Newsflash :
Dua SKPD Baru Segera Dibentuk. TARAKAN - Berawal dari keinginan untuk menciptakan manajemen pengelolaan keuangan dan aset daerah yang baik dan patuh aturan, Pemkot Tarakan kini berupaya menyusun satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru yang tugasnya khus <<>> Bayi Hydrocepalus Belum Diberangkatkan - SAFRINI MAHARANI, bayi penderita hydrocepalus, hingga berita ini diturunkan belum juga mendapat pertolongan medis dengan segera. Buyut bayi itu mengatakan, pihaknya masih menunggu hingga usia cicitnya itu genap set <<>> TARAKAN – Pihak Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Tarakan juga mendukung rencana penerapan saksi pidana bagi pemeluk agama Islam yang melakukan nikah di bawah tangan (nikah siri) maupun nikah dengan jangka waktu tertentu (kontrak/mut’ah) <<>> Anny Terpilih ke Amerika Serikat. Plt Pimprus Radar Tarakan, Indra dan Gunawan. TARAKAN - Anny Susilowati, pemimpin perusahaan (Pimprus) Radar Tarakan terpilih menjadi salah satu peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) ke Amerika Serikat ( <<>> Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan - Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur Kaltim <<>> SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Tarakan
Senin, 8 Februari 2010
Sekkot Curiga Dibekingi Oknum PNS
Maraknya PKL Berjualan di Jalan Protokol

TARAKAN – Sekretaris Kota Tarakan H Badrun memastikan, hari ini pemkot Tarakan akan menggelar rapat internal guna mengambil sikap terhadap semakin maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang dianggap membuat wajah kota menjadi semerawut.

“Ini memang fenomena yang tidak ada habisnya. Dalam teori perkotaan, yang namanya pedagang kaki lima; patah tumbuh hilang berganti. Ini adalah satu hal yang sangat dinamis. Seperti mati satu tumbuh seribu,” jelas Badrun kepada Radar Tarakan kemarin pagi di sela-sela penanaman bibit mangrove.

Ia mengatakan, untuk membahas persoalan ini, hari ini beberapa SKPD terkait seperti Satpol PP, kecamatan dan kelurahan diminta memaparkan data jumlah PKL di lokasi mereka.

“Yang jelas, ini adalah sebagai sebuah fenomena sosial. Namun ada hal yang perlu kita tolerir,” ungkapnya.

Toleransi yang dimaksudkannya itu, sebut Badrun, yakni jangan merusak wajah kota. Kemudian jangan sampai Tarakan yang bersih tampak kotor. “Silakan mencari usaha tapi tolong jaga wajah kota dan ketertiban kota,” sebutnya.

Tidak hanya itu, Badrun juga mengindikasikan, dengan semakin banyaknya pedagang buah yang berjualan di tempat yang mereka tentukan seenaknya, tidak menutup kemungkinan ada oknum yang membekingi.

“Kita juga akan mencari tahu apakah ada oknum pegawai, camat atau lurah yang ikut membekingi,” tegas Badrun.

Namun sayangnya Badrun tak menyampaikan sanksi yang akan diberikan jika oknum pegawai, camat atau lurah terbukti membekingi PKL. Sebab, lanjut dia, hingga saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data yang dikumpulkan dari berbagai SKPD yang ditugaskan. Di antaranya Satpol PP, kelurahan dan kecamatan.

“Kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil nanti berangkat dari data yang ada. Pertama kita akan lihat data, kemudian kita bedah anatomi sosialnya. Setelah itu akan ada data hasil verifikasi dan validasi. Dari situlah kita ambil keputusannya,” tegas Badrun.

Diakuinya, kebijakan demi kebijakan yang diambil pemkot dari waktu ke waktu tentu terus akan mengalami perubahan. “Kita juga akan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang pernah diambil yang berkaitan dengan pedagang kaki lima ini,” tambah Badrun.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Kantor Satpol PP Dison SH mengatakan, pendekatan persuasif yang dilakukan instansinya dengan teguran lisan dan tulisan ke sejumlah pedagang buah musiman yang mangkal di jalan-jalan protokol merupakan proses awal peringatan sebelum dilakukan penertiban dan tindakan tegas bahwa berjualan di sembarang tempat telah melanggar Perda 13/2002 tentang Ketertiban Umum.

Dikatakan Dison, kebanyakan dari pedagang belum memahami bahwa dalam kerangka otonomi, pemerintah daerah memiliki kewenangan mengatur kondisi daerah, termasuk PKL dengan regulasi. Pemasalahan izin, pengaturan, pengendalian dan pengawasan regulasinya berada ditangan pemerintah.

Sebagai aparatur pemerintah, Satpol PP menjalankan tugas yang tertuang dalam perda tentang ketertiban umum, perda mengenai PKL dan pengawasan jalan milik daerah. “Sekarang memang teguran lisan dan tertulis dan berulang-ulang. Kesannya memang masih tidak digubris, tapi yang jelas sudah diingatkan. Mereka berjualan tidak mengenal waktu. Kami saat ini masih menekankan persuasif. Nah bulan Februari (bulan ini), Satpol PP akan adakan penertiban,” kata Dison.

Dari penelusuran Satpol PP selama 2 hari, terdata 35 pedagang buah musiman dihari pertama dengan persentase 90 persen. kemarin (29/1), Satpol PP kembali melakukan penyisiran ulang pendataan yang diupayakan terhimpun hingga 100 persen. Diungkapkan Dison, saat teguran dilakukan kepada para pedagang buah, alasan klise tetap dilontarkan, yakni pemerintah belum memberikan penempatan lokasi sehingga pedagang masih berkeliaran.

