|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Olah Raga
Kamis, 11 Maret 2010 Intip Kekuatan PSM SURABAYA - Laga Persela kontra PSM Makassar di Stadion Surajaya Lamongan kemarin (10/3) ternyata berarti penting bagi Persebaya. Tim asal Kota Pahlawan ini memanfaatkan laga tersebut untuk mengintip kekuatan PSM yang akan menjamu mereka di Makassar (14/3) mendatang. Oleh sebab itu, asisten pelatih Persebaya Ibnu Grahan turut menyaksikan jalannya pertandingan Persela kontra PSM tersebut. Tapi, Ibnu tak menyebutkan detil permainan PSM. Dia hanya menyatakan bahwa kekuatan tim berjuluk Pasukan Ramang itu tak bisa dijauhkan dengan kualitas para pemain asingnya. Di sisi lain, pelatih Rudy William Keeltjes menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui cara bermain PSM. Namun, Persebaya tetap memanfaatkan laga home Persela itu untuk memantapkan pemahaman akan kekuatan PSM. "Sebenarnya kami sudah tahu, tapi kami ingin lebih memantabkan taktik untuk melawan PSM nanti," ungkap Rudy. Secara umum, dia menjelaskan bahwa PSM bermain dengan determinasi tinggi. Kerja sama antar lini tim juara Liga Indonesia 1999/2000 itu ditunjang dengan komando para pemain asing berkualitas. "Gelandang mereka (Luis Alejandro Pena) cukup baik, tapi hanya bermain bola-bola pendek. Sementara, para pemain Korea mereka bermain sangat positif untuk tim," tutur Rudy. PSM sendiri memang memiliki tiga pemain asal Negeri Gingseng. Di antaranya, Joo Ki Hwan yang berposisi sebagai bek, Shin Hyun Joon berperan sebagai gelandang, serta Jung Hwan Park di barisan depan. Di sisi lain, Rudy terus menyiapkan amunisinya untuk memenuhi target mencuri poin di kandang PSM. Salah satunya dengan memakemkan duet penyerang Andy Oddang-Patricio "Pato" Morales dalam beberapa kali latihan game. Rudy mengaku tak menemui kesulitan berarti memadukan dua penyerang tersebut karena sama-sama kaya pengalaman. Tapi bukan berarti pasangan tersebut terbebas dari masalah. Oddang dan Pato disebutkannya memiliki karakteristik hampir sama. Yakni cenderung sebagai pencipta peluang, tidak sebagai goal getter. "Tapi John Tarkpor, atau pemain tengah lainnya seperti Jeon Byung-Euk, dan Lucky Wahyu bisa menjadi kartu troof kami," jelasnya. Selain mempersiapkan daya serang Persebaya, Rudy mengakui bahwa dirinya masih disibukkan dengan banyak hal yang menjadi masalah tim. Di antaranya, barisan belakang tim serta mental para kiper Persebaya yang dikatakannya masih labil. "Hari ini bermain bagus, belum tentu di pertandingan selanjutnya akan bermain bagus pula," kata pelatih kelahiran 1953 itu. Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan tingginya angka kebobolan Persebaya. Sejauh ini, gawang Persebaya telah bobol 36 kali dan mereka mencetak gol sebanyak 32 kali. Namun, Rudy tetap dihadapkan pada masa persiapan yang semakin sempit sebelum bertolak menuju Makassar. Tim berjuluk Green Force itu hanya menyisakan kesempatan latihan pagi dan sore ini saja. Selanjutnya, mereka dijadwalkan bertolak ke Makassar besok sore (12/3). (uan) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||