8-4-2010
Kodam Baru Tak Terkait Perbatasan Malaysia

BALIKPAPAN - Rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) baru, buntut dari pemecahan Kodam VI/Tanjungpura yang rencananya mulai beroperasi Juni 2010 mendatang, murni demi efektivitas operasional Kodam, dan bukan terkait dengan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Penegasan ini diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta, kepada wartawan usai melakukan serah terima jabatan Panglima Kodam VI/Tanjungpura, dari Mayjen TNI Tono Suratman, kepada Brigjen TNI Tan Aspan, Rabu (7/4) kemarin.
“Pembentukan Kodam baru itu sama sekali tidak terkait dengan perbatasan Malaysia. Malaysia itu kan sahabat kita. Apa dengan Malaysia kita bermusuhan. Kita justru menjalin silaturahmi dengan Malaysia,” tegas George.
Pertimbangan operasional dan aktivitas Kodam menurut George jadi pertimbangan utama pemecahan wilayah Kodam VI/Tanjungpura menjadi 2 wilayah Kodam. “Kondisi geografis dan luas wilayah Kalimantan yang 5 kali pulau Jawa ini bukan masalah yang ringan. Jika dengan wilayah yang demikian luas hanya dicakup satu Kodam saja, akan cukup berat. Karena itulah, diperlukan adanya pemecahan,” tambah George lagi.
Namun George menegaskan, pembentukan Kodam baru ini, nantinya akan dilakukan dengan seefisien dan efektif mungkin. Termasuk soal dana yang dibutuhkan dalam pembentukan Kodam.
“Kita gunakan dana seefektif mungkin, dan seminim mungkin. Jangan sampai justru menambah beban anggaran. Yang jelas, seperti yang sudah saya tegaskan sebelumnya, tidak ada kebijakan penambahan personel angkatan darat. Personel yang ada nanti diefektifkan. Pembagiannya disesuaikandengan eskalasi kebutuhan. Untuk sarana dan fasilitas juga begitu. Beruntung, seperti Kodam ini, Pemprov Kaltim akan menghibahkan helikopter untuk mendukung pengamanan perbatasan,” ungkap KSAD.
Disinggung soal wilayah perbatasan dengan Malaysia, yang disebut berdasarkan kajian intelijen paling rawan, George menegaskan hal itu juga berlaku di wilayah perbatasan negara lain.
“Jangan cuma kabar intelijen saja bahwa wilayah perbatasan RI dengan Malaysia ini paling rawan. Kasih datanya ke saya. Kalau cuma mengira-ngira saja, kan tidak ada dasarnya. Saya kira, seluruh perbatasan negara di dunia juga rawan. Coba sebutkan, wilayah perbatasan negara mana di dunia ini yang paling aman. Jelas tidak ada, semuanya rawan,” tambah George.
Sementara dalam sambutannya saat upacara Pelantikan Pangdam VI/Tpr kemarin, George Toisutta selain mengingatkan sejumlah permasalahan seperti pengamanan wilayah perbatasan, juga mengingatkan agar seluruh jajaran TNI Angkatan Darat, bisa menjaga netralitasnya menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), di beberapa kabupaten/kota dalam wilayah operasional Kodam VI/Tanjungpura.
“Terkait agenda pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung di beberapa kabupaten/kota di Kaltim ini, saya minta setiap prajurit TNI ikut menciptakan suasana dan kondisi yang kondusif. Pegang teguh netralitas yang sudah menjadi komitmen. Hindari keterlibatan yang tidak proporsional, baik secara personel maupun satuan dalam pilkada tersebut,” tegas George.
Selain dihadiri unsur Muspida dari 4 provinsi di Kalimantan yang sementara ini menjadi wilayah operasional Kodam VI/Tanjungpura, pejabat militer dan sipil, upacara kemarin juga dimeriahkan dengan demonstrasi beladiri karate dari prajurit TNI, termasuk tari kolosal yang melibatkan ratusan penari dari siswa-siswi sekolah dasar hingga menengah, termasuk anak-anak TK.(win)