|
|
Rabu, 10 Maret 2010
Terima Penghargaan Tertinggi Pemerintah Australia
Hari ini SBY Pidato di Parlemen
CANBERRA - Pemerintah Indonesia dan Australia menunjukkan hubungan yang kian erat. Kemarin (9/3), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima tanda kehormatan berupa medali Honorary Companion of the Order of Australia dari Gubernur Jenderal Australia Quentin Bryce. Medali penghargaan tertinggi dari pemerintah Australia itu diberikan kepada SBY atas jasanya dalam hubungan kedua Negara. Selain itu, juga perannya dalam meningkatkan demokrasi dan pembangunan di Indonesia. Dengan penghargaan itu, SBY berhak menggunakan sebutan “the honorary” di depan namanya. “Penghargaan ini atas kepedulian Anda dalam meningkatkan demokrasi dan reformasi ekonomi,” kata Quentin kepada SBY usai pengalungan medali penghargaan di Government House, Canberra. SBY juga dinilai berkomitmen dalam aksi pemberantasan terorisme dan menjaga hubungan antarumat. Pemerintah negara persemakmuran itu juga menilai SBY telah bekerja sama dengan pemerintah Australia menjaga stabilitas kawasan dan meningkatkan peran aktif Indonesia dalam isu-isu global melalui forum G-20. SBY disaksikan Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II saat menerima penghargaan dari Gubernur Jenderal. “Merupakan kehormatan bagi saya menerima penghargaan ini. Saya berharap bisa memperkuat hubungan kedua negara dan masyarakat di masa depan,” kata SBY. Penerimaan penghargaan dari pemerintah Australia tersebut menjadi pembuka agenda SBY dalam kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Negeri Kanguru itu. Sebelumnya, rombongan presiden bertolak dari Jakarta pada Senin (8/3) malam dan tiba di Bandara Defence Establishment Fairbairn, Canberra, Selasa (9/3) pagi waktu setempat. Kemarin, SBY juga sempat mengunjungi Australian War Memorial dan meletakkan karangan bunga di depan prasasti makam pahlawan yang gugur di Perang Dunia I itu. Selain Ibu Negara, ikut dalam kunjungan beberapa menteri KIB II, di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, Mendagri Gamawan Fauzi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendag Mari Elka Pangestu, dan Menkum HAM Patrialis Akbar. Kemudian Menhut Zulkifli Hasan, Menneg Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Mentan Suswono, dan Menpora Andi Mallarangeng. SBY juga mengajak beberapa Gubernur, yakni Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan Gubernu Papua Barnabas Suebu. Juru bicara presiden Dino Patti Djalal mengatakan, presiden akan melakuan pertemuan bilateral dengan pemerintah Australia untuk membahas beberapa isu. Di antaranya, terkait dengan peningkatan hubungan diplomatik, people smuggling, isu-isu kehutanan, dan bidang kerjasama pembangunan. Selain itu juga akan dibicarakan tentang adanya agreement counselor notifications. “Apabila ada orang Indonesia yang tertangkap di Australia, bagaimana pengaturan kekonsulerannya. Sekarang ini, masih mengalami beberapa hambatan,” terang Dino kepada wartawan di Hyatt Hotel Canberra. Dia mengatakan, akan ada kesepakatan yang ditandatangani kedua negara. Tadi malam, lanjut Dino, SBY juga bertemu dengan Perdana Menteri Kevin Rudd. Namun pertemuan tersebut pribadi dan tidak diagendakan sebelumnya. “Pertemuan pribadi untuk mempererat hubungan kedua pemimpin dua negara,” kata Dino. Hari ini, Presiden SBY dijadwalkan akan memberikan pidato di depan parlemen Australia. Hal itu merupakan sesuatu yang bersejarah. Sebab, Dino menjelaskan, baru ada lima pemimpin negara lain yang melakukan pidato dalam 109 tahun sejarah parlemen Australia. “Ini menunjukkan pertanda perhatian Australia begitu besar kepada Indonesia,” katanya. (fal)
|
|