Newsflash :
<<>> Selamat Datang Di Situs Radar Tarakan Koran Utama dan Terbesar Di Kalimantan Utara ... Kunjungi Web Epaper Radar Tarakan ... epaper.radartarakan.co.id <<>> End
Rubrik

Kesehatan
25-1-2010

Normalkah Bayi Sering BAB?

"DUTT... brutt… brutt,”. Prita, bayi mungil itu mengeluarkan suara nyaring dari bawah perutnya. Kontan saja, Lusia menoleh ke arah buah hatinya. Setelah diamati, rupanya itu kali pertama Prita kecil buang air besar (BAB).

Eh, selang beberapa hari berikutnya, BAB-nya Prita kok berubah warna. Awalnya berwarna hitam, lantas berubah menjadi kekuningan, intensitasnya pun semakin sering.

“Duh, kenapa ya si Prita?,” gumam ibunya. Tenang dulu! Yuk, simak seputar BAB pada bayi!

DARI “ASPAL” HINGGA “SELAI KACANG”

Dalam 24 jam pertama, bayi akan mengeluarkan BAB berwarna hitam kehijauan. Konsistensi (bentuknya) menyerupai aspal. BAB ini disebut mekonium, sisa absorpsi dari ketuban selama si bayi dalam kandungan ibunya.

Bisa dikatakan BAB dalam 24 jam ini penting untuk melihat apakah bayi memiliki kelainan pencernaan atau tidak, hirschprung (gangguan pengeluaran tinja akibat tidak ada syaraf tertentu pada usus bagian bawah), misalnya.

Biasanya, pada bayi menyusu ASI, dua hari pertama, BAB-nya masih berwarna hitam kehijauan, lengket seperti aspal. Baru pada hari ke - 3 dan 4, ‘pup’ nya berubah warna menjadi kuning kehijauan. Selanjutnya, bayi usia 5 - 7 hari, BAB-nya terlihat kuning dan konsistensinya kental, mirip selai kacang.

BISA 5-7 KALI SEHARI

Bertambahnya usia bayi, jelas memengaruhi pola BAB bayi baru lahir. Umpamanya saja, pada bayi usia 6-8 minggu, frekuensi BAB bisa 5-7 kali sehari. Bahkan saat kentut, bayi mengeluarkan BAB. Tampak konsistensi BAB, seperti bubur, kadang berbusa. Warnanya bisa kuning hingga kuning kehijauan.

Nah, saking seringnya bayi BAB, orangtua menyangka bayinya terkena diare. Pasalnya pada beberapa bayi yang minum ASI, setiap kali menyusu, dia akan BAB. Tapi, hal ini tidak ditemukan pada bayi yang mengasup susu formula atau campuran ASI-susu formula.

Sebenarnya, wajar saja bila bayi yang menyusu ASI sering mengeluarkan BAB. Dan itu bukan pertanda diare–yang bisa dikenali dengan ciri bayi lemas, tidak mau menyusu ASI, pipisnya jarang dan cengeng. Pasalnya, ASI memiliki efek laksatif sehingga memudahkan bayi untuk buang air besar.

Di awal kelahiran bayi hingga usia 6–7 minggu, ASI akan membersihkan sistem pencernaan bayi saat ia masih di dalam rahim ibu. Bahkan saat ia BAB, bilirubin yang tidak terpakai dalam tubuh akan dibuang melalui tinja. Berarti, fungsi hati yang masih belum sempurna akan terbantu dengan baik dan risiko kuning pada bayi pun akan terminimalisir. Jadi wajar kalau bayi yang minum ASI lebih sering BAB.

BAB JARANG

Sebaliknya, memasuki usia lebih dari 6 minggu, frekuensi BAB bayi berubah. Tadinya, BAB sering, kini BAB bayi bisa 2-3 hari sekali, bahkan 12 hari sekali. Malah, orangtua berprasangka kalau bayinya mengalami sembelit (konstipasi).

Padahal, hal ini terjadi akibat ASI sudah terserap sempurna dalam tubuh bayi. Sehingga, tidak ada ampas yang dibuang melalui BAB.

Lalu, bagaimana membedakan antara BAB normal dan sembelit? Nah,  bisa memerhatikan gejala konstipasi, yaitu: tinja keras, sulit dikeluarkan, hingga menyebabkan luka pada anus. Bila hal ini terjadi, segera periksa ke dokter anak.

AYO, AMATI BAB BAYI!

Hitam Kehijauan

Warna BAB ini berasal dari mekonium. Biasanya, keluar pada saat bayi pertama kali lahir.

