2-2-2010
Pelayaran Perdana 26 Februari, Setelah ke Toli-Toli Menyusul Tarakan-Ancam

Pelabuhan Feri Juata Laut Segera Dioperasionalkan
ANTHON JOY Pelabuhan Feri Juata Laut dalam waktu dekat segera dioperasionalkan. Wakil Wali Kota Tarakan Suhardjo Trianto memastikan bahwa pengoperasian pelabuhan feri Juata Laut tidak akan molor lagi. Benarkah?
Sesuai kesepakatan antara Pemkot Tarakan dengan Departemen Perhubungan Laut di Jakarta, pengoperasian pelabuhan feri dijanjikan antara tanggal 20-30 Februari ini.
“Kemarin kami sudah meminta kepada Dephub. Pada intinya mereka sangat merespon dan berharap segera difungsikan,” kata Wawali Suhardjo Trianto.
Dijelaskannya, keterlambatan ini diakibatkan karena ada beberapa permasalahan surat-surat kapal ada yang sempat mati tahunan. “Secara teknis tidak ada masalah. Untuk itu kita minta segera difungsikan dan segera dioperasionalkan khususnya dalam menjalin hubungan dengan Toli-Toli,” ujar Suhardjo yang pada saat bertemu dengan jajaran Dephub, didampingi Bupati Toli-Toli.
“Pada waktu ke dephub, saya bersama Bupati Toli-Toli dan kami sepakati bahwa tanggal 26 Februari pelayaran perdana akan dimulai,” jelasnya.
Mengapa harus 26 Februari? Pasalnya, pada saat kedua kepala daerah ini mengurus ke Dephub, untuk penyelesaian administrasi pelayaran mereka meminta waktu penyelesaian selama 1 bulan. “Masalah pengoperasionalan kapal secara teknis memang ada di departemen yang membidanginya, termausk kelaikan pelayaran kapal,” sebutnya.
Masih dikatakan Suhardjo, meski pemerintah sudah memastikan bahwa kapal penyeberangan yang akan melayani rute Tarakan-Toli-Toli adakan kapal feri Julung-Julung, pemerintah tetap akan membuka pintu jika ada pengelola kapal yang ingin bekerjasama.
“Kita tetap welcome, siapa saja pihak swasta yang berkeinginan masuk untuk mengoperasikan armadanya. Silakan saja,” tuturnya.
Untuk mendukung operasional pelabuhan tersebut, saat ini sudah ditempatkan beberapa personel Dishub di Pelabuhan feri Juata. Para personel ini sudah menjalani pelatihan dan training secara intens untuk mengoperasikan pelabuhan feri.
Saat ini, kapal feri Julung-Julung tersebut sudah berada di Balikpapan dan menunggu keputusan kapan berangkat ke Tarakan. “Itu kapal baru! Secara teknis memang saya tidak tahu, tapi menurut saya kapal itu memenuhi syarat,” kata wawali.
Keberadaan pelabuhan feri ini, sambung Suhardjo, sangat mendukung bidang perekonomian dan transportasi di Tarakan. Apalagi kota ini hanya sebuah pulau, dan akses kemana-mana hanay tergantung dengan pesawat dan kapal laut.
“Dengan dibukanya jalur Tarakan Toli-Toli, disusul Tarakan-Ancam, sangat baik sekali. Tentunya akan terjadi jual beli dengan sarana transportasi yang baik,” sebutnya.(***)