Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Tarakan
Senin, 8 Februari 2010
Klinik Narkoba, Tahap Awal Sedot Rp 500 Juata


Target Menjadi RSKO dan Jiwa

TARAKAN – Klinik narkoba di Tarakan sudah dibangun sebuah klinik narkoba yang dalam pengembangannya ke depan bakal dijadikan Rumah Sakit Ketergantungan Obat dan Jiwa (RSKO-Jiwa) pertama di wilayah utara Kaltim.

Wakil Wali Kota Tarakan Suhardjo Trianto mengatakan, pembangunan merupakan aplikasi dari upaya memerangi narkoba yang penyebarannya di Tarakan semakin parah khususnya di kalangan remaja atau generasi muda.

“Di klinik narkoba tersebut, akan ada perawatan dan pengobatan dan rehabilitasi bagi para pengguna narkoba juga konsultasi atau informasi bagi warga Tarakan yang membutuhkan pengetahuan lebih jauh soal narkoba. Harapannya, meminimalisir ruang gerak pengguna narkoba,” ujar Suhardjo yang juga ketua Badan Narkotika Kot (BNK) Tarakan.

Sayang, sampai saat ini klinik narkoba yang dibangun di Kelurahan Juata Laut tersebut belum dapat difungsikan lantaran sarana pendukung seperti jaringan air bersih belum ada. Bangunan ini telah rampung sekitar akhir tahun 2009 dan untuk tahap awal pembangunannya menggunakan dana APBD Tarakan sebesar sekitar Rp 500 hingga Rp 600 juta memanfaatkan pos anggaran yang tersedia di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan.

“Rencana segera difungsikan, sebab untuk personelnya kabarnya sudah ada. Tapi, masih menanti apakah yang akan mengelola BNK atau Dinkes, atau gabungan keduanya,” jelasnya.

Eksistensi klinik narkoba ini, saat menjadi panti rehabilitasi dan RSKO-Jiwa akan mengakomodir sebagian tersangka pengguna narkoba khususnya remaja. Lantaran, menurut Suhardjo, kasus narkoba tak bisa disamakan dengan kasus kejahatan lainnya yang selama ini muaranya adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Kalau, pelaku penyalahgunaan narkoba dicampurkan dengan pelaku kejahatan lainnya, bisa jadi malah dimanfaatkan untuk lebih menyebarluaskan narkoba di Lapas. Dan, napi yang awalnya tak kenal narkoba menjadi kenal bahkan menjadi pecandu seperti kejadian yang selama ini terjadi,” terang Suhardjo.

Sementara itu, Kepala Dinkes Tarakan dr H Khairul untuk pengoperasionalan klinik narkoba tersebut pihaknya masih berkoordinasi dengan Ketua BNK, namun dipastikan akan terealisasi dalam waktu dekat. Secara fisik, klinik narkoba tersebut berlantai satu, ada ruang rapat, konsultasi, ruangan terapi subtitusi methadone dan lainnya.

“Selain untuk konsultasi, klinik ini juga bakal melakukan terapi subtitusi dengan methadone. Dengan terapi ini, pengguna narkoba yang melalui media jarum suntik bisa beralih ke methadone,” tandasnya.

Untuk pengobatan sendiri, tahap awal memang dilakukan tapi tidak untuk rawat inap. Jadi, untuk perawatan masih dilakukan di rumah sakit yang representatif. Nah, saat berubah status menjadi panti rehabilitasi, prosedur rawat inap mulai dilaksanakan. Lantas kenapa diproyeksikan menjadi RSKO-Jiwa?

“Di Tarakan ini, belum ada rumah sakit jiwa. Yang ada hanya, penampungan penderita gangguan jiwa di RSUD Tarakan dan itu pun sudah penuh,” terang Khairul.

Kelengkapan lainnya yakni tenaga medis, kata Khairul secara umum sudah ada. Antara lain memanfaatkan sumberdaya manusia (SDM) konselor-konselor narkoba dan HIV yang sudah terlatih.(ndy)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.