Newsflash :
SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Tarakan
Selasa, 9 Maret 2010
Diimbau ke RS, Malah Berobat ke Dukun


TARAKAN – Dinas Kesehatan Kota Tarakan memberikan label daerah endemis demam berdarah dengue (DBD) kepada seluruh kelurahan yang ada di kota ini. Sebab, selama tiga tahun berturut-turut terdapat kasus DBD di 20 kelurahan se-Tarakan.

Kondisi ini berbeda dengan sebelum era 2004, ada beberapa kelurahan yang masuk kategori sporadis DBD. Yaitu kebalikan dari endemis, disebut sporadis karena kasus DBD tidak ditemukan selama tiga tahun berturut-turut.

“Selama 2010 hingga bulan kedua (Februari) terdapat 54 kasus DBD dan itu terjadi di semua kelurahan,” sebut Kepala Bidang Pengendalian Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Tarakan Hj Hartini kepada Radar Tarakan, Senin (8/3).

Bahkan masih berdasarkan data Dinkes per-8 Maret, selama bulan ketiga di 2010 ditemukan 6 kasus DBD.

“Dalam tiga bulan terakhir selama 2010 ini, Kelurahan Sebengkok tercatat terbanyak kasus DBD terjadi,” tandas Hartini.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kasus tersebut umumnya sudah ditangani oleh rumah sakit dan puskesmas, sedangkan korban meninggal dunia akibat DBD hingga saat ini tidak ada.  

Hartini mengungkapkan, munculnya kasus DBD di Tarakan disebabkan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengikuti arahan Dinkes sangat kurang. Budaya “3M” --- yang meliputi menguras bak penampungan air secara rutin, kemudian menutupnya rapat-rapat dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti vektor DBD, yang diserukan kepada masyarakat juga tidak mendapat respon baik, sehingga memberikan ruang perkembangbiakan nyamuk yang menularkan virus demam berdarah ke manusia jauh menjadi lebih besar.

“Pada saat diminta pengertian, mereka ogah-ogahan, nanti kalau sudah sakit baru kami disalahkan,” ungkapnya.

Hartini berharap, masyarakat mampu bekerja sama dengan pihaknya dalam rangka menekan angka perkembangbiakan nyamuk ini.

“Kami tekankan kepada masyarakat untuk melaksanakan 3M, paling tidak seminggu sekali, insya Allah kita bisa menekan angka akibat DBD ini,” tegas Hartini.

Dia menjelaskan, pengasapan atau fogging oleh sebagian masyarakat masih dianggap baik untuk membasmi Demam Berdarah (DBD). Padahal, kata Hartini, fogging hanya membunuh nyamuk dewasanya saja dan tidak membunuh jentik yang setiap hari akan menambah populasi nyamuk tersebut untuk menyebarkan virus.

Fogging bukan tidak baik, fogging akan maksimal kalau kita tepat menggunakannya. Misalnya, kalau ada kasus DBD, baru kita menggunakan fogging. Setelah itu harus dilanjutkan dengan program 3M. Kalau tidak sama saja bohong,” jelasnya.

Saat ini, kata Hartini, pihaknya juga tengah meningkatkan abatesasi (pemberian bubuk abate) di setiap rumah dan kegiatan ini sudah sepenuhnya berjalan dengan baik. Program pemberian abate ini dilakukan dengan cara mendatangi langsung rumah masyarakat melalui petugas-petugas terlatih dari Dinkes. “Abate ini gratis dan kami yang mendatangi mereka,” lanjutnya.

Menyoal banyaknya masyarakat yang tidak tepat waktu melaporkan kejadian DBD di lingkungannya, Hartini kembali menegaskan, kepada masyarakat agar langsung menanggapi hal tersebut dan langsung dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

“Kadang mereka terlambat dan akhirnya meninggal. Setelah itu yang disalahkan bidang kesehatan. Kami bahkan sering menghimbau, kalau anak-anak Anda panas selama 3 hari tidak turun langsung bawa ke rumah sakit. Yang terjadi, mereka berobat ke dukun atau kampung,” kata Hartini.

