13-2-2010
Tahi Lalat Bisa Berubah, Tergolong Kanker Kulit

TAHI lalat membuat wajah seseorang tampak lebih manis. Jangan salah. Tahi lalat yang mengalami perubahan bentuk dan ukuran tak lagi bikin manis. Bila tahi lalat tergolong kanker kulit, bisa-bisa wajah berlubang akibat terlambat mendapatkan penanganan.
Menurut dr Heru Purwanto SpBOnk, ada beberapa perubahan tidak biasa pada tahi lalat. Antara lain, warnanya menghitam atau malah berkurang. Bisa juga, tahi lalat terluka dan berasa gatal. Kondisi lain, rambut pada tahi lalat mendadak rontok. Bentuk tahi lalat yang tak beraturan atau memiliki pinggiran bergerigi juga patut diwaspadai.
"Salah satu bentuk kanker kulit yang sering muncul di wajah dan leher adalah basalioma," terang spesialis bedah onkologi RSUD dr Soetomo itu.
Heru mengatakan, jika mengalami keluhan tersebut, sebaiknya yang bersangkutan segera periksa ke dokter.
"Jika ditemukan pada stadium dini, basalioma dapat segera diambil. Tingkat kesembuhannya mencapai 100 persen," ujarnya. Artinya, sebenarnya, penyakit itu tak terlalu mengancam nyawa bila ditemukan pada stadium dini. Yang bisa dilakukan tim medis adalah memberikan radioterapi.
Lain halnya bila ditemukan pada stadium lanjut. Kanker jenis itu akan merusak kulit wajah. Bahkan, mungkin saja wajah berlubang mirip dikerikiti tikus. Karena itu, dikenal istilah rodent ulcer. Namun, ungkap dia, pada stadium lanjut, respons radioterapi kurang optimal. "Kemoterapi juga tak sesuai untuk penanganan basalioma," imbuhnya.
Pada kondisi ini, tentu terjadi luka yang disertai pendarahan. Pasien maupun orang sekitarnya mungkin merasa tak nyaman. Pemberian obat-obatan untuk luka sangat mungkin tidak membantu penyembuhan.
Kalaupun wajah telanjur berlubang, pasien bisa menggunakan masker. Heru tak menyarankan dilakukan operasi sebangsa face-off. Pada cara itu, kulit wajah yang rusak dibuang, lantas ditambal dengan kulit sehat dari bagian tubuh lain. Menurut dia, tindakan face-off diterapkan pada pasien yang harapan dan kelangsungan hidupnya panjang.
"Kalau wajahnya bolong karena kanker, lebih baik dicari cara untuk menutupi wajah tanpa pembedahan," papar dia.
Selain itu, face-off dilakukan hanya dengan memindahkan jaringan kulit, tidak sampai tulang. "Kalau pasien basalioma, wajahnya berlubang dan tulangnya rusak. Lha mau diambil tulang kerangka dari mana untuk menutupi luka tersebut?" lanjut dia. (ai/nda)