TARAKAN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan dr. Khairul mengatakan, kelangkaan obat berjenis generik tak berlaku di puskesmas. Stok obat generik untuk puskesmas selalu diantisipasi dengan menyetok obat sampai 6 bulan ke depan sejak proses lelang. Dikatakan, antisipasi ini lantaran adanya formularium sebagai pedoman diagnosa dan obat-obatan yang bersifat fast moving (paling sering digunakan).Menurutnya, adanya formularium ini dapat mengetahui jumlah rata-rata pemakaian obat generik perhari. Sehingga kelangkaan pun dapat diminimalkan. “Rasanya selama saya jadi kepala dinas belum ada puskesmas yang kekurangan obat dan sebagainya. Karena kami punya formularium. Sehingga misal 1 tahun rata-rata penggunaan jenis generik amoxcilin 10 ribu tablet, kami tinggal nambah stok 6 bulan yaitu 50 persen saat anggaran berjalan,” terang Khairul.Dikatakan, perencanaan obat selalu mempertimbangkan proses teknis yakni proses lelang bersama rekanan distributor obat. Selain itu juga tergantung dari pola penyakit. Bebernya, untuk di puskesmas ada 48 penyakit terbesar dengan obat generik paling sering keluar. Beberapa diantaranya yakni ISPA, penyakit otot dan jaringan, penyakit kulit, dan hipertensi.“Kalau di dinas ada namanya laporan penerimaan dan penggunaan obat-obatan (LPPO) yang tergantung permintaan sesuai jumlah kunjungan. Laporan inilah jadi patokan berapa stok di setiap puskesmas,” ujarnya.Sementara dikonfirmasi ke Puskesmas Sebengkok, Apoteker Eri Supriyanti membenarkan bahwa ketersediaan obat generik selalu terpenuhi. Resep dokter yang dimasukkan ke puskesmas selalu tersedia bahkan jenis obat sendiri ada 100 item lebih untuk jenis penyakit yang bervariasi seperi diare, ISPA dan sebagainya.“Perhari generik yang dikasih ke pasien 3 sampai 4 item. Kalau dipuskesmas semuanya generik. Tidak ada yang paten. Langsung dari Dinkes lewat Gudang Farmasi Kota (GFK),” kata Eri Supriyanti.Dipastikannya, selama ini sejak Puskesmas Sebengkok berdiri tahun 2008 lalu, puskesmas tak pernah kehabisan obat untuk kemudian menyarankan pasien menebus resep ke apotik lain. Jelas Eri, ada peraturan yang mengikat bahwa tidak dibenarkan resep keluar karena semua disediakan oleh puskesmas.“Kalau jenis obat kosong lalu pasien hanya di kasih resep dan disuruh nyari sendiri itu tidak pernah terjadi. Kalau tidak ada obat generik yang satu biasa pakai obat generik lain dengan khasiat obat yang sama. Misalnya generik jenis Asmev kadang pakai antalgin dan lainnya,” jelasnya kemarin (9/3).Sebutnya, jumlah pasien perhari rata-rata 80 hingga lebih dari 100 pasien. Jenis obat yang paling banyak distok ke GFK per 3 bulan yaitu jenis obat fast moving seperti paracetamol untuk demam, obat-obat ISPA, diare dan lainnya. Penyetokan perbulan pun lebih dari 4000 item dengan jenis paracetamol yang terbanyak.“Stok ke GFK itu 3 bulan sekali, perbulannya 4000 lebih. Kalau masa berlakunya ini dari pabriknya, expire date yang selalu kami kasih ke pasien itu standartnya tahan hingga 3 tahun kemudian. Dan yang lebih banyak tersedia itu yang fast moving,” jawabnya kepada Radar Tarakan. (*/dta)
Semoga selalu Oc. Good bless.
pt adani global melakukan pelanggaran kebun rakyat, tidak mau membayar tetapi melakukan pencurian buah labu. pemilik kebun rakyat tersebut yang tergabung dalam koperasi suka maju telah menuntut dengan claim 172 juta
tolong info lowongan kerja di kota tarakan di tampilkan
Assalamu'alaikum....
Ijin gabung ney bwt radar Tarakan,,minta tolong info kerja diMalinau, dan minta tolong posting wilayah Malinau donk. Terima kasih sebelumnya
Wassalam
BR,
Erien
tolong dong... info lowongan kerja ditarakan dimuat juga di website radar tarakan... biar radar tarakan terlihat lebih profesional.... tolong yah. buat radar tarakan tolong ditanggapi. terima kasih... maju terus radar tarakan,, n maju terus kota paguntaka.
semoga yg terpilih menjadi bupati bulungan yg kinerjanya tlh di rsakn oleh masyarakat bulungan, lanjutkn!!
Untuk saudara NItcH yang memberikan laporan melalui buku tamu website Radartarakan.co.id tanggal 14-6-2010 pukul 15:09:51, tentang ORANG GILA yang berkeliaran di sekitar THM dan Toko Makmur Kota Tarakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami tindak lanjuti.
Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.....
by ADMIN
SATPOL PP KOTA TARAKAN
gimana cara mengatasi masalah orang gila yg berkeliaran di jalan??
belakangan ini, warga sekitar hotel makmur-THM diresahkan oleh orang gila. orang gila ini perna memukul orang, membawa sajam, (maaf) memperlihatkan kelaminnya sehingga membuat orang2 disekitar menjadi takut. pernah kami melaporkan ke satpol PP, tapi dijawab mereka menunggu dana karena tidak ada ruang/kamar RS yang bisa menampung orang gila tersebut.
gimana mo jadi new singapore klo org gila dibiarkan saja?? apa kata dunia??
Pemimpin yang baik harus bisa Bijaksana, bijaksini dan bijaksitu sehingga dapat terwujudkan masyarakat yang adil dan makmur....
BUTUH INFO NIE TENTANG SYARAT MEMILIKI PERUMAHAN PNS YANG ADA DIDAERAH DIJUATA,SOALX KETINGGALAN BERITAX,YANG LENGKAP YACH,DAN UNTUK PEMERINTAH KOTA YANG UDAH MENGAMBIL ALIH,TOLONG NANTI DISOSIALISASI DI SEKOLAH2.THANKS