A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: link_header

Filename: views/template_detail_tab.php

Line Number: 6

Newsflash :
Selamat Datang di Situs Radar Tarakan <<>> End
Rubrik

Kesehatan
26-3-2010

Obesitas Terus Ancam Anak-anak

OBESITAS kini bak epidemi, menyebar di anak-anak lebih cepat ketimbang sebelumnya. Bahkan, angka obesitas ekstrem sudah sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan riset terbaru dari Kaiser Permanente, 7,3 persen anak lelaki AS menderita obesitas ekstrem. Sementara anak perempuan, jumlahnya mencapai 5,5 persen. Angka itu lebih buruk lagi pada anak-anak berkulit hitam dan hispanik. Anak perempuan berkulit hitam 11,9 persen dan 11,2 persen pada anak lelaki hispanik.

“Tingginya frekuensi obesitas ekstrem pada anak-anak ini mulai membahayakan,” kata pemimpin riset Corinna Koebnick dari Kaiser Permanente Southern California Department of Research and Evaluation, Pasadena, California.

Obesitas ekstrem yakni ketika indeks massa tubuh (BMI) mencapai 35 kilogram per meter kuadrat. Koebnick mengatakan, epidemi obesitas dipengaruhi oleh kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang buruk.

“Kebiasaan makan yang tidak sehat, fast food versus slow food,” tegasnya.

Dalam hal ini, orangtua harus menjadi panutan untuk anak-anaknya. Sebab, ada beberapa studi yang membuktikan berat badan orangtua akan mempengaruhi berat badan anak.

Apalagi, obesitas ekstrem bisa berujung pada masalah kesehatan serius, seperti diabetes dan penyakit jantung. Sebab itulah, anak-anak obesitas ekstrem perlu mendapat perhatian khusus dan mencegah hal itu berpengaruh pada kesehatan mereka di masa mendatang. Anak-anak penderita obesitas ekstrem akan tumbuh menjadi orang dewasa yang memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan kondisi berat badan mereka. Tanpa perubahan gaya hidup, Koebnick mengatakan masa hidup mereka akan berkurang 10-20 tahun.

“Pada usia 20 tahun, mereka mengidap penyakit yang biasa tejadi pada usai 40-60 tahun,” lanjutnya. Meski riset dilakukan di California Selatan, Koebnick berpendapat, temuannya yang dilansir di Journal of Pediatrics ini mewakili seluruh AS. Ia mengumpulkan 710.949 anak-anak serta remaja pada rentang usia 2-19 tahun yang mengikuti program kesehatan terintegrasi milik Kaiser Permanente Southern California pada 2007-2008. Dari jumlah itu, 45.000 orang dinyatakan obesitas yang tidak ekstrem.

Obesitas menghantui bocah lelaki pada usia 10 tahun dan perempuan pada 12 tahun. Jika anak perempuan berkulit hitam dan anak lelaki hispanik yang paling parah, maka yang paling kecil rasionya adalah anak ras Asia serta berkulit putih.

Ahli nutrisi, diet, nutrisi, dan psikolog olahraga Samantha Heller mengatakan, hasil survei ini tak mengejutkan baginya. Namun, sangat menyedihkan baginya memikirkan konsekuensi obesitas terhadap kesehatan anak-anak tersebut. “Belum lagi dampaknya secara sosial, emosional, dan psikologis,” tuturnya.

Heller mencatat, sangat penting bagi orangtua untuk menyediakan makanan sehat bagi keluarga. Selama ini, masyarakat selalu dibuat berpikir bahwa junk food dan makanan manis adalah cara tercepat dan termurah.

“Padahal makanan sehat bisa murah dan enak juga,” katanya.

Masyarakat, lanjutnya, dibombardir dengan iklan makanan yang menargetkan anak-anak sebagai konsumennya. Komisi Perdagangan Federal melaporkan pada 2008, dana sebesar US$1,6 miliar digunakan pada 2006 untuk mengiklankan makanan dan minuman anak-anak. “Bayangkan, jika dana sebesar itu digunakan untuk mempromosikan makanan sehat seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, serta pendidikan nutrisi untuk masyarakat,” katanya. Sehingga, masyarakat bisa belajar untuk menyiapkan makanan sehat, mengurangi resiko obesitas, serta penyakit kronis seperti jantung dan kanker pada anak.

Heller berkata, kampanye semacam itu takkan berhasil tanpa dukungan profesional, perusahaan makanan, pemerintah lokal dan pusat. Harus ada cara untuk membantu edukasi, motivasi serta menggerakkan anak-anak dan orang dewasa untuk hidup lebih sehat. “Sebelum semuanya terlambat,” pungkasnya. (mo/ic)

Buku Tamu

boedy miredo
3-1-2012 08:21:48

Radar Tarakan semakin maju yach.....Wink



agusirenk
20-12-2011 08:38:52

pak tolong dong jalan-jalan berlubaqng di tarakan cepet di tutup,kasian penguna jalan pak....



aji
20-12-2011 08:14:09

belum pas.........jalan kami ambul karena terguris air sungai...al: jl sabanar baru...dpan pabrik tahu



Yahdi Qolbi
14-12-2011 20:51:29

kapan Tarakan punya Tim sepeak Bola yang bisa berlaga di ISL, seperti PERSISAM,PERSIBA,MITRA KUKAR,PKT BONTANG,,,,



agus
12-12-2011 21:22:51

kepada pemerintahan tata kota malinau, tolong msalah kbrsihan kota di tata sebaik mungkin,,, contohx jalan raya yg penuh debu... 



Abe Ershi
10-12-2011 17:41:14

Telah di temukan sebuah dompet A.n Yanti Mandasari dengan berisi SIM C,KTP,STNK motor dan surat surat lainnya.bagi yang merasa kehilangan silahkan datang ke kantor Brimob Polri Tarakan.



pipio
10-12-2011 13:18:00

horee...BULUNGAN jadi ibu kota KALTARA



zixy
8-12-2011 07:44:03

sebaikx mutasi kepsek nunukan jgn pandng bulu, jgn ada lobi-lobi dengan politik. biasax

yg gak mw pindah psti lobi sana sini...



mr.patroli
25-11-2011 14:44:28

di bunyu marak perjudian di tempat umum,salah satunya di daerah handasa bekas pos pemenangan salah satu calon bupati bulungan,tolong instansi terkait mengambil tindakan yang prepentif,sebelum masyarakat yang yang bertindak



Abidin Wawan
23-11-2011 00:22:54

I love malinau



Kesehatan

Event Calender
Februari - 2012
MSSRKJS
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829   
       


Copyright @2010 Media Link
Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia.
Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242.