11-5-2010
Jalan-jalan ke Museum Nasional di Jakarta

Ada 140.000 Koleksi, Patung Bhairawa Paling Tinggi
MANSYUR ADITYO, Jakarta-Museum Indonesia atau yang dulu namanya Museum Gajah banyak mengoleksi lebih dari 140.000 benda dari seluruh Nusantara. Diantaranya ada arca-arca kuno, prasasti dan benda-benda kuno, serta barang-barang kerajinan dari seluruh Indonesia.
CIRI khas dari masing-masing daerah di Indonesia dapat kita jumpai disini. Banyak yang punya kemiripan, namun tak sedikit pula yang memiliki ciri khas tersendiri. Di museum nasional, koleksinya bermacam-macam. Mulai dari koleksi benda prasejarah, arkeologi, keramik dari berbagai Negara, nymismatic atau heraldic, colonial, etnografi dan geografi.
Museum nasional yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat ini, juga mengoleksi benda-benda kolonial Belanda yang diperoleh melalui ekspedisi militer, ekspedisi ilmiah, hadiah, zending, dan pembelian dari Belanda pada massa awal pengumpulan benda antik.
Suhaidi salah satu petugas Museum Nasional Indonesia yang ditemui Radar Tarakan ini mengatakan, koleksi museum mencapai 140.000 lebih. Museum sendiri menceritakan ruang pameran di museum terdiri dari dua bagian yaitu pameran di gedung Gajah yang masih mempertahankan system penataan pada masa colonial dan gedung Arca.
“Di gedung Arca atau gedung baru mengenakan system penataan yang tematik untuk memperlihatkan kehidupan masyarakat Indonesia secara menyeluruh,” terang Suhaidi kemarin. Menurut data pengunjung setiap harinya bisa mencapai sampai 150 hingga 350 orang. Namun disaat momen hari libur atau museum penuh sesak dengan pengunjung.
Ruang pameran di gedung Arca, lanjut Suhaidi terdiri dari empat lantai. Di lantai pertama diperlihatkan sebuah pameran manusia dan lingkungan. Kemudian di lantai dua berupa pameran ilmu pengetahuan ekonomi dan teknologi. Untuk lantai tiga sendiri ada organisasi sosial dan pola pemukiman dan di lantai empat dipamerkan koleksi emas serta keramik asing. ”Dari beberapa banyak koleksi benda-benda sejarah ini banyak yang berasal dari Pulau Jawa, untuk daerah lainnya ada tapi masih minim,” kata Suhaidi.Museum bukan hanya dikunjungi turis lokal, pelancong mancanegara pun banyak yang antre. ”Sumber koleksi banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi etnografi Indonesia di museum ini terbanyak dan terlengkap di dunia. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Makanya tak heran jika banyak turis manca juga ke sini,” ungkapnya.
Koleksi yang menarik adalah Patung Bhairawa. Patung ini adalah yang tertinggi di Museum Nasional. Tingginya mencapai 414 cm ini dan merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa di bumi.
Patung ini berupa laki-laki berdiri diatas mayat dan deretan tengkorak serta memegang cangkir dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek dengan gaya Arab ditangan kanannya, ditemukan di Padang Roco. ”Diperkirakan patung ini berasal dari abad ke 13 - 14,” ujar Suhaidi. Koleksi arca Buddha tertua di Museum ini berupa arca Buddha Dipangkara yang terbuat dari perunggu, disimpan dalam ruang perunggu dalam kotak kaca tersendiri. Sementara arca Hindu tertua di Nusantara, yaitu Wisnu Cibuaya (sekitar 4 M) terletak di ruang arca batu tanpa teks label dan terhalang oleh arca Ganesha dari candi Banon. Salah satu pengunjung Ahmad Zulkarnaen asal Mataram, NTB mengaku kagum dengan koleksi Museum Nasional. “Sangat kaya dan beragam,” katanya. (***)