26-4-2010
Fokus Publikasi untuk Sedot Perhatian Masyarakat

PUBLIKASI dianggap salah satu hal penting dalam sukses pelaksanaan turnamen tenis internasional women’s circuit. Itu karena persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Tarakan dan Panitia Pelaksana (Panpel), mengharapkan dukungan penuh dari seluruh insan tenis, dengan menyaksikan langsung pertandingannya sejak babak kualifikasi hingga final.
M. RAJABSYAH
Untuk ke-8 kalinya secara berturut-turut sejak 2003, Tarakan kembali dipercaya menjadi penyelenggara turnamen tenis women’s circuit. Turnamen khusus wanita bertajuk Walikota Tarakan Open itu, sesuai kalender ITF (federasi tenis amatir dunia), dimulai 3-9 April di gedung tenis indoor Telaga Keramat, Tarakan, Kaltim, dengan memainkan babak utama.
Bagi Tarakan sendiri, penyelenggaraan tahun ini memang tidak terlalu repot karena sudah dibekali pengalaman menggelar tujuh edisi sebelumnya. Tapi, tetap saja Pelti dan panpel mempersiapkan pelaksanaan dengan baik. Mengevaluasi kekurangan yang masih tampak pada penyelenggaraan sebelumnya, salah satu item yang menjadi perhatian serius dari Pelti maupun panpel adalah terkait publikasi.
Target Pelti dan panpel sendiri, even tahun ini bisa mendapat perhatian lebih dari insan tenis, sehingga jumlah penonton yang akan menyaksikan langsung setiap pertandingan sejak kualifikasi hingga final, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, Panpel selaku personel yang bekerja di lapangan, juga telah berkoordinasi dengan sejumlah media partner lokal dan nasional baik cetak maupun elektonik (termasuk Radar Tarakan), bagaimana dengan peran media, dapat menyedot perhatian lebih dari insan tenis.
“Kami berharap momen tahun ini bisa menarik simpati masyarakat lebih banyak untuk menyaksikan langsung pertandingan,” harap Ketua Panpel, Letkol Inf Adrianus Suryo Agung Nugroho, usai memimpin rapat panpel bidang humas dan publikasi, bersama sejumlah media partner di sekretariat panpel, gedung tenis indoor Telaga Keramat, kemarin (25/4).
Sebenarnya, Pelti dan panpel sendiri punya misi jangka panjang dari kehadiran insan tenis yang ingin menyaksikan langsung pertandingan. Melalui even ini, Pelti maupun panpel berharap, perkembangan olahraga tenis terutama di Tarakan, lebih berkembang. “Kalau bisa dengan momen ini, kami berharap lebih banyak lagi masyarakat Tarakan yang mau menjadi atlet tenis, karena olahraga ini sangat mendunia dan sebenarnya tidak susah,” sambung pria yang juga Komandan Kodim 0907 Tarakan, mewakili Pelti Tarakan.
Panpel sendiri tidak hanya menggandeng sejumlah media partner untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Dari hasil pertemuan kemarin, Panpel melalui bidang humas dan publikasi, juga telah menyiapkan media lain mulai spanduk hingga baliho. Meski persiapan diakui Adrianus, baru 50 persen rampung, namun panpel optimis harapan sukses pelaksanaan, bisa terwujud. “Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti,” tegasnya.
Sementara itu, kepercayaan yang kembali diberikan ITF kepada Tarakan, dianggap sangat spesial bagi Pelti maupun panpel. Sebab untuk menggelar women’s circuit meski hanya hanya kategori US 10 ribu, tidaklah gampang. Penyelenggara harus mampu memenuhi peraturan yang telah ditetapkan ITF, termasuk pelayanan kepada petenis yang tampil. Itu karena turnamen ini diikuti petenis dari berbagai negara di belahan dunia, yang level peringkatnya berkisar 200-an ke atas.
Panpel berencana untuk menambah fasilitas referee maupun petenis. Untuk referee sendiri, panpel akan memasang dua unit kamera CCTV untuk memudahkan kerja referee memantau jalannya pertandingan di setiap lapangan. Selain kamera CCTV, panpel juga melengkapi fasilitas dengan layar monitor. Sementara untuk petenis sendiri, panpel menambah fasilitas dengan alat fitnes. (***)