|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Olah Raga
Senin, 8 Februari 2010 SUSAH MENANG LIVORNO - Juventus belum lepas dari krisis. Pergantian pelatih dari Ciro Ferrara ke Alberto Zaccheroni belum menghadirkan dampak siginifikan di tubuh tim berjuluk Nyonya Tua itu. Faktanya, mereka masih sulit merebut kemenangan. Bertamu ke Stadion Armando Picchi, markas Livorno, Juve kembali hanya meraih seri. Mereka ditahan imbang tuan rumah 1-1 (1-1), kemarin dini hari (8/2). Hasil imbang kedua beruntun sejak ditangani Zaccheroni, 29 Januari lalu. Sebelumnya, pada laga debut Zaccheroni, Juve ditahan seri Parma 1-1 di partai kandang (31/1). Dengan begitu, Juve gagal meraih kemenangan dalam lima laga beruntun di Serie A Liga Italia. Sinyal bahwa Juve belum keluar dari krisis. Livorno yang pada pekan sebelumnya di Serie A Liga Italia sukses menahan seri AC Milan 1-1 di San Siro (31/1) tampil hebat. Bahkan, tuan rumah lebih dahulu memimpin laga dengan gol yang diciptakan Antonio Filippini pada menit ke-26. Bianconeri (julukan lain Juve) menyamakan kedudukan pada menit ke-42 melalui tandukan Nicola Legrottaglie. Bek tengah berusia 33 tahun tersebut menjadi penyelamat Juve dari kekalahan. Padahal, dia dimainkan karena kebetulan Zaccheroni menurunkan tiga bek tengah. Ya, berbeda dengan kebiasaan Juve sebelumnya, saat menghadapi Livorno, mereka turun dengan skema 3-4-1-2. Sebelumnya, pola 4-3-1-2 atau 4-4-2 diterapkan Ferrara. Skema tersebut memang menjadi ciri khas dari Zaccheroni kala melatih. Sayang, perubahan itu belum memberikan kemenangan bagi Juve. “Saya tidak bahagia. Kami ingin kemenangan. Itu sangat memalukan dan kami telah bekerja keras, tapi hasilnya hanya seri,” ungkap Legrottaglile, kepada Sky Sport. Salah satu alasan kegagalan Juve merebut kemenangan karena lini tengah yang kurang efektif. Diego dan Felipe Melo tidak mampu menjadi penguasa di lini tengah. Sudah begitu Melo malah dikartu merah akibat pelanggaran terhadap Marcus Diniz (82’). “Tim saya banyak melakukan kesalahan di lini tengah, terutama saat kami berusaha membangun serangan dari lini belakang ke depan. Mereka belum mampu menjadi penghubung yang efektif bagi kedua lini,” bilang Zaccheroni, seperti dikutip AFP. Kendati gagal menang, Zaccheroni masih yakin timnya besutannya bisa mengakhiri musim ini dengan finis di empat besar. “Segalanya baru bisa ditentukan pada hari-hari terakhir musim ini, bukan sebelumnya. Tim ini akan segera bangkit,” kata mantan pelatih AC Milan itu. Di sisi lain, kubu Livorno semakin percaya diri. “Hasil ketika lawan Milan di San Siro dan kemudian performa tadi malam (kemarin dini hari, Red) menunjukkan kami memiliki kemampuan berkompetisi dengan klub besar,” koar Serse Cosmi, pelatih Livorno. Hanya saja Cosmi sedikit menyesal lantaran tim asuhannya gagal memaksimalkan kondisi Juve yang bermain sepuluh pemain jelang laga bubar. “Kami kurang bisa memanfaatkan situasi. Tapi, kami sadar dengan batas kemampuan kami,” ujar Cosmi. (ham) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||