2-10-2010
Sekolah-Sekolah di Tarakan yang Kembali Beraktivitas

Masih Ada Guru dan Ratusan Siswa yang Belum Hadir
SULTAN PRADANA-Kemarin, seluruh sekolah kembali beraktivitas setelah meliburkan siswanya beberapa hari terkait peristiwa kelabu yang terjadi di Tarakan sejak 26-29 September lalu.
DARI pantauan wartawan koran ini kemarin (1/10), seluruh sekolah yang ada di Tarakan sudah kembali melakukan aktifitas belajar mengajar mereka. SD 002 Tarakan yang berada di Jl. Yos Sudarso misalnya.
"Disuruh sama pak guru, harus sekolah, sudah damai," jawab salah seorang murid, Ali.
Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Bidang Kurikulum Normas mengungkapkan, hari pertama masuk sekolah pasca libur dadakan beberapa waktu lalu, murid mereka memang tidak banyak yang hadir. Hal ini disebabkan banyaknya anak didik mereka yang masih ikut orang tuanya mengungsi di luar Tarakan. "Banyak juga yang belum hadir, sebagian masih di luar kota sebagian lagi orangnya tuanya masih takut mengantar anaknya, termasuk yang masih kelas 1, masih sedikit," kata guru SD 002 Tarakan itu.
Tidak hanya siswa, guru-guru juga belum sepenuhnya hadir. "Guru masih 2-3 orang yang belum hadir, katanya masih di luar kota," jelas Normas.
Aktivitas di SMP 3 Tarakan pun demikian. Meskipun sudah memulai aktivitas belajar mereka, namun siswa yang hadir belum seluruhnya.
"Masih ada yang mengungsi ke luar kota, ada yang di Bulungan, ada juga yang di KTT," jelas Wakepsek Bidang Kesiswaan SMP 3 Tarakan, Hamzah.
Rincinya, dari 609 siswa mereka terdapat 128 siswa yang tidak hadir, artinya siswa yang sudah hadir mencapai 79 persen atau 481 siswa sedangkan yang lainnya dinyatakan izin. “Hampir semua hadir, tapi ada juga yang masih di Bulungan dan Nunukan, mereka rata-rata merupakan pengungsi yang belum bisa pulang karena tidak ada transportasi yang beroperasi,”jelasnya.
Namun begitu, Hamzah memastikan, dalam waktu 2 hari mendatang, siswa sudah dapat bergabung dengan rekan-rekan mereka yang lain dan kembali aktif belajar. “Semua orang tua menghubungi kita by phone kalau anaknya tidak bisa hadir, jadi alasannya izin. Ya paling tidak 2-3 hari ke depan sudah aktif kembali,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Sudirman mengungkapkan, setelah melakukan pantauan secara langsung dapat dipastikan, aktifitas belajar mengajar memang tengah berlangsung. “Saya tadi pagi dengan sopir saya langsung ke lapangan, saya lihat banyak kendaraan bermotor dan mobil yang diparkir dan dalam keadaan sepi, kalau kondisinya seperti ini (sepi, Red) berarti lagi belajar,” jelasnya kepada Radar Tarakan di ruang kerjanya kemarin (1/10).
Bukti lain, kata Sudirman, kemarin juga langsung disiarkan lomba debat bahasa inggris tingkat SMP yang sempat diundur sehari lantaran belum kondusifnya Kota Tarakan. “Tadi pagi (kemarin, Red) debat bahasa inggris tingkat SLTP besok debat bahasa inggris tingkat SLTA, meskipun yang tingkat SLTP sempat mengalami pengunduran diri,” katanya.
Bagaimana menyampaikan informasi kepada sekolah dan siswa bahwa aktivitas belajar mengajar sudah dimulai Jumat kemarin? “Kemarin hari kamis, saya kumpul seluruh kepala sekolah tingkat TK sampai SLTA di lantai III ini (Disdik) lalu saya informasikan, kemudian guru menyambungkannya kepada anak-anak melalui telepon, SMS maupun pemanggilan secara berantai antar siswa,” katanya.
Diapun berharap, kondusifitas yang sudah terjaga ini semakin baik dan berharap pihak sekolah dapat memanfaatkan jadwal-jadwal yang ada untuk menggantikan waktu-waktu yang terbuang sia-sia saat konflik. “Alhamdulillah sudah damai, saya berharap berkepanjangan dan anak-anak bisa tenang belajar agar menjadi anak bangsa yang benar, dan kepada guru agar memanfaatkan waktu yang ada untuk menggantikan waktu yang terbuang karena konflik kemarin sehingga anak-anak tidak tertinggal pelajaran,” pungkasnya. (***)