Newsflash :
SKH Radar Tarakan Koran Terbesar di Utara Kaltim <<>> Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kolom

Berita Tarakan
Rabu, 10 Maret 2010
Siaga 24 Jam, 9 Bidan Siap Layani Persalinan
Klinik Bersalin, Minimalisir Pengunaan Jasa Dukun Beranak

TARAKAN – Sejak 1 Maret 2010 lalu, Puskesmas Sebengkok mulai membuka klinik bersalin 24 jam. Dikatakan Kepala Puskesmas Sebengkok dr.Kosala Trianto, klinik tersebut datang dari ide puskesmas sendiri namun atas persetujuan Dinas Kesehatan Kota Tarakan. Tujuannya, agar akses persalinan tenaga kesehatan lebih dekat ke masyarakat sehingga pelayanan pun akan semakin membaik. Selain itu, klinik bersalin 24 jam ini juga untuk melayani khususnya warga daerah pesisir yang mana masih sering menggunakan tenaga dukun beranak saat bersalin.
Disebutkannya, untuk fasilitas ruangan disediakan 2 ruang terpisah yakni ruang khusus persalinan dan ruang nifas. Untuk sementara masing-masing ruangan baru tersedia 2 tempat tidur. Namun, meskipun ruangan di klinik bersalin ini disejajarkan dengan kelas 3 di rumah sakit, namun pelayanannya dioptimalkan bertaraf VIP dan klinik bersalin ini pun bisa digunakan untuk seluruh warga yang ada di Tarakan.
Ia pun meyakinkan warga, tidak perlu khawatiran soal biaya pasalnya biaya di puskesmas justru lebih terjangkau. “Biaya persalinan justru gratis untuk pasien jamkesda dan jamkesmas. Akalu pasien umum tidak sampai Rp 1 juta. Prosedurnya seperti biasa, mendaftarkan dengan kartu legal, pasti kita layani. Pokoknya tarifnya ekonomi tapi ruangannya VIP,” kata dr Kosala Trianto.
Selain itu urainya, tenaga bidan dan perawat juga memadai. Disiapkan 9 orang bidan dan 7 perawat. Dengan tiap malamnya ada 1 bidan siaga di Puskesmas Sebengkok. Tambahnya, sebagai langkah awal memang baru disediakan 2 tempat tidur, kedepan diharapkan klinik bersalin ini berada disamping puskesmas, tidak menyatu dengan bangunan. “Bukanya 24 jam, dengan tenaga yang ada sistem shift 3 kali, pagi, sore dan malam. Kami yakin fasilitas ini berjalan efektif. Kedepan kalau sudah berdiri sendiri ada 6 atau 8 tempat tidur,” terangnya kemarin (9/3).
Ditambahkan pula oleh salah satu bidan di Klinik Bersalin, Bidan Rujiah, yang membedakan ruang persalinan Puskesmas Sebengkok dengan rumah sakit ialah suasana yang diupayakan berbeda. Ruang nifas (ruang usai bersalin, Red) ini di design tidak monoton berwarna putih. Dinding dicat warna pink dan putih serta tempat tidur penuh warna dengan tujuan agar pasien dan pengunjung merasa nyaman seperti di rumah sendiri.
“Didesign seperti VIP biar masyarakat tahu kalau puskesmas juga bisa beri pelayanan lebih baik. Sebenarnya tarif ekonomi kelas VIP. Tempat bersalin ini juga ditujukan karena masih banyak warga didaerah yang bersalin menggunakan tenaga dukun beranak. Padahal kan kalau ke dukun tidak ada payung hukum yang melindungi,” ujar Bidan Rujiah.
Ia pun mengakui banyak masyarakat ragu untuk bersalin di puskesmas lantaran keraguan fasilitas kurang lengkap atau merasa takut bila ditangani bidan. “Inilah yang ingin kami yakinkan, bersalin di puskesmas itu aman. Tidak semua harus kerumah sakit, ditangani dokter spesialis. Padahal bidan pun terampil, untuk kasus fisiologis dan kasus normal justru sudah menjadi kompeten bidan,” tandasnya. (*/dta)




