|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Politik
Rabu, 10 Maret 2010 Semakin Intensif Dekati PDIP Pembelotan Koalisi Dibahas Kongres Demokrat JAKARTA - Partai Demokrat, tampaknya, masih merasakan perihnya "dikhianati" kawan-kawan satu koalisi. Akibat pecahnya koalisi sebagaimana terjadi dalam Pansus Hak Angket Century lalu, partai tersebut akan mengevaluasi para sekutunya. Evaluasi terhadap koalisi itu dibicarakan dalam kongres Partai Demokrat Mei mendatang. "Memang banyak aspirasi. Namun, semua kembali kepada rekomendasi kongres nanti," kata Marzuki Alie, ketua DPR yang juga kader Partai Demokrat, di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (9/3). Menurut Marzuki, Demokrat harus realistis melihat kondisi koalisi pasca Hak Angket Kasus Century. Apa pun alasannya, sudah terlihat bahwa koalisi tidak kompak. Demokrat tentu tidak akan berdiam diri. "Perjanjian koalisi kan tidak ditepati," ujarnya. Terhadap wacana bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menjadi bagian dalam koalisi, Marzuki memilih sikap diplomatis. Menurut dia, sepanjang kondisi yang diinginkan demi tujuan bersama, Demokrat tentu bisa menerima. "Dengan PDIP? Semuanya mungkin, kalau untuk komitmen membangun, kami siap saja," tandasnya. Upaya membangun koalisi dengan PDIP tersebut tampak semakin nyata. Dua kali berturut-turut, Ketua DPP Partai Demokrat Syarif Hasan mendatangi gedung DPR. Saat ditanya apakah kedatangannya itu merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufik Kiemas, Syarif tidak membantah. "Yang paling penting komunikasi. Makin banyak orang menyatu dalam memikirkan bangsa ini kan semakin bagus," katanya saat melintas di Gedung Nusantara III, yang merupakan kantor pimpinan MPR, DPR, dan DPD. Menurut Syarif, komunikasi dengan PDIP terus dijalin. Tidak bisa dimungkiri, PDIP memiliki posisi strategis di lembaga legislatif. Komunikasi dengan PDIP, lanjutnya, untuk mengantisipasi sikap partai koalisi yang mungkin membelot. "Kami welcome (terbuka) saja. Kalau pacaran, kita pacaran terus. Kalau sudah oke, nanti tinggal memelihara saja," ungkap Syarif dengan mengumbar senyum. Apakah sekaligus untuk melobi Ketua Umum PDIP Megawati? Syarif membantah. Menurut dia, posisi Ketum bukan menjadi kewajibannya untuk melakukan komunikasi. "Kelas saya hanya Pak Taufik," jawab Syarif masih senyum-senyum sambil meninggalkan wartawan. (bay/tof/jpnn) |
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||