13-1-2010
Anak Kejang Jangan Dianggap Remeh

ORANG TUA harus tanggap terhadap perkembangan buah hatinya, baik terhadap perubahan fisik, apalagi ketika buah hati mereka sedang sakit. Berbagai macam penyakit saat ini rentan diderita oleh anak-anak. Orang tua harus terus menggali informasi dan wawasan tentang perkembangan kesehatan anak. Beberapa penyakit bahkan hadir tanpa gejala.
Salah satunya adalah kejang pada anak. Kejang terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan pada saat yang bersamaan dari sekelompok sel saraf di otak. Gejala yang nampak yakni adanya gerakan yang tidak beraturan, berulang-ulang dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Gejala ini timbul tergantung pada begian otak yang terkena.
Kejang disebabkan oleh beberapa faktor risiko, antara lain: adanya cedera karena persalinan, kekurangan oksigen saat kelahiran, bayi kuning, infeksi saat kehamilan (TORCH). Terutama pada trimester pertama dikatakan sebagai penyebab kejang. Kuning disebut sebagai faktor risiko bila terjadi pada hari pertama kelahiran. Bayi kuning akan normal bila terjadi pada hari ketiga.
Sedangkan memasuki anak-anak, kejang biasanya terjadi karena adanya: infeksi otak, trauma kepala akibat jatuh, kekurangan cairan karena diare dan muntah, kejang demam, dan epilepsi (ayan).
Gejala awal pada epilepsi biasanya ditandai dengan kejang 2 kali atau lebih tanpa disertai panas. Jarak kejang pertama dan kedua lebih dari 24 jam. 70 persen kejang pada epilepsi mudah diatasi dengan obat yang tepat dan teratur (jika tidak ada kelainan struktur otak). Sedangkan 30 persen kejang pada epilepsi sulit diatasi dengan obat anti epilepsi. Diperlukan obat kombinasi 2 sampai 3 macam obat, namun jika kejang sulit terkontrol maka tindakan operasi menjadi alternatif pengobatan selanjutnya. Kejang demam sendiri terjadi akibat kenaikan suhu tubuh secara mendadak kerana penyakit di luar otak.
Bila menemukan tanda dan gejala tersebut di atas, orang tua sebaiknya waspada. Kejang dapat mengakibatkan terjadinya:
- Kekurangan oksigen di otak.
- Kekurangan gula di otak.
- Pembengkakan otak.
- Panas tinggi hingga 40 derajat Celcius.
Panas tinggi inilah yang kemudian disebut sebagai kejang demam, yakni kejang yang terjadi akibat kenaikkan suhu tubuh secara mendadak karena penyakit diluar otak. Secara klinis kejang juga dapat mengakibatkan: cacat fisik, cacat mental, gangguan perilaku, gangguan belajar, dan epilepsi hingga kematian.(kdc)