Buku Tamu

Putra
7-9-2010 22:22:35

Saya adalah mahasiswa slah satu Universitas d Surabaya, Setelah saya balik dari Srabaya selama 3 tahun. Ternyata tdk ada perubahan yg signifikan trhdap Tarakan, dilihat dari beberapa aspek yaitu: Bandara Juata dikatakan Internasional tp mengurus bagasi penumpang msih ada mslah sperti kerusakan dan khilangan brang trus bangunan yg blum memadai, seharusnya hal ini cpet dbngun gedung baru untk menarik byk penrbangan k Tarakan shingga ekonomi Trakan cpat naik.  untuk jalan menuju ke UB melawati Gunung Amal, yg saya sndiri melihat ini rawan kecelakaan, apa lagi UB ud menjadi Negeri yg berada di satu2x Kaltara dan karena gunungnya trlalu tinggi maka ada perlunya perbaikan jalan untuk mempermudah akses perkuliahan. Tolong kpada Pmerintah Tarakan melihat ini, krena ini demi kemjuan kita bersama dan untuk Kaltara, mohon maaf salah kata dari saya, kritik dan saran ini hanya untuk membangun kota Tarakan yg kita cintai ini.



anak tarakan
22-8-2010 18:30:27

yang terhormat, bapak bapak polisi di kota tarakan. mohon di tertibkan bagi para pengguna kendaraan roda dua yang menggunakan lampu kabut berwarna kuning, apakah itu sesuai dengan standarisasi untuk kendaraan roda dua..?

masih banyak ditemui pengguna jalan menggunakan ponsel saat mengendarai kendaraan roda dua atau roda empat..!!



y_rachmadillah
5-8-2010 19:15:02

Semoga selalu Oc. Good bless.



abdul
20-7-2010 18:12:50

pt adani global melakukan pelanggaran kebun rakyat, tidak mau membayar tetapi melakukan pencurian buah labu. pemilik kebun rakyat tersebut yang tergabung dalam koperasi suka maju telah menuntut dengan claim 172 juta



Deny t.
14-7-2010 06:08:08

tolong info lowongan kerja di kota tarakan di tampilkan



erien
1-7-2010 13:54:11

Assalamu'alaikum....

Ijin gabung ney bwt radar Tarakan,,minta tolong info kerja diMalinau, dan minta tolong posting wilayah Malinau donk. Terima kasih sebelumnya

Wassalam

BR,

Erien



ardiyansyah
22-6-2010 07:55:33

tolong dong... info lowongan kerja ditarakan dimuat juga di website radar tarakan... biar radar tarakan terlihat lebih profesional.... tolong yah. buat radar tarakan tolong ditanggapi. terima kasih... maju terus radar tarakan,, n maju terus kota paguntaka.



maleakhi
20-6-2010 09:13:44

semoga yg terpilih menjadi bupati bulungan yg kinerjanya tlh di rsakn oleh masyarakat bulungan, lanjutkn!!



SATPOL PP KOTA TARAKAN
16-6-2010 10:46:09

Untuk saudara NItcH yang memberikan laporan melalui buku tamu website Radartarakan.co.id tanggal 14-6-2010 pukul 15:09:51, tentang ORANG GILA yang berkeliaran di sekitar THM dan Toko Makmur Kota Tarakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami tindak lanjuti.

Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.....

by ADMIN

SATPOL PP KOTA TARAKAN



nitch
14-6-2010 15:09:51

gimana cara mengatasi masalah orang gila yg berkeliaran di jalan??

belakangan ini, warga sekitar hotel makmur-THM diresahkan oleh orang gila. orang gila ini perna memukul orang, membawa sajam, (maaf) memperlihatkan kelaminnya sehingga membuat orang2 disekitar menjadi takut. pernah kami melaporkan ke satpol PP, tapi dijawab mereka menunggu dana karena tidak ada ruang/kamar RS yang bisa menampung orang gila tersebut.

gimana mo jadi new singapore klo org gila dibiarkan saja?? apa kata dunia??



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.