|
|
Rabu, 10 Maret 2010
Agus Condro Minta Panda, Emir, Tjahjo Jujur
JAKARTA - Sidang perdana terdakwa kasus penerima cek perjalanan (travellers cheque) dalam rangka pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda Swaray Goeltom pada 2004 lalu, Dudhie Makmun Murod, terungkap sejumlah nama politisi PDI. Diantaranya Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo. Seperti diberitakan sebelumnya, Tjahjo Kumolo mengaku tidak tahu menahu soal cek perjalanan tersebut. Namun, pengakuan Tjahjo itu dimentahkan kembali oleh Agus Condro, pengungkap kasus yang mencatut nama Nunun Nurbaeti itu. “Aneh kalau Tjahjo bilang nggak tahu soal uang. Karena di PDI-P tidak ada sesuatu yang disembunyikan dari pimpinan. Pasti Dudhie ngomong ke Tjahjo atau Panda yang ngomong ke Tjahjo. Kurang logis kalau yang lain-lain terima, Tjahjo nggak terima,” ungkap Agus ketika dihubungi wartawan kemarin (9/3). Agus mengungkapkan, dirinya tidak tahu persis darimana uang berupa Travellers Cheque Bank Internasional Indonesia (TC BII) itu berasal. Mantan anggota DPR itu hanya menuturkan, kala itu, di ruang Emir Moeis uang tersebut dibagikan. “Saya tidak tahu darimana dananya itu, Cuma ada yang bilang dananya sudah cair. Asumsinya ya dari Miranda, tapi asumsi kan tidak bisa menjadi bukti,” katanya. Namun, kata Agus, dalam pertemuan anggota fraksi PDI-P komisi IX sebelum pemilihan Miranda sudah beredar rumor bahwa setelah pemilihan, Miranda akan memberi uang. Bahkan, lanjutnya, lewat pertemuan tersebut sempat terjadi tawar menawar jumlah uang yang akan diterima. “Kalau nggak salah ingat ada yang bilang begini, Miranda bersedia Rp 300 juta tapi kalau Rp 500 juta, dia juga tidak keberatan. Seingat saya itu yang ngomong Tjahjo,” tambahnya. Di samping Tjahjo, Agus juga mengungkapkan bahwa Panda sebagai penerima cek perjalanan dengan jumlah terbesar, adalah orang yang paling akrab dengan Miranda. “Dalam pertemuan itu, dia cium pipi kanan dan kiri. Padahal, lainnya hanya bersalaman saja,” katanya. Terkait sejumlah nama politisi PDI-P yang disebut dalam sidang dakwaan kemarin, Agus hanya menyoroti nama-nama seperti Emir Moeis, Tjahjo Kumolo dan Panda Nababan. Agus meyakini, jika KPK sudah menemukan bukti-bukti yang cukup, semua otak pelaku kasus dugaan suap itu akan terjerat. “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Panda, Emir dan Tjahjo selalu membantah, tapi nama mereka disebut dalam dakwaan. Makanya, jujurlah, untuk apa berbohong,” katanya. Sementara itu, KPK akan menindaklanjuti penyebutan nama-nama penerima cek perjalanan dalam rangka pemenangan pemilihan DGS BI Miranda Swaray Goeltom. Wakil Ketua KPK bidang pencegahan, M. Jasin mengungkapkan, pihaknya akan melihat perkembangan di persidangan, karena masih diperlukan bukti yang lebih kuat. Namun, tidak menutup kemungkinan pemanggilan Agus Condro maupun Panda. “Kita lihat saja tergantung pemeriksaan penyidik. Sementara surat dakwaan dalam sidang Dudhie, bisa jad bukti,” kata Jasin. (ken)
|
|