|
|
25-11-2009 Ke Hutan Hipokrisi Djoeari  Mengusung tajuk Neverwhere, pameran tunggal perupa Djoeari Soebardja yang digelar Galeri Canna di Grand Indonesia, Jakarta, dibuka 31 Oktober dan berakhir 15 November lalu menampilkan karya cat minyak yang kebanyakan berukuran 140 x 190 cm. Seluruhnya menyoal deforestasi hutan. Perupa yang bermukim di Batu itu menjadi saksi rubuhnya hutan-hutan kita.
Menariknya, hutan yang sarat isu ekonomi-lingkungan-hukum sehingga sering kali menyeret-nyeret otoritas politik lokal-regional-global itu bagi Djoeari bukanlah pokok soal yang rumit-rumit amat. Melalui visualisasi realis yang mumpuni, Djoeari sebenarnya tengah menyodorkan kontras yang menyelimuti hutan: saat tumbuh ketika rubuh.
Kontras-kontras yang menyertai kanvas-kanvas Djoeari (pohon tumbuh-gergaji mesin) justru alat hindar perupa agar tidak jatuh sebagai komentator sosial yang nyinyir. Kepiawaian Djoeari menyeret isu besar yang melingkupi hutan seakan-akan urusan visual yang cantik belaka. Kita baru terhenyak ketika kontras-kontras yang hadir dalam karyanya kita telusuri jeli. Lalu, secara seksama, kita temukan sendiri relasinya.
Sebab, kontras yang dibahasavisualkan Djoeari terbilang persuasi-impresi. Tidak meledak-ledak agitatif. Kita hanya diajak bermain-main memasuki rimba persoalan hutan lewat subjek utama (lelaki penggergaji, bocah perempuan, nenek renta, dan sesosok pengusaha) dikombinasikan: bibit pohon, kayu siap tebang, gergaji mesin, meteran pengukur, lalu peta Indonesia. Dia tidak melebih-lebihkan kontras yang dihadirkan saat menautkan subjek-objek tersebut: Djoeari mengabaikan serangan yang bertubi-tubi.
Tentu ada hiperbola dan sarkasme. Tetapi, Djoeari terlebih dahulu menundukkannya. Sesuatu yang terkesan dilebih-lebihkan di tangan Djoeari berubah menjadi belaian daripada tamparan. Karena itu, sesuatu yang dilebih-lebihkan Djoeari paling jauh membuat kita masygul (empati) daripada merangsang amarah (antipati).
Misalnya, bocah perempuan sedang menggunakan rick saw (gergaji mesin): lidah gergaji berlari mengejar bibit pohon dalam genggaman seseorang (Rest It Form Me Please). Ada pula geliat seorang penebang kayu yang membungkuk sambil tangannya menahan mata gergaji mesin: dia menaksir seberapa tinggi pohon -di sisinya bibit pohon pengganti- yang siap ditumbangkannya (Grow Up). Atau, kontras lain yang disodorkan Love: sisa hutan melingkar berbentuk gambar hati melingkar dalam belitan gergaji mesin.
Tumpukan persoalan dari rentetan kontras pokok perupaan yang digarap Djoeari tersimpulkan dalam There Isn't Certainly. Kanvas dipenuhi seorang bocah perempuan yang memeluk erat sepotong batang kayu besar (tampak gunung pun terangkul), tangan kanannya menggengam alat ukur yang meterannya meliliti batang kayu. Pada sisi muka batang kayu, terpampang gambar peta Indonesia dan sehamparan hutan yang tersisa.
Mungkin kita bertanya, kalau wilayah deforestasi hutan sebagai isu yang dijelajahi Djoeari begitu jelas lokasinya, lalu mengapa label pameran dibuat mengambang: Neverwhere? Justru di situlah sebagian daya pikat Djoeari. Dia dengan sengaja membuat alibi. Setidak-tidaknya jadi antara nyata dan tiada. Seperti siklus hutan yang diplot singkat, tumbuh dalam dekapan penjaganya yang setia: gergaji mesin. Alibi semacam itu diperlukan Djoeari yang memagari karyanya dengan formula sederhana menunjukkan kegetiran daripada mengumbar kemarahan. Karena itu, jangan heran, sosok perambah hutan dengan gergaji mesin di tangannya tidak tampak sebagai antagonis yang durjana (Affection). Bagi Djoeari, si penebang kayu tetaplah seorang pekerja keras yang riang gembira melakukan aktivitasnya (Hello Nex Day).
