|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Berita Tarakan
Selasa, 9 Maret 2010 Disdik Ingatkan Peserta Unas Tak Teledor ![]() TARAKAN – Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) semakin dekat. Di Tarakan sesuai data dinas pendidikan, peserta Unas mencapai 4.479 orang. Meliputi: SLTP/MTs 2.475, SMA/MA 1.254, dan SMK 750 siswa. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Tarakan M. Boni Ponto menyampaikan, saat Unas mendatang ada beberapa yang harus diperhatikan siswa. Perhatian khusus ini mengacu pada lembar jawaban komputer (LJK). Hal ini perlu disampaikan untuk mengantisipasi terjadinya eror ketika LJK – di-scan. Kondisi ini bisa merugikan siswa itu sendiri. “Sangat disayangkan jika lembar siswa eror saat di-scan gara-gara keteledoran siswa,” kata Boni Ponto kepada Radar Tarakan Ia mengatakan, dari beberapa item yang harus diperhatikan siswa yakni penggunaan pensil 2B, hapusan 2B, dan penggaris LJK. Ia menyarakan, penggunaan perlengkapan utama tersebut tidak diperbolehkan dimiliki masing-masing peserta Unas satu item saja. Setidaknya lebih dari satu. “Seperti pensil harus disiapkan siswa minimal 2, ini gunanya mengefesienkan waktu saat menjawab soal. Boleh satu, tapi runcingan dilakukan atas dan bawah,” sarannya Ia juga mengatakan, perhatian khusus dan sosialisasi harus dilakukan oleh sejumlah sekolah terus menerus. Paling tidak, kata Boni Ponto, memantapkan teknis yang dilakukan siswa saat Unas. Boni menyarankan kepada siswa, agar terlebih dahulu mengisi lembar identitas siswa. Format ketentuan berlaku juga harus lengkap. “Karena satu kolom yang tak terisi, maka akan berakibat fatal. Bahkan tidak terbaca sama sekali,” bebernya. Selain beberapa hal yang terpenting di atas tadi, ia juga menekankan siswa agar tidak percaya terhadap edaran jawaban SMS tidak jelas. Hal ini kerap terjadi ketika ujian berlangsung. Ia mengatakan, siswa harus kondisikan diri yakni dengan percaya diri. “Pada awalnya kan siswa telah diberikan bimbingan yang begitu ketat oleh siswa. Paling tidak siswa cukup mantap dalam menjawab pola soal. Yang jelas jawaban edaran SMS tidak benar,” tegas Boni Ponto mengingatkan. “Selain itu LJK jangan sampai terlipat. Jika terlipat juga tidak dapat terbaca oleh alat scan LJK di pusat nanti. Jadi, ini benar-benar harus diperhatikan,” tandasnya. Boni menyarankan kepada orang tua agar dapat mengantarkan siswa saat melakukan Unas. Paling tidak, memotivasi siswa dan sebagai bentuk dukungan penuh. Di samping itu, beban pekerjaan rumah yang selama ini menjadi tanggung jawab anak dikurangi. “Orang tua berperan penting dalam menfokuskan pelajaran anak di rumah,” pesan Boni Ponto. Lanjutnya, siswa juga diharapkan menyediakan air minum guna menghilangkan nervous saat menjawab. “Dengan catatan, lembar jawaban dan air mineral jaraknya harus jauh,” imbuhnya. Ia berharap dengan dengan adanya pemberitahuan komponen yang penting ini dapat diperhatikan siswa dan guru di sekolah. “Yang terpenting, tugas untuk belajar semua materi dapat dipahami, baik dari segi aspek, konsep dan pola soal yang telah diberikan. Silakan konsultasi kepada guru mengenai pelajaran yang berkaitan. Paling tidak siswa memiliki senggang waktu lagi beberapa waktu lagi,” pungkasnya.(*/muz)
|
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||