Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Olah Raga
Senin, 8 Februari 2010
SUSAH MENANG


LIVORNO - Juventus belum lepas dari krisis. Pergantian pelatih dari Ciro Ferrara ke Alberto Zaccheroni belum menghadirkan dampak siginifikan di tubuh tim berjuluk Nyonya Tua itu. Faktanya, mereka masih sulit merebut kemenangan.

Bertamu ke Stadion Armando Picchi, markas Livorno, Juve kembali hanya meraih seri. Mereka ditahan imbang tuan rumah 1-1 (1-1), kemarin dini hari (8/2). Hasil imbang kedua beruntun sejak ditangani Zaccheroni, 29 Januari lalu.

Sebelumnya, pada laga debut Zaccheroni, Juve ditahan seri Parma 1-1 di partai kandang (31/1). Dengan begitu, Juve gagal meraih kemenangan dalam lima laga beruntun di Serie A Liga Italia. Sinyal bahwa Juve belum keluar dari krisis.

Livorno yang pada pekan sebelumnya di Serie A Liga Italia sukses menahan seri AC Milan 1-1 di San Siro (31/1) tampil hebat. Bahkan, tuan rumah lebih dahulu memimpin laga dengan gol yang diciptakan Antonio Filippini pada menit ke-26.

Bianconeri (julukan lain Juve) menyamakan kedudukan pada menit ke-42 melalui tandukan Nicola Legrottaglie. Bek tengah berusia 33 tahun tersebut menjadi penyelamat Juve dari kekalahan. Padahal, dia dimainkan karena kebetulan Zaccheroni menurunkan tiga bek tengah.

Ya, berbeda dengan kebiasaan Juve sebelumnya, saat menghadapi Livorno, mereka turun dengan skema 3-4-1-2. Sebelumnya, pola 4-3-1-2 atau 4-4-2 diterapkan Ferrara. Skema tersebut memang menjadi ciri khas dari Zaccheroni kala melatih. Sayang, perubahan itu belum memberikan kemenangan bagi Juve.

“Saya tidak bahagia. Kami ingin kemenangan. Itu sangat memalukan dan kami telah bekerja keras, tapi hasilnya hanya seri,” ungkap Legrottaglile, kepada Sky Sport.

Salah satu alasan kegagalan Juve merebut kemenangan karena lini tengah yang kurang efektif. Diego dan Felipe Melo tidak mampu menjadi penguasa di lini tengah. Sudah begitu Melo malah dikartu merah akibat pelanggaran terhadap Marcus Diniz (82’).

“Tim saya banyak melakukan kesalahan di lini tengah, terutama saat kami berusaha membangun serangan dari lini belakang ke depan. Mereka belum mampu menjadi penghubung yang efektif bagi kedua lini,” bilang Zaccheroni, seperti dikutip AFP.

Kendati gagal menang, Zaccheroni masih yakin timnya besutannya bisa mengakhiri musim ini dengan finis di empat besar. “Segalanya baru bisa ditentukan pada hari-hari terakhir musim ini, bukan sebelumnya. Tim ini akan segera bangkit,” kata mantan pelatih AC Milan itu.

Di sisi lain, kubu Livorno semakin percaya diri. “Hasil ketika lawan Milan di San Siro dan kemudian performa tadi malam (kemarin dini hari, Red) menunjukkan kami memiliki kemampuan berkompetisi dengan klub besar,” koar Serse Cosmi, pelatih Livorno.

Hanya saja Cosmi sedikit menyesal lantaran tim asuhannya gagal memaksimalkan kondisi Juve yang bermain sepuluh pemain jelang laga bubar. “Kami kurang bisa memanfaatkan situasi. Tapi, kami sadar dengan batas kemampuan kami,” ujar Cosmi. (ham)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.