Cermati pula aksi bocah perempuan yang senantiasa polos mengadaptasi lingkungan sekitar. Djoeari tidak mengusik kepolosan itu. Sekalipun, misalnya, Djoeari mengombinasikannya dengan ihwal yang tidak lazim bagi kanak-kanak. Seperti ketika mengukur seluas apa hutan yang kini tersisa (How Much Forest for Me?); keingintahuan seberapa panjang mata gergaji mesin (How Long the Saw Eyes); atau lamunan si gadis kecil yang memiriskan (No more tree).
Kesemua pokok perupaan garapan Djoeari tidak satu pun tampil destruktif. Bentuk atau sosok yang destruktif -untuk mencuri perhatian- hanya akan menyeret Djoeari ke dalam melebih-lebihkan realitas yang sesungguhnya terjadi. Padahal, prosesi defortasi hutan, seperti juga ihwal lain dalam kehidupan kita, tidak jarang merupakan buah atau berselimutkan hipokrisi. Kehidupan mutakhir menunjukkan bahwa moralitas buruk, termasuk hipokrit, bukanlah sesuatu yang tersembunyi (keburukan jamak dilakukan) dan terbukti bisa dilakukan siapa saja (wajah dan sosok bukan ukuran).
Itulah sebabnya isu deforestasi hutan bagi Djoeari tidak memerlukan khotbah: yang jahat tampil destruktif. Cukup si penebang kayu hadir petantang-petenteng. Dia bagai aktor lugu yang humoris, tapi semua aktingnya adalah ironi. Hipokrisi merupakan ironi yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kebusukan itu sangat manis menghiasi kanvas Djoeari.
Saksikan sejumput hipokrisi itu, misalnya, pada si penebang kayu yang senantiasa bangga dengan gergaji mesinnya terkesan terdesak kayu besar (Sprout Hopefull if My Forests Green): nyatanya bukankah si kayu yang terdesak? Atau, si penebang kayu berdiri gagah bagai pencinta ulung yang sedang kasmaran di belakangnya layu besar (Heart Keeper). Ada gambar hati berwarna merah pada batang kayu itu: itulah hipokrisi.
Kita menyebut pelaknat deforestasi -si penebang hutan dan konspirasi ekonomis di belakangnya- sebagai sundal perusak lingkungan. Apa lacur -ironisnya- mereka justru menepuk dada sebagai si penjaga hati. Lewat lukisannya yang apik-resik, Djoeari ingin mewartakan kebusukan tidak serta-merta merupakan sosok angkara murka. Dan, untuk itu, untungnya Djoeari tidak melakukan aksi destruktif: merusak bahasa visualnya yang indah. (*)
*) Afnan Malay, pemerhati seni rupa, pernah studi di SMSR dan ISI Jogjakarta
|
- Ke Hutan Hipokrisi Djoeari
- Makan Pakai Sambal Sering Sakit Perut
- Wanita Merokok Berisiko Kena Kanker Serviks
- Fotografer Amatir hingga Fotografer Dadakan Saling Uji Kreatifitas
- Modal Rp 70 Ribu dan Kamera Pinjaman, Sisihkan 2,5 Persen untuk Masyarakat
- Berpikir Akan Berakhir, Bobot Malah Naik 11 Kg
- Total Libatkan 72 Crew, Dikritik Anggota DPRD Langsung Dibenahi
- Gelar Kontes Ayam Gaga
- Wali Kota Canangkan One Man One Book
- Pelayaran Perdana 26 Februari, Setelah ke Toli-Toli Menyusul Tarakan-Ancam