“Alasan mereka, buah banyak, cepat busuk dan klasiknya lagi, pedagang yang awalnya mangkal di pasar buah kelurahan Karang Balik saja berjualan diluar lokasi, masa mereka nggak. Komitmen mereka, apabila ditempatkan oleh pemerintah, maka tidak akan berhamburan. Mereka jamin itu. Tapi kami tetap berikan pemahaman lokasi dijalan protokol, atau di keramaian kota itu bukan untuk tempat berjualan, sehingga nanti mudahkan kami untuk lakukan tindakan penertiban,” bebernya.

Disebutkan Kepala Satpol PP ini, jumlah pedagang buah musiman tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Jika tidak segera dilakukan penertiban, kebanyakan pedagang akan terus berjualan hingga Maret mendatang.

“Rencana penertiban intensif dikoordinasikan ke atasan. Intinya pedagang buah musiman ini diingatkan sebelum ditindak. Kalau atasan tentukan timing-nya dipercepat, kami selalu siap. Karena dampaknya kota jadi semrawut, padahal ikon kota Tarakan ini sebagai kota jasa. Jadi dari koordinasi ini pemkot harus segera tetapkan kebijakan buat pedagang. Kan menurut rencana Februari tim penilaian untuk adipura juga akan datang ke Tarakan,” tandasnya.(ddq)



Buku Tamu

tietien
8-3-2010 07:08:57

ass.

buat tim redaksi radar tarakan

 

lam kenal...

quw titin putri daerah kota tarakan tercinta

kebetulan lagi kuliah di Malang n sekarang lagi nyusun skripsi dengan tema "Pemanfaataan Lahan Pesisir Sesuai Daya Dukung Lingkungan Kota Tarakan"

ku butuh banget ni ka....berita2 ttg kerusakan lingkungan pesisir yang pernah dipublikasikan koran radar tarakan....buat data pendukung penelitian aq....

barusan quw coba akses di web radar ternyata yang ada smua berita2 terupdate....trus gak nemu masalah degradasi lingkungan pesisir...pasti ada berkas berita kerusakan lingkungan tahun2 sebelumnya....

bisa minta tolong gak kaka/mas/mba radar tarakan untuk kirimin ke email aq...berita2 kerusakan lingkungan pesisir kota Tarakan....

sangat butuhhhhh sekaliiii....

quw tunggu konfirmasi secepatx via email ato hp....

Nope quw...081334253800

Terima Kasih ^_^



hasdar
6-3-2010 19:35:05

semoga radar tarakan selalu mengapdate masalah pemekaran di sebatikWink



arin
6-3-2010 09:30:33

buat radar tarakan kalau beri informasi tolang yang benar dong ! yang demo di juata  ada 150 warga bukan 30 capek dech...!



nana
5-3-2010 10:04:42

admin tolong dong bgian X-pose nya D bkin bgus gy key.. thnk's,,, by:nana_cute



didik
2-3-2010 19:26:05

Radar tarakan jangan mempublikasikan berita asal saja, mungkin karena wartawannya dikasi uang lalu berita palsupun dimuat.

Supaya diketahui . bahwa pt.adani global mengeruk habis pulau bunyu, tidak perduli hutan maupun kebun yang cuma dibeli Rp. 1000/meter.

Areal pertambangan batu bara hanya berjarak beberapa meter dari pemukiman warga,

tak lama lagi bunyu akan tenggelam, pernyataan menhut itu sangat benar.

salam didik

 



budi
1-3-2010 22:00:59

buat radar.. tolong kalo posting berita jangan ada tang ditutupin.. khususnya ttg nunukan. thks



wisnu
1-3-2010 18:42:51

Tlng dong Radar Tarakan mengkritisi mutasi di jajaran Pemkot. Itu mutasi yg nggak masuk akal dan tidak mempertimbangkan profesionalisme. Alumni STPDN yg nota benenya disekolahkan negara dibidang pemerintahan, malah disuruh ngurusi administrasi. Sedangkan orng yang tidak ada basic pemerintahan di angkat jadi lurah. Parahanya lagi, ada PNS yang kerjaannya mabuk2 kan eh,,,malah diangkat jadi lurah.

Jadi apa dong gunanya anak-anak kita sekolahkan jika kemudian nanti pemerintah tidak menggunakan alasan profesionalisme dalam pekerjaan.



Arkas Viddy
1-3-2010 07:58:19

Mohon dimuat artikel Opini secara Online, biar kami yang berada di luar negeri juga bisa membaca artikel2 opini yang ada. Terima kasih atas dimuatnya artikel saya tentang Bailout Century....Bagaimana artikel saya tentang ACFTA (dua artikel)? Semoga cepat dimuat.

Salam



ryu grizly fark
26-2-2010 18:21:04

sekadar usul,gmna kalau koran radar tarakan juga menyediakan rubrik untuk sebatik.karna sebatik merupakan garda terdepan di tapal batas yang kurang mendapat eksploitasi media terutama oleh radar tarakan sendiri.itu akan menjadikan pembaca lebih mengetahui keadaan wilayah perbatasan sebatik.



kaisar
26-2-2010 07:39:49

Alhamdulilah IACS Indonesia Anti Corruption Soceity KOTA TARAKAN telah terbentuk semoga dengan terbentuknya IACS di kota ini bisa memberantas koropsi demi kepentingan rakyat semangat.....  kami selaku masyarakat senantiasa mendukungmu.



Index Hari Ini

Berita Sebelumnya


Copyright @2010 Media Link
Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.