5-7-2010
Anak Sakit Wajib Makan

ANAK sakit tentu membuat orang tua gelisah. Sebab, ketika sakit, nafsu makan anak hilang. Meski sakit baru terjadi, kadang-kadang itu membuat berat badan si kecil berkurang.
"Walau nafsu makan turun, anak tetap butuh makanan. Perhatikan tekstur, jenis, jumlah, dan cara pemberian makanan kepada anak yang sedang sakit ini," kata Andriyanto SH MKes.
Dia mencontohkan anak sakit panas. Sebaiknya, beri anak makanan yang bertekstur lembut.
"Semakin panas (suhu tubuh, Red.) anak, beri makanan dengan tekstur lembut," tutur dosen Akademi Gizi (Akzi) Surabaya tersebut.
Suhu normal tubuh adalah 37 derajat Celsius. Ketika anak sakit dan suhu tubuhnya naik satu derajat Celsius, makanan yang diberikan dianjurkan semakin lembut. Yakni, bubur tim. Bila suhu anak lebih dari 39 derajat Celsius , makanan diolah lebih lembut menjadi bubur. Kalau suhu naik lebih dari 40 derajat Celsius, makanan dianjurkan berbentuk cair.
"Bila masih menyusui, ibu tetap memberikan ASI, meski anak sedang sakit," ujar Andriyanto.
Mungkin, awalnya, anak menolak makan. Namun, orang tua jangan putus asa. Tetap berikan makanan, sesuai dengan porsi dan keinginan anak. "Sedikit-sedikit, tapi sering. Itu yang baik. Jangan langsung paksa anak makan dalam porsi seperti biasa. Tentu, anak akan menolak memakannya," tutur ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jatim itu.
Membaiknya kondisi anak dapat dilihat dari nafsu makannya. Bila porsi makanan yang dimakan lebih banyak daripada sebelumnya, itu berarti kondisi buah hati agak membaik. Perlahan-lahan, tekstur makanannya berubah ke asal. Bila sakit, makan bubur tim atau bubur kasar. Kalau kondisi buah hati sembuh total, dia bisa kembali makan nasi.
"Pada bayi yang baru sembuh dari sakit, teruskan pemberian ASI semau bayi. Teruskan pemberian MP ASI lebih banyak sampai berat badan bayi kembali ke normal," ujar Andri.
Sebaliknya, orang tua harus tanggap bila sakit si kecil tak kunjung membaik. Padahal, dia sudah minum obat yang dijual bebas. "Segera ke dokter jika anak sakit menolak minum atau diare, feses (kotoran) mengeluarkan darah, batuk, susah bernapas, dan demam tinggi," tegasnya. Bila perlu, lanjut dia, buah hati dapat menjalani rawat inap untuk observasi penyakitnya. (ai/c8/nda)