- Melihat Makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari
- Sekolah di SIN karena Tertarik Budaya Indonesia
- Dituduh Sakit Jiwa
- Siap Bergabung dengan Satuan Tempur
- Produksi Capai 280 Ton Tiap Bulan
- Wali Kota: Pemkot Jangan Ikut Bermain
- Tiga Hari Tak Tidur Cari Rekaman SMS Ancaman
- Syok, Anak Nelpon Jatuh di Hutan yang Ada Sawahnya
- DOMPET PEDULI
- Ilustrator Andalan Komik Transformers dan GI JOE
- TK Ekadyasa Terus Berlatih
- Tak Pengaruhi Meditasi, Tawarkan Solusi Cinta
- Ada Hotel yang Disesuaikan dengan Karakter Keluarga Indonesia
- PU Wacanakan Pangkas Gunung Amal
- Pertebal Iman, Laksanakan Salat
- Mendaftar Saja sudah Keluar Rp 7 Juta
- Swasta-Pemda Kurang Peduli, Facebok Jadi Andalan
- SMPN 1 Tarakan Dilengkapi Unit Pelayanan Terpadu
- Swasta Harus Turut Membangun
- Yang Istimewa dari Maulid Nabi
- Kambing dan Sapi Ditertibkan (Lagi)
- Mengunjungi Sekretariat Kaltara Center di Jakarta
- Dinkes Kaji Rekruitmen Dokter Spesialis
- Garneta Haruni Rahasikan Pacar
- Nia Paramitha Suami Baru Bukan Prioritas
- SMS
- Keluar Tak Bawa KTP Bisa
- Deportasi atau Dikembalikan ke Laut ?
- Warga Krasel Juga Eksodus ke Malaysia
- Jadi Penari Telanjang
- D' Masiv Rindu Setengah Mati With Marvells
- Biaya Pemasangan Pipa Gratis
- Bisakah Bayi Dibawa Terbang ?
- Lion Air Mulai Simulasi
- Tiga SKPD dan Asisten IV Bakal Dibentuk
- Calon Incumbent Cuti 19 Juni
- Promits Janji Juni Mulai Konstruksi
- Badrun Akui Jabatan 7 Tahun Direktur Terlalu Lama
- Kodam Baru Tak Terkait Perbatasan Malaysia
- Masiver Tarakan Bikin Rian d
- Disdik Sarankan Baju Disumbangkan
- Hanya 3 Pasangan Bakal Calon yang Daftar
- Pedalaman Perlu Pasar Tradisional
- 25 April di Kelurahan Karang Balik
- Sebatik Harus Jadi Kotamadya Dulu
- Minggu, 25 April, Senam Sehat di Karang Balik
- Terkendala Listrik, X-ray Bandara Belum Difungsikan
- Raih Sehatnya, Rebut Doorprizenya
- Bukan untuk Wanita Saja, Pak Lurah Beri Kejutan
- Kekurangan Gaji PNS Dirapel
- Fokus Publikasi untuk Sedot Perhatian Masyarakat
- Suka Kimia Sejak SMA
- Tertarik Kuliah di Jawa
- Kurang Suka Lagu Berbau Cinta
- 180 Kg Daging Merek Alana Dimusnahkan
- Gunawan, Anak Penjual Bakso yang Raih Triple Gelar Honda DBL 2010
- Senam Sehat di Kelurahan Lingkas Digelar di Halaman Kantor Distrik Navigasi
- Jalan-jalan ke Museum Nasional di Jakarta
- Malam Ini Akan Hibur Fiver
- Dana Sisa Penggalangan Diberikan ke Lili
- Cerita di Balik Sukses Car Free Day
- Wali Kota Hadir, Wawali Suhardjo Trianto Sumbang Lagu
- Kesibukan KPU Bulungan Jelang Distribusi Logistik Pemilukada
- Waisak Ajarkan Umat Pengendalian Diri
- Nunukan Biasa Saja, Berau Tetap Wisata Bahari, Cinderamata Bulungan Laris Manis
- Lucky, Pengembara dengan Motor Keliling Indonesia