Dia menambahkan, selama ini pihaknya tidak pernah mendapatkan keluhan pelayanan dari masyarakat akibat kasus DBD. Malah, Dinkes akan terus meningkatkan proses pemberian informasi DBD kepada masyarakat, di antaranya mengirimkan surat pemberitahuan dan penyuluhan langsung kepada masyarakat. (*/tan)

 



Buku Tamu

Putra
7-9-2010 22:22:35

Saya adalah mahasiswa slah satu Universitas d Surabaya, Setelah saya balik dari Srabaya selama 3 tahun. Ternyata tdk ada perubahan yg signifikan trhdap Tarakan, dilihat dari beberapa aspek yaitu: Bandara Juata dikatakan Internasional tp mengurus bagasi penumpang msih ada mslah sperti kerusakan dan khilangan brang trus bangunan yg blum memadai, seharusnya hal ini cpet dbngun gedung baru untk menarik byk penrbangan k Tarakan shingga ekonomi Trakan cpat naik.  untuk jalan menuju ke UB melawati Gunung Amal, yg saya sndiri melihat ini rawan kecelakaan, apa lagi UB ud menjadi Negeri yg berada di satu2x Kaltara dan karena gunungnya trlalu tinggi maka ada perlunya perbaikan jalan untuk mempermudah akses perkuliahan. Tolong kpada Pmerintah Tarakan melihat ini, krena ini demi kemjuan kita bersama dan untuk Kaltara, mohon maaf salah kata dari saya, kritik dan saran ini hanya untuk membangun kota Tarakan yg kita cintai ini.



anak tarakan
22-8-2010 18:30:27

yang terhormat, bapak bapak polisi di kota tarakan. mohon di tertibkan bagi para pengguna kendaraan roda dua yang menggunakan lampu kabut berwarna kuning, apakah itu sesuai dengan standarisasi untuk kendaraan roda dua..?

masih banyak ditemui pengguna jalan menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat..!!



y_rachmadillah
5-8-2010 19:15:02

Semoga selalu Oc. Good bless.



abdul
20-7-2010 18:12:50

pt adani global melakukan pelanggaran kebun rakyat, tidak mau membayar tetapi melakukan pencurian buah labu. pemilik kebun rakyat tersebut yang tergabung dalam koperasi suka maju telah menuntut dengan claim 172 juta



Deny t.
14-7-2010 06:08:08

tolong info lowongan kerja di kota tarakan di tampilkan



erien
1-7-2010 13:54:11

Assalamu'alaikum....

Ijin gabung ney bwt radar Tarakan,,minta tolong info kerja diMalinau, dan minta tolong posting wilayah Malinau donk. Terima kasih sebelumnya

Wassalam

BR,

Erien



ardiyansyah
22-6-2010 07:55:33

tolong dong... info lowongan kerja ditarakan dimuat juga di website radar tarakan... biar radar tarakan terlihat lebih profesional.... tolong yah. buat radar tarakan tolong ditanggapi. terima kasih... maju terus radar tarakan,, n maju terus kota paguntaka.



maleakhi
20-6-2010 09:13:44

semoga yg terpilih menjadi bupati bulungan yg kinerjanya tlh di rsakn oleh masyarakat bulungan, lanjutkn!!



SATPOL PP KOTA TARAKAN
16-6-2010 10:46:09

Untuk saudara NItcH yang memberikan laporan melalui buku tamu website Radartarakan.co.id tanggal 14-6-2010 pukul 15:09:51, tentang ORANG GILA yang berkeliaran di sekitar THM dan Toko Makmur Kota Tarakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami tindak lanjuti.

Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.....

by ADMIN

SATPOL PP KOTA TARAKAN



nitch
14-6-2010 15:09:51

gimana cara mengatasi masalah orang gila yg berkeliaran di jalan??

belakangan ini, warga sekitar hotel makmur-THM diresahkan oleh orang gila. orang gila ini perna memukul orang, membawa sajam, (maaf) memperlihatkan kelaminnya sehingga membuat orang2 disekitar menjadi takut. pernah kami melaporkan ke satpol PP, tapi dijawab mereka menunggu dana karena tidak ada ruang/kamar RS yang bisa menampung orang gila tersebut.

gimana mo jadi new singapore klo org gila dibiarkan saja?? apa kata dunia??



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.