5-5-2010
Gunawan, Anak Penjual Bakso yang Raih Triple Gelar Honda DBL 2010

Banyak yang Minta Pertemanan, Ingin Belikan Orangtua Rumah
Honda Development Basketball League (DBL) 2010 East Kalimantan Series telah usai Minggu (2/5) lalu. Perhelatan itu memunculkan sederet bintang dunia basket di Kaltim. Satu yang paling moncer adalah Gunawan. Remaja ini calon pebasket profesional Kaltim.
TAK berlebihan menyebut lelaki berusia 17 tahun ini sebagai megabintang di Honda DBL 2010 di Kaltim. Tiga gelar diraihnya sekaligus, yakni membawa tim putra SMKN 1 Samarinda sebagai juara, terpilih dalam First Team, dan menjadi pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP). Prestasinya itu hanya disamai pemain basket putri SMAN 1 Balikpapan, Rieny Junita Pramanagara.
Mr Gun, julukan Gunawan, selalu menjadi top scorer bagi timnya saat berlaga. Dia mencetak poin lebih dari separuh poin yang dikumpulkan tim SMKN 1 Samarinda. Pemain berposisi center ini memiliki tinggi badan 188 cm dan berat 73 kg. Postur yang di atas rata-rata orang Indonesia itu menjadi senjatanya dalam mencetak poin dan bertahan di setiap pertandingan.
“Waktu kecil tinggiku sama aja dengan teman-teman. Tapi setelah sunat di kelas 5 SD, pertumbuhanku jadi cepat,” ujar pengguna sepatu berukuran 46 ini sambil tertawa. Ia juga tidak tahu bagaimana bisa setinggi itu. Padahal orangtuanya, Sugeng (55) dan Novia (50) hanya memiliki tinggi badan sekitar 165 cm dan 155 cm.
“Aku rajin minum susu tiap pagi dan malam, mungkin itu berpengaruh,” kata siswa kelas XI- Usaha Jasa Pariwisata SMKN 1 Samarinda ini.
Mr Gun mengenal basket sejak kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Samarinda. “Sebelumnya aku udah coba-coba tekuni olahraga lain seperti sepak bola dan bulutangkis. Tapi kata Pak Sanusi, aku bisa sukses di basket. Jadi aku tekuni sampai sekarang,” kata pengagum pebasket Kobe Bryan ini. Sanusi adalah pelatih basket Gunawan di SMPN 4.
Tahun pertama berlatih basket dilalui Mr Gun dengan cukup berat. Kedua orangtuanya kurang mendukung. “Waktu SD, nilaiku lumayan bagus. Tapi sejak kenal basket, nilaiku merosot terus. Makanya mereka nggak kasih support,” terang pelahap fried chicken yang tinggal di Jl dr Soetomo Samarinda ini.
Remaja kelahiran Samarinda 23 Desember 1992 ini kemudian mulai mengikuti kompetisi-kompetisi basket. Dia terpilih menjadi pemain termuda di tim U-16 Kaltim saat berlaga di Kejurnas Basket 2007 di Ponorogo, Jawa Timur. Sejak itu, kedua orangtua Mr Gun mulai memberikan restunya. Setiap laga di Samarinda yang dijalani Mr Gun, selalu mereka tonton.
Sekarang, kedua orangtuanya benar-benar yakin akan kemampuan Mr Gun untuk menapaki sukses di dunia basket profesional. Ibu Mr Gun, Novia, menyampaikan keharuannya usai menonton laga final di GOR Segiri Samarinda, Minggu (2/5) lalu. “Permainan Gun tambah bagus. Kami orangtua cuma bisa mendukung dengan doa,” ujarnya.
Keluarga Mr Gun bukankah dari kalangan berada. Ayah Mr Gun, Sugeng, adalah penjual bakso di Jalan Dr Soetomo, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga, yang sesekali membantu usaha suaminya. Disela kesibukan berlatih bersama tim SMKN 1 Samarinda, Gunawan juga masih menyisihkan waktu membantu orangtua yang berjualan bakso.
Kecemerlangan Mr Gun di arena Honda DBL 2010 lalu mau tidak mau membuat dia populer. Mr Gun mendadak bak selebriti. Sejak Mr Gun dan timnya melakoni laga perdana (Minggu 25/4) lalu, saat itu pula ia kebanjiran ajakan pertemanan lewat jejaring sosial Facebook. “Tiap hari minimal 100 (yang mengajak pertemanan, Red.), Mas. Dan aku confirm semua tanpa pilih-pilih,” kata bungsu tiga saudara ini rendah hati. Rata-rata “penggemar” adalah remaja putri.
Tak hanya itu, handphone Mr Gun juga disesaki ratusan pesan singkat atau short message services (SMS) mengajaknya berkenalan. Jumlah yang sama juga masuk sebagai miss call ketika ia meninggalkan telepon selularnya di rumah. “Senang sih, tapi aku takut ‘kehabisan baterai’ (menurun performa karena banyaknya pujian, Red.) karena ini,” ujar Mr Gun yang punya rebound mematikan ini.
Ditanya soal pacar, Mr Gun mengaku sudah memilikinya. Tapi ia enggan menyebut nama. “Pokoknya ada deh,” candanya.
Ada impian yang ingin diwujudkan Mr Gun lewat basket. “Aku pengin bisa belikan rumah untuk orangtuaku dan membantu mereka ber-haji,” ujarnya. Target Mr Gun adalah menjadi pemain profesional di Indonesia Basketball League (IBL) sebelum usianya memasuki 20 tahun, agar impiannya membahagiakan orangtua dapat terwujud. (achmad ridwan)
GRAFIS PRESTASI GUNAWAN:
Kejurnas Basket U-16 di Ponorogo 2007 Juara 4
Kejurnas Basket U-17 di Semarang 2008 Juara 2
Kejurnas Basket U-18 di Medan 2009 Juara 5
Popnas di Yogyakarta 2010 Juara 3
Tim SMKN 1 Samarinda, Honda DBL 2010 Juara 1
Terpilih First Team Honda DBL 2010
Terpilih Most Valuable Player (MVP) Honda DBL 2010