- Lucky, Pengembara dengan Motor Keliling Indonesia 2
- Banyak HP tapi Tak Berfungsi
- Car Free Day Dilaksanakan Sebulan Sekali
- Minggu Ini Kembali Car Free Day
- Gandeng EO Radar Tarakan, Gelar Fun Bike Indonesia Bersepeda
- Fun Bike Indonesia Bersepeda Memeriahkan HUT ke-64 Polri
- Atraksi Reog Ponorogo Ramaikan Pembukaan Jamcab 2010
- Banjir Hadiah di Putaran Delapan besar Hingga Final
- Total Selamatkan 47 TKI Kabur
- Disdik Larang MOS Ada Perpeloncoan
- Ngebut (Catatan Zainal Muttaqin)
- Yahya A.Z., Wakili Kalimantan Ikut Pemilihan Dosen Berprestasi Tingkat Nasional
- Senam Sehat Radar Tarakan di 20 Kelurahan
- Ditanya Apa Kaltara? Jawabnya Tidak Tahu
- Puluhan Pekerja Kebun Kelapa Sawit Kabur
- Ribuan Warga Tarakan yang Mengungsi di Nunukan Dipulangkan
- Sekolah-Sekolah di Tarakan yang Kembali Beraktivitas
- Ajang Silaturahmi Seluruh Pekerja dan Masyarakat
- Opick Berencana Gelar Konser Indonesia-Malaysia
- Dari Acara Tolak Bala di Masjid Agung Al-Ma
- Jelang Pelaksanaan Car Free Day, Minggu 31 Oktober
- 30 Tiang Listrik Dipindah
- Pemkot Tarakan Segera Melelang Kendaraan Dinas
- Akhir Desember, PLTMG 3 MW Beroperasi
- KPU Kerjakan Sendiri Lipat 50.580 Surat Suara
- T2 Akan Memeriahkan JSS HUT ke-23 Kaltim Post di Utara Kaltim
- Memeriahkan JSS HUT ke-23 Kaltim Post di Utara
- Zaskia
- SENAM SEHAT
- Radio RTFM Hadir dengan Wajah dan Semangat Baru
- Wanita Harus Serba Bisa!
- Hukum Harus Ditegakkan!
- Hardiknas, RTFM Hadirkan Nanik Sumiarsih SPd
- Tertarik Dunia Psikologi
- Bertahan dan Betah Kerja di PLN
- Ternyata Dunia Itu Keras
- Arti Baitul Izzah untuk Nama Masjid Raya Tarakan
- Karena Menari Bisa ke Melbourne
- Selalu Mencari Suasana Baru
- Seni Itu Panggilan Jiwa
- Karena Pertama Jadi Gugup
- 17 Tahun Jadi Dokter Tentara
- Lulus Sekolah, Konsen Menari Dulu
- Ingin Lestarikan Tarian Khas Lundayeh
- Menyukai Ilmu Berhitung
- Tak Ingin Jauh dari Keluarga
- Tarian Jadi Curahan Hati
- Selalu Didukung Ortu
- Suka Tantangan, Juga Ajarkan Menari
- Ingin Bentuk Sanggar Tari
- Ditekuni Tak Membebani
- Tetap Berhasrat Jadi Desainer
- Berorganisasi, Cari Jati Diri
- Senang Jadi Resepsionis Hotel
- Suntuk dan Curhatan Jadikan Lagu
- Ingin Buka Kursus Gratis Bahasa Asing
- Ada Kepuasaan Tersendiri
- Bangga Bisa Kembali ke Sekolah
- Nekad Jadi Anak Kos di Surabaya
- Ingatnya Barang-Barang Malaysia
- Sensi Ditatap Cowok
- Meneruskan Obsesi Orangtua
- Harus Pintar Mengatur Waktu
- Suka Nulis, Kagumi Jurnalis
- Bisa Dijawab, Meski Terbata
- Tertarik Sejak Usia 7 Tahun
- Pengin Jadi Model Profesional
- Lebih Dekat dengan Dokter Spesialis Jantung Dendi Wahyudi
- Kalau Lucu dan Suka, Saya Beli
- Awalnya Jijik Lihat Darah
- Takut Jadi Sombong
- Pernah Demam Panggung
- Pengin Tahu Apa Saja
- Hadapi dengan Jiwa Besar
- Jadi Polwan dan Buka Bengkel
- Rindu Samarinda
