8-3-2010
Awas Penyakit Jantung Mengintai!

BEBERAPA laki-laki yang mempunyai kadar vitamin amin D yang rendah yang terkandung dalam darahnya mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung serta keropos tulang atau akrab dengan sebutan dengan osteoporosis.
Penelitian yang diprakarsai atas kerjasama Albert Einstein College of Medicine of Yeshiva University dan Johns Hopkins University School of Medicine ini mengambil fokus pada lebih dari 1.000 laki-laki yang mempunyai kadar vitamin amin D dan hormon estrogen rendah di dalam darah mempunyai risiko yang tinggi untuk terjadinya penyakit kardiovaskular.
Sebagaimana dikemukakan oleh ketua penelitian Dr. Michal L. Melamed, seorang asisten profesor dari bidang kesehatan mansyarakat serta dengan bantuan dari Dr. Erin D. Michos seorang ahli kardiolog; “Mereka juga secara pasti memperlihatkan meningkatnya risiko terjadinya osteopenia,” ungkap Melamed.
Kondisi tersebut semakin menempatkan tingginya risiko terjadinya osteoporosis.
“Hasil penelitian tersebut menganjurkan orang untuk mengkonsumsi vitamin D dan mulai mengkonsumsi obat untuk terapi osteoporosis, karena hal tersebut juga sangat berguna untuk mencegah terjadinya penyakit jantung,” ujar Michos praktisi kardiolog dari John Hopkins tersebut.
Pria dengan kadar vitamin D dan testosterone rendah, disisi lain tidak menyebabkan risiko terjadinya penyakit jantung atau osteopenia juga tinggi .
Melamed dan kawan – kawan berencana untuk melakukan analaisa mengenai contoh darah pada wanita, apakah hasilnya sama seperti yang mereka katakan. Penelitian ini membuktikan bahwa vitamin D dapat mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke serta osteoporosis.
Penemuan ini sudah dipresentasikan di pertemuan tahunan AHA (American Heart Association).
Bagaimana Meningkatkan Kadar Vitamin D
Penelitian memperlihatkan bahwa 41 persen laki-laki dan 53 persen wanita yang mempunyai vitamin D di bawah 28 nanogram per millimeter, kata Michos .
Universitas Kedokteran menyarankan bahwa minm vitamin D secara adekuat antara 200 – 400 IU untuk anak-anak dan dewasa sampai usia 70 tahun. Tetapi Michos merasa bahwa penggunaan vitamin D ini kadarnya tidak optimal didalam darah.
Michos menyarankan bahwa laki-laki dan wanita meningkatkan kadar vitamin D dengan makan makanan yang banyak mengandung lemak ikan seperti ikan kerapu, sardin, dan makarel. Ia juga menyarankan untuk mengkonsumsi vitamin amin dan kulit sebaiknya terpapar ultra violet untuk membantu pembentukan vitamin D. Seorang ahli nutrisi dari Universitas Tufts mengatakan pada penelitian terbaru bahwa terdapat hubungan antara kekurangan vitamin D dengan penyakit kardiovaskular.
BAWANG PUTIH MELINDUNGI JANTUNG
Selain berfungsi sebagai bumbu makanan, bawang putih ternyata telah digunakan sejak lama untuk tujuan pengobatan. Mulai dari keunggulannya sebagai anti jamur, anti bakteri, atau sebagai komponen anti virus hingga sebagai agen pelindung jantung atau kardioprotektif. Efek kardioprotektif dari bawang putih sebenarnya mengacu pada kemampuannya menjadi antioksidan.
Baru-baru ini, pusat penelitian kardiovaskuler di University of Connecticut School of Medicine telah mempelajari bahwa bawang putih mentah yang dihaluskan tanpa dikeringkan atau dimasak terlebih dahulu dapat melindungi jantung.
Kenapa harus bawang putih mentah yang dihaluskan dan belum melewati proses terlebih dahulu? Menurut peneliti Dipak K. Das, PhD,ScD, seorang guru besar dan direktur di pusat penelitian kardiovaskuler, pada bawang putih mentah yang dihaluskan akan menghasilkan hidrogen sulfida, yaitu gas yang juga dihasilkan telur busuk. Dalam jumlah besar gas ini dapat menjadi beracun, namun dalam jumlah kecil fungsinya dapat melindungi jantung. Namun jika bawang putih melewati suatu pemrosesa, maka gas hydrogen sulfida yang memiliki masa gas hidup pendek tersebut akan menghilang.
Selama ini, masyarakat mengetahui bahwa bawang putih yang sudah melewati pemrosesan pun memiliki efek antioksidan dan dapat melindungi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Namun ternyata efek tersebut akan lebih besar pada bawang putih yang masih mentah.
Kembali menurut Das seperti yang dilansir dari Health.com (13/11/2009), “Kedua jenis bawang putih- mentah dan yang telah menjalani pemrosesan- dapat menurunkan kerusakan yang ditimbulkan karena kekurangan oksigen, namun bawang putih mentah memiliki efek yang lebih besar secara signifikan dalam mempertahankan aliran darah yang baik di dalam aorta, dan dapat meningkatkan tekanan di ventrikel kiri jantung.” Lantas, banyaknya bawang putih yang dibutuhkan untuk mencapai efek tersebut cukup satu siung sehari.
Bawang putih sangat terkenal dibandingkan dengan makanan lainnya dapat mencegah penyakit, karena kandungan organosulfur dan aktivitas antioksidan. Meskipun begitu, bawah putih mentah dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan aromanya yang khas menimbulkan bau mulut dan dapat mengganggu di kalangan sosial. Untuk tetap mendapat manfaat bawang putih mentah tanpa mengalami bau mulut. Anda dapat mencoba saran dari seorang herbalist, David Winston dan Merrily A. Kuhn,RN,PhD dengan mencincang satu siung, biarkan selama 10-15 menit ,kemudian campurkan dengan yogurt, saus apel, madu atau saus lainnya. Setelah selesai makan, Anda dapat mengunyah daun parsley atau permen karet untuk menghilangkan bau mulut.(kdc)