Kuning kehijauan atau kecoklatan

Normalnya, warna BAB bayi adalah kuning. Bila BAB-nya kuning, si bayi mendapatkan ASI, baik foremilk (ASI depan) dan hindmilk (ASI belakang). Warna kuning asalnya dari proses pencernaan lemak yang dibantu cairan empedu.

Hijau
BAB hijau tergolong normal. Tapi, hal ini jangan terjadi terlalu sering. Pasalnya, pasokan ASI bayi tidak seimbang. Jika bayi hanya mengisap foremilk-banyak mengandung gula dan laktosa, tapi rendah lemak-saja, maka BAB-nya berwarna hijau. Namun, BAB-nya akan berubah menjadi kuning bila bayi mengisap hindmilk yang mengandung lemak. Sebaiknya, bayi mendapat ASI, baik foremilk dan hindmilk, sehingga gizi pun komplit. Sehingga, BAB bukan warna hijau melulu, tapi kuning kehijauan.

Bercak kemerahan

Terdapat bercak kemerahan karena terdapat tetesan darah yang menyertai BAB. Kemungkinan, bercak itu berasal dari tubuh bayi atau ibunya. Bila bayi sempat mengisap darah ibunya selama proses persalinan, maka bercak pada BAB itu adalah darah. Biasanya, bercak itu hanya muncul pada hari pertama hingga ketiga setelah bayi lahir.

Namun, jika bercak itu ada pada kotorannya—entah itu cair atau menggumpal—dan bukan dari darah ibunya, maka kemungkinannya bayi alergi susu formula (jika bayi sudah mendapat susu formula). Atau bayi mengalami penyumbatan pada usus (invaginasi), sehingga bayi pun harus dioperasi.

Putih keabu-abuan

Bila BAB bayi baru lahir berwarna putih keabu-abuan, hal ini musti diwaspadai. Sebab, terjadi gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. Sebaiknya,  segera membawa ke dokter. Bila ditunda berminggu-minggu, atau berbulan-bulan, bisa jadi bayi mengalami kerusakan hati. Pengobatannya ialah transplantasi hati.(okz)

Buku Tamu

dwey
16-6-2013 19:23:46

​​τнäиκ чöü RADAR Tarakan...sudah menyuguhkan berita hangat dipagi hari saya.. :)



Noldy Limba
16-6-2013 17:49:34

Sukses trus 'Radar Tarakan'. dan tetap meliput berita2 yang fakta dan akurat. Tarakan is the best. :)



oris
16-6-2013 00:45:47

DEar redaksi, Radar tarakan makin maju dengan layanan online yng up to date, cuman yang masih kurang rubrik iklan nih, kog gag di tampilkan. thanks, maju terus Radar tarakan



syamsul
15-6-2013 00:32:23

PSSI Gmna nih kabarx pengcab PSSI, kalau memang tdk sanggup mengurusi sepak bola tarakan, MUNDURlah. masih banyak pecinta sepak bola tarakan yang bisa mamajukan sepak bola tarakan. legowo lah bapak2 pengcab PSSI



Charles Bongal
14-6-2013 10:53:06

Sekedar msukan,, buat pemda kab.nnkan tlong implementasi kn brita media publik didaerah plosok sprti, Sebuku, Tulin Onsoi, Sembakung, Lumbis, Lumbis Ogong



norhayati andris
14-6-2013 08:54:57

radar tarakan is the bast....



fajar apriyanto
13-6-2013 20:06:23

meski aku lagi menempuh pendidikan di jogja, dengan adanya Radar Tarakan Online aku gak ketinggalan informasi tentang Kaltara. Sukses untuk Radar Tarakan (y)



Abdullah
13-6-2013 16:41:24

Kepada Satuan PPP Kota Tarakan agar sering2 memantau Jln. Kuburan China gunung Lingkas krn suasanax gelap, jdi sering digunakan oleh org2 khususx muda mudi utk berbuat maksiat.sering ada yg sambil duduk di motor mereka bermain main asmara dipinggir jalan yg gelap gulita.



adi wibowo
13-6-2013 14:44:32

kepada DINAS PEKERJAAN UMUM Kota Tarakan,agar memeperhatikan jalan aspal menuju masjid Baitul Izza/Islamic center kp4,krn jalanan tersebut berlubang-lubang,sehingga banyak pengendara beroda 2 yang mengalami kecelakaan akibat jalan tersebut yg rusak.trims....



Iswandi rahman
13-6-2013 11:16:12

dear radar tarakan online, salam dari kutai timur, di tunggu update beritanya setiap hari, angkat berita-berita yang menguntungkan bagi warga sekitar.trims



Kesehatan

Event Calender
September - 2014
MSSRKJS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
       


Copyright @2010 Media Link
Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.