- Jangan Takut Gagal
- Bisa Berbagi Ilmu
- Awalnya Iseng-Iseng
- Dimarah, Hadapi Senyum Saja
- Walau Cape, tapi Puas
- Juara Jepen yang Tomboy
- Dijuluki Lelet Jadikan Motifasi
- Pernah Daftar Jadi Tentara
- Kerja di Bank Sangat Menarik
- Ingin Bahagiakan Ortu
- Internet, Bagi Mata Pisau
- Prihatin, Remaja Lewati Batas
- Ingin Pedalaman, Dapat Tarakan
- Tak Bisa Lepas dari Cincin
- Dicari Anak SD
- Komoditi Unggul Krayan Harus Diselamatkan
- Jijik Lihat Darah, Suka Teliti Bakteri
- KULINER
- Jalani Puasa Jauh dari Orang Tua
- Ingin Sukses Jadi Bidan
- Es Goyobod
- Puding Mangga Berlapis Apel
- Sejak SD Berjilbab
- Es Kolak Kacang Ubi
- Es Krim Susu Kurma
- Es Melon Jeli
- Puding Kacang Hijau
- Kue Lupis Ketan
- Puding Mangga Kelapa Muda
- Puding Tapai Singkong
- Fruitcake Kurma Madu
- Es Buah Santan
- Punch Aneka Buah
- Puding Pelangi
- Es Krim Kelapa Muda
- Puding Alpukat
- Es Buah Semarak
- Puding Buah
- Momen yang Berkesan
- Sedih, Ingin Kembali Puasa
- Senang Bekerja sebagai Marketing
- Dulu Spiker Sekarang Libero
- Kagumi Profesi Wartawan
- Kagumi Pramugari, Sekolah yang Tinggi
- Mending Ketinggalan Handphone daripada Jam Tangan
- Prihatin Pergaulan Seks Remaja
- Harus Pandai Mawas Diri
- CJH Tertua Berusia 81 Tahun
- Awalnya Tak Berniat Jadi Perawat
- Tanah Pemkot Banyak Belum Bersertifikat
- Tanah Pemkot Banyak Belum Bersertifikat
- Tanah Pemkot Banyak Belum Bersertifikat
- Tanah Pemkot Banyak Belum Bersertifikat
- Harusnya Tidak Ada Kendala
- Jangan Biarkan Waktu Menguasai Diri
- Banyak Belajar dari Berorganisasi
- Pelajari Budaya Melalui Tari Tradisional
- Tak Perlu Mahal, yang Penting Bersih
- Tampil Berjilbab, Tidak Takut Tersaingi
- Berharap Ada Atlet Tarakan Berlaga di SEA Games
- Pencegahan Lebih Baik dari Pengobatan
- Sebabkan Macet, Pasar Pagi Slamet Riyadi Dikeluhkan
- Tak Perlu Khawatir Lagi
- Lulus, Siap Hadapi Tantangan
- Jurusan Terinspirasi Ayah
- Kena 'Demam' Sepeda
- Menari untuk Menambah Kepercayaan Diri
- Steril Laki-laki Dapat 8 Orang, Target Peserta KB Terlampaui
- Hati-hati Memilih Kosmetik
- Bye Berat Badan
- 2011 Rp 300 Juta, Target 2012 Berlipat Ganda
- Tahun Baru, Ajang Intropeksi Diri
- Resolusi di Awal Tahun
- Inginkan Voli Lebih Berkembang
- Tertarik ke Dunia Fashion
- Tergila-gila Film Korea
- Bangga Jika Muridnya Bisa Memahami
- Penyuka Traveling yang Mau Jadi Perawat
- Ingin Menjadi Makhluk Paling Bahagia
- Mau Master Internasional
- Tampil Apa Adanya
- Bahagia Bisa Imlek Bersama Keluarga
- Suka Kucing Sejak Kecil
- Cukup di Negeri Sendiri Saja
- Dijadikan Tantangan
- Jangan Tunggu Musibah
- Ayo, Benahi Objek Wisata
- Gelisah karena Tertinggal di Rumah
| Februari - 2012 |
| M | S | S | R | K | J | S |
| | | | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | | | |
| | | | | | | |
|