7-4-2010
Badrun Akui Jabatan 7 Tahun Direktur Terlalu Lama

TARAKAN – Tuntutan mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Borneo (DIII Kep, UB) yang disuarakan dalam demonstrasi di depan gedung DPRD Tarakan Senin lalu (5/4) dipastikan terjawab hari ini, Rabu (7/4). Ketua Badan Penyelenggara Universitas Borneo, Badrun mengatakan, jawaban akan diakomodir dalam ceramah umum kepada seluruh civitas akademika, berkaitan dengan manajemen kampus, mahasiswa dan seluruh dosen di DII Kep UB.
Ia mengungkapkan, posisi lembaga yang berada pada masa transisi baik transisi organisasi, status, administrasi dan transisi kelembagaan tidak dipungkiri banyak hal yang patut disempurnakan. Terlebih dilihat dari riwayat kelembagaan sebelumnya Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot telah menjadi DIII Keperawatan dibawah bendera UB.
“Kami tidak menafikkan dalam kondisi transisi perlu penyempurnaan. Oleh karena itu, kami secara ex officio sebagai badan penyelenggara UB merasa berkepentingan menanggapi atau merespon input ataupun feed back yang diberikan,” ungkap Badrun.
Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan ini pun menilai luapan sikap yang dilakukan ratusan mahasiswa merupakan hal wajar. Dalam proses pengelolaan manajemen lembaga kampus, bentuk masukan, input dan feed back sangat diperlukan untuk perbaikan sistem manajemen. “Intinya kami menerima positif dan positif thinking pada apa yang disampaikan mahasiswa. Kami akan ditindak lanjuti dengan upaya-upaya ke arah yang lebih baik dalam waktu singkat untuk perbaikan masa mendatang,” katanya.
Namun dikonfirmasi tuntutan mahasiswa terkait desakan pencatutan Direktur DIII Kep. UB Bethy Mariana S.Kep, Ns, Badrun mengaku tidak melihat sisi permasalahan parsial, melainkan manajemen pengelolaan DII Kep UB secara utuh. Baik dari aspek kepemimpinan, job description, aspek pengajaran dan lainnya.
“Dari segi waktu jabatan yang dijabat direktur saat ini, waktu 7 tahun memang relatif lama. Tapi yang lebih esensial, bagaimana melihat permasalahan secara utuh. Makanya, Insya Allah besok (hari ini, Red) kami adakan ceramah umum di seluruh civitas akademika. Kami akan undang dan menyampaikan jawaban badan pengelola di dalam rapat,” jelasnya kepada Radar Tarakan.
Sementara Ketua DPRD Kota Tarakan Effendhi Djuprianto menambahkan, sesuai janji anggota komisi II yang membidangi pendidikan, tuntutan mahasiswa yang telah diungkapkan kepada sejumlah legislator diakomodir dalam hearing yang diagendakan pukul 20.00 Wita tadi malam. Namun hanya melibatkan pihak jajaran manajemen, badan penyelenggaran dan sekaligus direktur DIII Kep. UB.
“Yang akan kami hearing-kan hanya pihak manajemen dan direktur, biar berimbang. Karena keluhan dari mahasiswa sudah diakomodir saat demo. Nanti hanya mendengar penjelasan pihak kampus, kami sebagai fasilitator, kebijakan tetap ditangan badan penyelenggara,” jawabnya. (dta).