pihaknya memberi pelatihan. Misalnya, memasak. Setelah dilatih, mereka diterjunkan ke masyarakat untuk melatih memasak dengan sistem entrepreneurship. (kit/oki)

 



Buku Tamu

Putra
7-9-2010 22:22:35

Saya adalah mahasiswa slah satu Universitas d Surabaya, Setelah saya balik dari Srabaya selama 3 tahun. Ternyata tdk ada perubahan yg signifikan trhdap Tarakan, dilihat dari beberapa aspek yaitu: Bandara Juata dikatakan Internasional tp mengurus bagasi penumpang msih ada mslah sperti kerusakan dan khilangan brang trus bangunan yg blum memadai, seharusnya hal ini cpet dbngun gedung baru untk menarik byk penrbangan k Tarakan shingga ekonomi Trakan cpat naik.  untuk jalan menuju ke UB melawati Gunung Amal, yg saya sndiri melihat ini rawan kecelakaan, apa lagi UB ud menjadi Negeri yg berada di satu2x Kaltara dan karena gunungnya trlalu tinggi maka ada perlunya perbaikan jalan untuk mempermudah akses perkuliahan. Tolong kpada Pmerintah Tarakan melihat ini, krena ini demi kemjuan kita bersama dan untuk Kaltara, mohon maaf salah kata dari saya, kritik dan saran ini hanya untuk membangun kota Tarakan yg kita cintai ini.



anak tarakan
22-8-2010 18:30:27

yang terhormat, bapak bapak polisi di kota tarakan. mohon di tertibkan bagi para pengguna kendaraan roda dua yang menggunakan lampu kabut berwarna kuning, apakah itu sesuai dengan standarisasi untuk kendaraan roda dua..?

masih banyak ditemui pengguna jalan menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat..!!



y_rachmadillah
5-8-2010 19:15:02

Semoga selalu Oc. Good bless.



abdul
20-7-2010 18:12:50

pt adani global melakukan pelanggaran kebun rakyat, tidak mau membayar tetapi melakukan pencurian buah labu. pemilik kebun rakyat tersebut yang tergabung dalam koperasi suka maju telah menuntut dengan claim 172 juta



Deny t.
14-7-2010 06:08:08

tolong info lowongan kerja di kota tarakan di tampilkan



erien
1-7-2010 13:54:11

Assalamu'alaikum....

Ijin gabung ney bwt radar Tarakan,,minta tolong info kerja diMalinau, dan minta tolong posting wilayah Malinau donk. Terima kasih sebelumnya

Wassalam

BR,

Erien



ardiyansyah
22-6-2010 07:55:33

tolong dong... info lowongan kerja ditarakan dimuat juga di website radar tarakan... biar radar tarakan terlihat lebih profesional.... tolong yah. buat radar tarakan tolong ditanggapi. terima kasih... maju terus radar tarakan,, n maju terus kota paguntaka.



maleakhi
20-6-2010 09:13:44

semoga yg terpilih menjadi bupati bulungan yg kinerjanya tlh di rsakn oleh masyarakat bulungan, lanjutkn!!



SATPOL PP KOTA TARAKAN
16-6-2010 10:46:09

Untuk saudara NItcH yang memberikan laporan melalui buku tamu website Radartarakan.co.id tanggal 14-6-2010 pukul 15:09:51, tentang ORANG GILA yang berkeliaran di sekitar THM dan Toko Makmur Kota Tarakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami tindak lanjuti.

Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.....

by ADMIN

SATPOL PP KOTA TARAKAN



nitch
14-6-2010 15:09:51

gimana cara mengatasi masalah orang gila yg berkeliaran di jalan??

belakangan ini, warga sekitar hotel makmur-THM diresahkan oleh orang gila. orang gila ini perna memukul orang, membawa sajam, (maaf) memperlihatkan kelaminnya sehingga membuat orang2 disekitar menjadi takut. pernah kami melaporkan ke satpol PP, tapi dijawab mereka menunggu dana karena tidak ada ruang/kamar RS yang bisa menampung orang gila tersebut.

gimana mo jadi new singapore klo org gila dibiarkan saja?? apa kata dunia??



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


      Copyright @2010 Media Link
      Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
      Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.