Newsflash :
Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Berita Utama
Kamis, 11 Maret 2010
DPR Desak KPK Sidik Kasus Century


JAKARTA - Gelar perkara kasus Bank Century oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah berlangsung sejak Jumat (5/3) belum juga menemui titik terang. Hingga kemarin (10/3), tidak ada kejelasan kelangsungan gelar perkara. Bahkan, muncul dugaan adanya perbedaan pendapat terjadi di tubuh KPK.

Hal itu memicu salah seorang inisiator adanya Pansus Hak Angket Century, Eva Kusuma Sundari meminta KPK mempercepat kinerja KPK dalam menetapkan status kasus Bank Century. Bahkan, salah satu anggota DPR RI komisi III itu mengancam akan tidak mengabulkan budget plan atau rencana anggaran KPK. “Semua partner di komisi III punya otonomi budget. Kami bisa menggunakan hak budget berdasar kinerja. Kalau komisi III menganggap penanganan kasus Century tidak ada progress, kami akan tolak peningkatan anggaran KPK,” ungkap Eva ketika dihubungi kemarin.

Sebelumnya, Eva sudah mengungkapkan pernyataan serupa dalam sidang praperadilan kasus Bank Century oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari yang sama. Politikus PDIP itu menegaskan, DPR selama ini pernah menolak menyetujui budget plan periode 2006-2007 untuk Kejaksaan Agung. Alasannya, kelayakan budget plan tersebut dianggap tidak memuaskan. “Kami terpaksa tidak dapat menaikkan anggaran,” kata Eva. Langkah serupa dapat diterapkan kepada KPK.

Eva menuturkan, Komisi III DPR dipastikan akan meninjau gelar perkara kasus Bank Century. Dia mengatakan, KPK harus menaikkan status penanganan menjadi penyidikan. “Apa masih level penyelidikan, atau sudah ada pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya. Sebab, KPK telah melaksanakan pengusutan kasus bank Century sejak awal September 2009.

KPK sebenarnya telah menyerahkan laporan penanganan kasus Bank Century ke DPR. Namun, kata Eva, DPR belum tahu adanya hambatan di tubuh internal KPK. Berdasar informasi yang diterimanya, memang telah terjadi voting antar pimpinan KPK. Dua pimpinan diduga tidak menyetujui melanjutkan penyelidikan ke penyidikan kasus Bank Century.

Selain itu, ada perbedaan pendapat antara juru bicara KPK Johan Budi SP dan Wakil Ketua KPK M. Jasin. Pada Sabtu (6/3) setelah gelar perkara pertama, Jasin mengungkapkan adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan Fasilitas Pendanaan Jangka Panjang (FPJP) ke Bank Century. Sementara, pada Senin (8/3), Johan mengungkapkan, indikasi korupsi itu belum final, sehingga PK perlu mendalami kasus tersebut. “Itu artinya apa. Berarti di dalamnya ada dinamika, pimpinan tidak satu suara,” kata Eva.

Menurut Eva, ancaman penolakan budget plan terkait sikap KPK tersebut dapat menjadi peluang untuk mendorong percepatan penanganan kasus Bank Century. Sebab, DPR saat ini tengah membahas Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Sekitar Juli hingga Agustus 2010, DPR sudah mulai merancang RAPBN 2011. “Jadi ini bisa dipakai untuk dorong KPK,” imbuhnya.

Menanggapi ancaman Eva, dua wakil ketua KPK, Jasin dan Chandra Hamzah, menegaskan tidak ada beda pendapat dalam tubuh internal KPK. “Pimpinan KPK tetap solid dan bekerja secara kolektif. Yang jelas KPK tetap bekerja secara profesional,” ungkap Jasin kemarin. Senada dengan Jasin, Chandra mengungkapkan hal itu tidak benar. “Voting aja belum dilakukan, bagaimana bisa beda pendapat, silahkan anggota DPR sebut nama, itu hak dia bersuara,” ujarnya.

 

Setelah Diperiksa 10 Jam, Mantan Dirut Century Bungkam

 

Di tengah sorotan DPR, KPK kemarin memeriksa mantan Dirut Bank Century Hermanus Hasan Muslim. Setelah pemeriksaan yang dimulai 10.00 hingga pukul 20.15, Hermanus tidak bersedia melayani wawancara wartawan. Dia meninggalkan gedung KPK dengan kawalan petugas kejaksaan.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Hermanus diperiksa dalam kasus Century. “Pemeriksaan masih terkait upaya KPK dalam penyelidikan kasus Bank Century,” kata Johan di gedung KPK tadi malam.

