|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Olah Raga
Rabu, 10 Maret 2010 Iming-Iming Bonus Rp 3 M Per Pemain FLORENTINO Perez mungkin menjadi orang yang paling geregetan kepada Real Madrid saat ini. Sebagai presiden, dia sudah mengeluarkan dana lebih dari Rp 3 triliun untuk membangun imperium sepak bola yang tak terkalahkan. Kenyataannya, skuad galacticos berisi Cristiano Ronaldo, Kaka, Karim Benzema, dan Xabi Alonso itu belum setangguh yang dia harapkan. Di Liga Primera, mereka kesulitan menaklukkan Barcelona. Sedangkan di Liga Champions, mereka menghadapi kemungkinan tereliminasi oleh Lyon. Karena itu, Perez berencana memberi suntikan motivasi buat Ronaldo dkk. Berdasarkan kabar yang dilansir El Mundo Deportivo, presiden 63 tahun itu menyiapkan bonus sebesar GBP 225 ribu, atau sekitar Rp 3 miliar, untuk setiap pemain. Syaratnya, mereka mampu mengalahkan Lyon, dan lolos ke delapan besar. "Real Madrid sangat menyukai Liga Champions. Kecintaan kami pada turnamen ini melebihi kompetisi apa pun. Bagaimanapun, sepak bola Eropa adalah DNA dari klub ini," papar Perez, sebagaimana dikutip The Independent. Sebenarnya, pernyataan Perez tidak salah. Sejak dulu Real sangat akrab dengan turnamen antarklub Eropa. Mereka adalah kampiun pertama turnamen ini kala masih bernama European Cup pada musim 1955/1956. Hampir tiap dekade Los Blancos - sebutan Real - sukses merebut gelar. Namun, setelah meraih trofi terakhir pada 2002 silam, performa mereka di turnamen ini mengalami penurunan. Lima musim terakhir, mereka selalu terhenti di 16 besar. Menurut Perez, itu adalah kegagalan manajemen lama, yang dipimpin presiden Ramon Calderon. Secara khusus, Perez juga menyalahkan Calderon yang mengajukan bidding tuan rumah final 2010. Bagi publik Madrid, menjadi host partai puncak Liga Champions tentu menjadi kebanggaan. Tapi di sisi lain itu juga memberi beban dan tekanan tersendiri buat para pemain. Mereka tidak bisa membayangkan menonton dua tim lain bertarung memperebutkan trofi di kandang Real. Apa pun yang disesalkan Perez sekarang, timnya harus menghadapi Lyon di leg kedua. Meski skor sementara tidak menguntungkan Real, Perez tetap sesumbar Real membalikkan kedudukan. "Kami tidak perlu takut karena mimpi-mimpi kami akan menjadi kenyataan," ucap Perez kepada Marca. "Kondisi ekonomi, sosial, dan model pembinaan di klub kami sangat unik dan istimewa, dengan mengedepankan fair play di segala level. Kami tidak perlu membicarakannya," lanjut dia. "Klub ini sangat kuat karena didukung institusi yang stabil. Real Madrid akan selalu menjadi klub terbaik, paling ambisius, dan paling modern di dunia," tegasnya. (na/aww) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||