16-5-2011
Lulus Sekolah, Konsen Menari Dulu

BIASANYA, jika lulus bangku SMA, siswa berlomb-lomba untuk masuk perguruan tinggi. Namun tidak demikian halnya bagi Nur Nadia Shafiqa. Gadis kelahiran Nunukan ini justru berencana menghabiskan satu tahun pertamanya pasca lulus sekolah, untuk fokus dibidang tari. Ya, Norin sapaan akrab Nur Nadia Shafiqa yang tergabung dalam Sanggar Tari Bedewa tari binaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Nunukan ini mau mendalami seni tari lebih serius.
“Sekarang lagi nunggu pengumuman hasil UN (ujian nasional). Rencananya mau vakum dulu setahun untuk konsen ke bidang tari. Kalau kuliah, kemungkinan tahun depan baru mulai. Pengin memperdalam kemampuan nari sampai benar-benar sempurna,” ujarnya ramah.
Norin terlahir ditengah keluarga yang memang banyak berkecimpung dalam seni tari. Ia belajar menari dari kakak pertamanya. Eksis nge-dance sejak duduk dibangku SMP, penyuka warna putih ini kemudian bergabung dengan Sanggar Bedewa, pertengahan 2009 lalu. “Pertama kali gabung di sanggar Bedewa, sempat sih kesulitan menyesuaikan diri. Karena aku awalnya dari penari kreasi (dancer). Tapi karena niatnya ingin belajar dan ngotot tahu, akhirnya semuanya bisa dilewati,” ucapanya seraya tersenyum.
Ditanya soal hoby, alumnus SMA N I Nunukan ini tegas mengatakan, hoby, kesukaan, aktivitas, semua dicurahkan untuk bidang tari tradisional. Menurut dia, eksis menari, memberinya peluang mendapatkan berbagai pengalaman. Memiliki banyak teman dan yang mengesankan, bisa menginjakkan kaki di ibukota, Jakarta.
Lantas apa yang dicita-citakan gadis yang menguasai tari jepen ini? Sejatinya kata Norin, ia memiliki impian menjadi seorang penari profesional. Namun kedua orangtuanya justru menganjurkan Norin menjadi seorang guru. “Demi orang tua, ya aku nurut aja. Kemungkinan tahun depan ambil jurusan PGSD. Terserah ngajar bidang studi apa aja. Yang penting bisa jadi guru. Aku nggak mau yang neko-neko. Cukup bisa berbakti sama orangtua. Itu yang terpenting,” imbuh lajang yang ingin kuliah di Tarakan ini.
Norin juga punya keinginan besar mendirikan sanggar tari di Nunukan. Katanya lagi, tarian khas Tidung atau Dayak yang kerap dibawakannya, memberi kepuasaan tersendiri ketika tarian tersebut bisa dikenal daerah luar. (dra)