LURAH Kampung Enam Ardiansyah Hak mengatakan, dana bergulir (revolfing fund) untuk pengadaan abate yang ditelah dicanangkan oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan sejak 2002 punya andil besar untuk mencegah DBD. Hal tersebut terbukti melihat perkembangan penderita DBD selama 2 tahun terakhir berdasarkan data Dinkes Tarakan.Ia mengatakan, dari 5.086 jiwa -- jumlah penduduk yang ada di wilayah Kelurahan Kampung Enam, tahun lalu sebanyak 21 penderita, sementara tahun ini hanya 1 penderita. “Program tersebut terus kita jalankan dalam pencegahan nyamuk DBD itu. Alhamdulillah melalui PKK dan dasa wisma, program itu terlaksana dengan baik. Sehingga setiap satu bulan sekali diperuntukkan kepada kepala keluarga menerima satu bungkus abate,” ujar Ardiansyah. Ia menyebutkan, dana yang dikucurkan dari pemerintah kota itu dalam setiap bulan sebesar Rp 3 jutaMenurutnya munculnya kasus DBD di Tarakan disebabkan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengikuti arahan Pemerintah, namun pemerintah jangan hanya sebatas arahan atau pun fogging saja. “Banyak alternatif lain untuk mencegah hal tersebut selain mengindahkan 3M itu, salah satunya seperti pengadaan abate ini kepada mereka,” tandas Ardiansyah. Ia mengharapkan agar masyarakat juga menyadari betapa pentingnya kebersihan lingkungan. “Jangan menunggu masalah itu datang baru kita bertindak, tapi bertindak sebelum datang,” tuturnya. (*/sur)
Saya adalah mahasiswa slah satu Universitas d Surabaya, Setelah saya balik dari Srabaya selama 3 tahun. Ternyata tdk ada perubahan yg signifikan trhdap Tarakan, dilihat dari beberapa aspek yaitu: Bandara Juata dikatakan Internasional tp mengurus bagasi penumpang msih ada mslah sperti kerusakan dan khilangan brang trus bangunan yg blum memadai, seharusnya hal ini cpet dbngun gedung baru untk menarik byk penrbangan k Tarakan shingga ekonomi Trakan cpat naik. untuk jalan menuju ke UB melawati Gunung Amal, yg saya sndiri melihat ini rawan kecelakaan, apa lagi UB ud menjadi Negeri yg berada di satu2x Kaltara dan karena gunungnya trlalu tinggi maka ada perlunya perbaikan jalan untuk mempermudah akses perkuliahan. Tolong kpada Pmerintah Tarakan melihat ini, krena ini demi kemjuan kita bersama dan untuk Kaltara, mohon maaf salah kata dari saya, kritik dan saran ini hanya untuk membangun kota Tarakan yg kita cintai ini.
yang terhormat, bapak bapak polisi di kota tarakan. mohon di tertibkan bagi para pengguna kendaraan roda dua yang menggunakan lampu kabut berwarna kuning, apakah itu sesuai dengan standarisasi untuk kendaraan roda dua..?
masih banyak ditemui pengguna jalan menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat..!!
Semoga selalu Oc. Good bless.
pt adani global melakukan pelanggaran kebun rakyat, tidak mau membayar tetapi melakukan pencurian buah labu. pemilik kebun rakyat tersebut yang tergabung dalam koperasi suka maju telah menuntut dengan claim 172 juta
tolong info lowongan kerja di kota tarakan di tampilkan
Assalamu'alaikum....
Ijin gabung ney bwt radar Tarakan,,minta tolong info kerja diMalinau, dan minta tolong posting wilayah Malinau donk. Terima kasih sebelumnya
Wassalam
BR,
Erien
tolong dong... info lowongan kerja ditarakan dimuat juga di website radar tarakan... biar radar tarakan terlihat lebih profesional.... tolong yah. buat radar tarakan tolong ditanggapi. terima kasih... maju terus radar tarakan,, n maju terus kota paguntaka.
semoga yg terpilih menjadi bupati bulungan yg kinerjanya tlh di rsakn oleh masyarakat bulungan, lanjutkn!!
Untuk saudara NItcH yang memberikan laporan melalui buku tamu website Radartarakan.co.id tanggal 14-6-2010 pukul 15:09:51, tentang ORANG GILA yang berkeliaran di sekitar THM dan Toko Makmur Kota Tarakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami tindak lanjuti.
Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.....
by ADMIN
SATPOL PP KOTA TARAKAN
gimana cara mengatasi masalah orang gila yg berkeliaran di jalan??
belakangan ini, warga sekitar hotel makmur-THM diresahkan oleh orang gila. orang gila ini perna memukul orang, membawa sajam, (maaf) memperlihatkan kelaminnya sehingga membuat orang2 disekitar menjadi takut. pernah kami melaporkan ke satpol PP, tapi dijawab mereka menunggu dana karena tidak ada ruang/kamar RS yang bisa menampung orang gila tersebut.
gimana mo jadi new singapore klo org gila dibiarkan saja?? apa kata dunia??