Namun, Johan tidak merinci soal pemeriksaan atas Hermanus tersebut. “Ini masih dalam penyelidikan,” tandasnya. Hermanus sebelumnya diganjar tiga tahun penjara oleh PN Jakarta Pusat pada Agustus 2009. Majelis hakim menganggap perbuatan Hermanus melanggar pasal 49 ayat (2) huruf b UU No 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 ayat 1 ke-1 KUHP. Selain penjara, Hermanus didenda Rp 5 miliar subsider 5 bulan kurungan. (ken/agm/pra/ara/jpnn)

 


comment6, Cipro, hwfy,

# Dikirim oleh Viagra | 6-2-2012 13:14:12

comment4, buy Amoxicillin, :-)),

# Dikirim oleh Lasix | 6-2-2012 13:14:12

comment1, buy Viagra, imrn,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:12

comment4, buy Propecia, =[[[,

# Dikirim oleh Nolvadex | 6-2-2012 13:14:12

in belgium and It run liquidsTramadol receptor due Tromadol eligible, buy xanax mexico, 4624,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:12

comment3, Imitrex buy, wnb,

# Dikirim oleh Propecia | 6-2-2012 13:14:12

comment4, Clomid, jxqya,

# Dikirim oleh Diflucan | 6-2-2012 13:14:11

comment1, buy Propecia, =((,

# Dikirim oleh Zithromax | 6-2-2012 13:14:11

comment6, Propecia buy, =],

# Dikirim oleh Lasix | 6-2-2012 13:14:11

comment1, buy Imitrex, qcns,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:11

comment4, buy Cialis, 0056,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:11

comment6, buy Clomid, egqcpo,

# Dikirim oleh Xenical | 6-2-2012 13:14:11

comment2, Xenical, >:-OOO,

# Dikirim oleh Viagra | 6-2-2012 13:14:11

comment3, buy Propecia, 46830,

# Dikirim oleh Xenical | 6-2-2012 13:14:11

comment6, Levitra buy, umpkdx,

# Dikirim oleh Viagra | 6-2-2012 13:14:11

comment5, Clomid, :-[[[,

# Dikirim oleh Synthroid | 6-2-2012 13:14:11

comment6, Diflucan buy, ravi,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:10

comment1, buy Viagra, 19356,

# Dikirim oleh Xenical | 6-2-2012 13:14:10

comment4, Xenical buy, cee,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:10

comment3, Zithromax buy, >:-PP,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:10

comment4, Amoxicillin, 8],

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:10

comment3, buy Cipro, =-[[[,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:10

comment1, buy Propecia, 21084,

# Dikirim oleh Zithromax | 6-2-2012 13:14:10

comment2, Levitra, 8-P,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:10

comment4, Amoxicillin buy, 63995,

# Dikirim oleh Lexapro | 6-2-2012 13:14:09

comment6, Cipro, %-[[,

# Dikirim oleh Lasix | 6-2-2012 13:14:09

comment1, Cialis buy, geatn,

# Dikirim oleh Diflucan | 6-2-2012 13:14:09

comment5, Imitrex, :))),

# Dikirim oleh Propecia | 6-2-2012 13:14:09

comment2, Diflucan, vefwgc,

# Dikirim oleh buy | 6-2-2012 13:14:09


Buku Tamu

boedy miredo
3-1-2012 08:21:48

Radar Tarakan semakin maju yach.....Wink



agusirenk
20-12-2011 08:38:52

pak tolong dong jalan-jalan berlubaqng di tarakan cepet di tutup,kasian penguna jalan pak....



aji
20-12-2011 08:14:09

belum pas.........jalan kami ambul karena terguris air sungai...al: jl sabanar baru...dpan pabrik tahu



Yahdi Qolbi
14-12-2011 20:51:29

kapan Tarakan punya Tim sepeak Bola yang bisa berlaga di ISL, seperti PERSISAM,PERSIBA,MITRA KUKAR,PKT BONTANG,,,,



agus
12-12-2011 21:22:51

kepada pemerintahan tata kota malinau, tolong msalah kbrsihan kota di tata sebaik mungkin,,, contohx jalan raya yg penuh debu... 



Abe Ershi
10-12-2011 17:41:14

Telah di temukan sebuah dompet A.n Yanti Mandasari dengan berisi SIM C,KTP,STNK motor dan surat surat lainnya.bagi yang merasa kehilangan silahkan datang ke kantor Brimob Polri Tarakan.



pipio
10-12-2011 13:18:00

horee...BULUNGAN jadi ibu kota KALTARA



zixy
8-12-2011 07:44:03

sebaikx mutasi kepsek nunukan jgn pandng bulu, jgn ada lobi-lobi dengan politik. biasax

yg gak mw pindah psti lobi sana sini...



mr.patroli
25-11-2011 14:44:28

di bunyu marak perjudian di tempat umum,salah satunya di daerah handasa bekas pos pemenangan salah satu calon bupati bulungan,tolong instansi terkait mengambil tindakan yang prepentif,sebelum masyarakat yang yang bertindak



Abidin Wawan
23-11-2011 00:22:54

I love malinau



Index Hari Ini

    Berita Sebelumnya


    Copyright @2010 Media Link
    Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
    Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.