|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Olah Raga
Kamis, 11 Maret 2010 Tamsil: Finansial Hambat Pembentukan Kerangka Tim Sepak Bola Masih Tanda Tanya TARAKAN–Tiket sudah digenggam tim sepak bola U-21 Tarakan untuk tetap berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV/2010 di Bontang. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akhirnya memutuskan memberi kuota bagi cabang paling prestisius di jagad raya itu, berdasarkan hasil rapat, Sabtu pekan lalu. Tapi, sampai saat ini belum juga terlihat tanda-tanda dimulainya persiapan pembentukan kerangka tim. Padahal, pesta multi even empat tahunan insan olahraga Kaltim itu hanya tersisa kurang dari empat bulan lagi. Jika tidak ada aral melintang, dihelat 3-11 Juli). Hal itu justru berbanding terbalik saat persiapan menuju Porprov III/2006 Kutai Kartanegara. Tim U-21 Tarakan sudah melakukan sederet kegiatan termasuk rangkaian uji coba, setahun sebelum berlangsungnya Porprov. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Laskar Paguntaka Yunior – julukan tim U-21 Tarakan – membawa pulang perunggu untuk pertama kalinya sejak keikutsertaan di porprov. Nah, belum terlihatnya persiapan yang dilakukan tim U-21 Tarakan menimbulkan tanda tanya besar, mampukah sepak bola mengulang sukses seperti di porprov Kutai Kartanegara ?, atau hanya sekedar menjadi pelengkap tim saja ?. Padahal, reputasi sepak bola Tarakan sejak merebut perunggu di Kukar, langsung “naik daun”, bahkan dianggap sebagai barometer pembinaan sepan bola di utara Kaltim. Apakah sepak bola lebih baik mundur dan jatah atlet mereka diberikan ke cabor lain ?. Padahal, PSSI juga yang sebelumnya getol meminta kepada KONI untuk tetap diberangkatkan ke Porprov. Pertanyaan itu memang belum bisa terjawab. Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tarakan sendiri punya alasan lain mengapa sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda pembentukan kerangka tim. Lagi-lagi terkait finansial. Sekretaris PSSI, Tamsil Jamaluddin menuturkan, pihaknya pernah mengajukan proposal untuk persiapan pembentukan tim U-21 Tarakan. Proposal tersebut masuk sejak 6 bulan lalu ketika KONI meminta kepada cabor untuk memasukkan anggaran persiapan porprov. Namun, sampai sekarang jawaban dari KONI dianggap PSSI belum ada. Itu sebabnya PSSI juga belum bisa berbuat banyak. “Bagaimana kami mau melakukan persiapan kalau anggaran tidak ada. Cabang sepak bola ini bukan seperti cabang lain, butuh proses. Kalau hanya sekedar tampil kami bisa saja mempersiapkan tim. Tapi, kami juga mau ada target yang dibawa anak-anak, tidak hanya jadi pelengkap saja,” jelas Tamsil. “Kami sudah masukkan proposal untuk persiapan porprov sejak 6 bulan lalu, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban dari KONI. Persiapan itu kan butuh anggaran,” tambahnya. PSSI sebenarnya tidak mau cabang sepak bola batal tampil di porprov. Itu sebabnya berbagai berupaya terus dilakukan untuk mendapatkan solusi. Seperti dalam waktu dekat, pihaknya bersama manajemen tim akan bertatap muka dengan Ketua Umum, HM. Yusuf Lamansyah guna membicarakan permasalahan tersebut. Namun, jika memang tidak menemui solusi, besar kemungkinan PSSI tidak mengirim tim. Padahal, inilah kesempatan terakhir bagi pengurus PSSI saat ini untuk menutup kepengurusan dengan indah. Tentu, ini bakal menjadi suatu kepuasan tersendiri bila cabang sepak bola dapat tampil di porprov dan menyumbang prestasi bagi kontingen Tarakan. (raj)
|
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||