|
Newsflash :
| ||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Bulungan Malinau Nunukan Berau Kaltim Kriminal Nasional Ekonomi Internasional Hiburan Olah Raga Kaltara Tana Tidung Politik Metro-Interaktif |
Berita Tarakan
Sabtu, 4 September 2010 Pengusaha Harus Paham Lelang Online Agar penerapan E-proc di Tarakan Optimal
TARAKAN – Sejumlah cara dipikirkan guna merealisasikan proses lelang tersebut berjalan lancar. Salah satunya program tender atau lelang online yang dipilih Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), dan telah bergulir sejak awal tahun 2010 ini. Namun diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Tarakan, Gunawan Wibisono, terobosan model pelelangan dengan sistem e-procurement (e-proc) di Tarakan masih belum optimal.
Hal ini sebutnya, lantaran ada beberapa pengusaha jasa konstruksi terutama yang berdomisili di Tarakan belum memahami secara menyeluruh tentang proses pelelangan full elektronik ini. Padahal menurutnya, pelelangan tersebut lebih efektif untuk menghindari kericuhan yang selalu menghambat jalannya proses pelelangan dan lebih efisien dalam soal penghematan waktu.
“Agar lelang online berjalan maksimal, harus ada kesiapan dari segala hal. Baik itu dari SDM pengurusnya maupun para calon rekanan proyek yang mengikuti proses lelang tersebut,” kata Gunawan.
Lanjut Politisi Partai PKS ini, DPUTR selaku instansi teknis perlu mempersiapkan tahapan pelelangan onlinenya. Mulai dari pendataan jenis-jenis proyek mana yang dinilai wajar lewat tender online dan proyek yang masuk jeni penunjukan langsung (PL). Kemudian, dari pihak panitia lelang pun perlu mensosialisasikan dan melatih para pengusaha jasa konstruksi agar mampu menyesuaikan dengan sistem terobosan ini.
“Rencana itu sangat tepat dan sesuai dengan modernisasi zaman. Tetapi pelaksanaannya mungkin harus bertahap dan tidak bisa sekaligus. Karena tidak semua kontraktor mampu dengan komputerisasi, jadi perlu waktu juga. Dilatih paling tidak kontraktor di Tarakan tak kalah dengan saingan dari luar,” jelasnya kepada Radar Tarakan.
“Kalau bisa malah pengusaha Tarakan yang mendominasi. Sebab jika yang dapat orang luar daerah, secara efisiensi tentu perlu biaya lebih besar. Inilah perlu kesiapan SDM minimal perlu dilatih,” sambungnya.
Seperti dicontohkannya ketika Komisi III DPRD Tarakan melakukan studi banding (stuban) ke pemerintah kota Surabaya khususnya Dinas PU, proses tender online dengan mekanisme e-proc disana telah berjalan menyeluruh dimulai tahun 2003. Implementasinya pun secara bertahap dan akhirnya tahun 2008 sudah full procurement secara elektronik.
“Dari stuban itu, bisa jadi pertimbangan Tarakan untuk mengadopsi operasionalnya. Baik secara infrastruktur maupun dari administrasi yang lain untuk Tarakan. Karena di Surabaya, tender online ini bisa mengefesiensikan sekitar 30 persen dari biaya pelelangan yang ada. Karena penawaran yang dilakukan relatif bersaing,” ungkapnya.
Tak hanya itu ujarnya, bisa memberikan peluang usaha kepada pelaku usaha kecil. Misalnya rekan-rekan CV yang selama in tidak pernah mendapat kesempatan menangani proyek-proyek pembangunan di Tarakan. Selain itu prosesnya pun terdokumentasi baik dan dinilai layak secara prosedural.
“Yang jelas tender online ini memudahkan mereka (kontraktor) untuk dapat berkompetisi secara sehat. Terobosan ini baik dilaksanakan di Tarakan, namun harus siap secara keseluruhan untuk dapatkan hasil maksimal,” tutupnya. (dta).
Komentar Anda mengenai berita "Pengusaha Harus Paham Lelang Online"
|
Buku Tamu
Index Hari Ini
Berita Sebelumnya
|
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||