21-4-2010
Terkendala Listrik, X-ray Bandara Belum Difungsikan

PERANGKAT keamanan di Bandar Udara (Bandara) Nunukan masih belum memadai. Salah satunya, karena belum difungsikannya mesin pendeteksi atau biasa disebut X-ray.
Alasannya, menurut Wakil Kepala Bandara Nunukan Sarjono, karena suplai daya listrik untuk menghidupkan mesin X-ray sangatlah minim.
“Kita sudah usulkan beberapa kali ke PLN Nunukan, tapi sampai sekarang belum ada respon, padahal X-ray sudah ada sejak 2008 lalu,” ungkapnya.
Dengan belum difungsikannya X-ray ini, praktis barang maupun orang dari maupun ke luar Nunukan tidak mendapat pengawasan dan pemeriksaan ketat, lazimnya bandara udara pada umumnya.
“Namun demikian, kita tetap mengandalkan alat detektor dalam pengawasannya,” timpalnya.
Yang semestinya mendapat pengawasan ketat, adalah terhadap barang bawaan penumpang dari luar Nunukan, terlebih lagi Nunukan merupakan daerah perbatasan yang seharusnya mendapatkan pengawalan jauh lebih ketat, terutama mengantisipasi masuknya kawanan teroris.
Bandara kategori kelas III ini, kata Sarjono, hingga kini hanya memiliki panjang landasan 1.100 meter, praktis tidak layak untuk pelayanan rute pesawat berbadan besar seperti boeing dan jenis lainnya.
Di Nunukan, jenis rute pesawat yang masuk yakni, Kalstar tujuan Nunukan-Tarakan-Berau-Samarinda, demikian pula Trigana Air. Sedangkan untuk jalur daerah pedalaman ada Susi Air dan Kura-kura Airvant.
“Panjang landasan Bandara Nunukan yakni 1.100 meter, tapi melalui proyek pusat sudah penambahan panjang landasan 400 meter yang saat ini baru tahap penimbunan,” sebutnya.
Mengenai jadwal penerbangan, Sarjono menyebutkan, untuk sementara melayani dua kali jadwal penerbangan, yakni pada pagi dan siang hari. Masing-masing, Trigana Air, Kalstar dan Susi Air.
“Kalau sore hari gak ada jadwal penerbangan, karena itu warga Nunukan memanfaatkannya sebagai sarana olahraga seperti joging. Padahal, bandara ini kan objek vital,” tambahnya.
Selain dijadikan sebagai tempat berolahraga, petugas bandara terkadang juga menyesali aktivitas masyarakat yang kerap lalu lalang melewati landasan bandara.
“Pagi dan siang kita selalu patroli, memantau kondisi landasan agar senantiasa aman, tapi memang ada juga warga yang bandel, pagar pengaman kawasan bandara dijebol, sehingga warga pun dengan mudah masuk kawasan landasan,” sesalnya. (ica)