|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Olah Raga
Rabu, 10 Maret 2010 Masih Simpan Mimpi Memimpin Final Piala Dunia Si Bad Boy Massimo Busacca Comeback ke Pentas Eropa SIR Alex Ferguson mungkin tidak akan bisa melupakan pertemuannya dengan Massimo Busacca. Ferguson menganggap wasit asal Swiss tersebut merampas kemenangan timnya saat bertamu ke kandang Barcelona di first leg semifinal Liga Champions musim 2007/2008 silam. Saat itu, Busacca tidak menunjuk titik putih atas insiden yang sebenarnya sangat layak diganjar penalti. "Seluruh dunia, dan bahkan istri saya akan memberikan penalti buat United, seandainya dia wasitnya," ketus Ferguson kala itu, saking kesalnya. Apalagi, game itu berakhir imbang tanpa gol. United memang akhirnya lolos ke final, berkat kemenangan tipis 1-0 pada leg kedua di Old Trafford. Namun, kebencian Ferguson kepada Busacca tidak terhapus begitu saja. Tapi manajer asal Skotlandia itu sepertinya memang berjodoh dengan Busacca. Buktinya, mereka bertemu lagi di partai puncak Liga Champions edisi berikutnya, yakni di Roma tahun lalu. Pertemuan kali ini tidak bisa dibilang menguntungkan buat Ferguson. Dia memberikan kartu kuning kepada playmaker United Cristiano Ronaldo atas pelanggaran yang tidak jelas. United akhirnya menelan kekalahan 1-2, dan gagal merebut trofi untuk kedua kali beruntun. Eh, dosa apa Ferguson, musim ini dia kembali bereuni dengan wasit 41 tahun tersebut. Di partai yang cukup krusial pula. Yakni di second leg 16 besar melawan AC Milan dini hari nanti. Ferguson memang tidak mengeluarkan komentar apa pun atas pemilihan Busacca untuk laga ini. Namun, bagi Busacca sendiri, pertandingan nanti cukup berarti. Itu adalah laga comeback dia ke pentas Eropa, setelah dijatuhi sanksi tiga pertandingan akibat mengacungkan jari tengah ke arah penonton kala memimpin laga antara FC Baden and Young Boys Berne di Liga Swiss, September lalu. Momen menjelang laga comeback ini tidak disia-siakan oleh Busacca. Dia memanfaatkan besarnya sorotan kepada dirinya untuk menyatakan penyesalan. "Saya tidak punya alasan ataupun pembenaran untuk mengacungkan dua jari itu. Mungkin, itu menunjukkan bahwa saya hanya manusia biasa," tuturnya, sebagaimana dikutip The Sun. "Kemampuan saya memang sangat terbatas. Tapi saya yakin Tuhan selalu bersama saya," lanjut wasit yang selalu membuat tanda salib sebelum dan sesudah memimpin laga itu. Sebenarnya, itu bukan sekali-kalinya Busacca bikin masalah. Dia sudah lama lekat dengan kontroversi. Sampai-sampai, dia mendapat julukan bad boy, alias anak nakal dari komunitas sepak bola Eropa. Sepekan sebelum insiden jari tengah itu, Busacca sudah menghebohkan sepak bola Qatar lantaran (maaf) kencing di tengah lapangan ketika sedang memimpin laga antara Al-Gharafa versus Al-Khor. Meski aksinya sering memancing tanda tanya, harus diakui Busacca adalah wasit yang bagus. Minus insiden di semifinal Liga Champions 2008, dia jarang membuat kesalahan teknis. Karena itu, FIFA menobatkan dirinya sebagai wasit terbaik dunia 2009, dan, Pengadil final Piala UEFA 2007 itu juga terpilih sebagai salah satu wasit Piala Dunia 2010. Karena itu pula, Busacca tidak malu-malu mengungkapkan mimpi terbesarnya. Yakni, memimpin laga final Piala Dunia 2010. Saat ini, wasit untuk partai puncak itu belum ditentukan, dan dia sangat berharap bisa menyingkirkan kandidat-kandidat lain yang lebih kuat. Misalnya Roberto Rosetti atau Carlos Amarilla. "Ya, saya memang sangat ingin memimpin final Piala Dunia di Afrika Selatan. Timnas Swiss mungkin tidak bisa tampil di sana, sehingga saya ingin mewakili negara saya," ucap Busacca. (na) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||