3-2-2010
Melihat Makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari

Tokoh Agama Islam yang Lebih Terkenal di Kota Seribu Sungai
RAHMAT EFENDY -Dua hari lalu, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Selatan Rosehan Noor Bahri berkesempatan ziarah ke makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari yang berada di Kecamatan Tanjung Redeb. Kenapa dan siapa Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari sehingga Wagub Kalsel jauh-jauh datang berziarah?
Makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari tidak begitu sulit untuk dicari, karena berada di ibukota Kabupaten Berau, yakni di Kecamatan Tanjung Redeb. Memang tempatnya agak tersembunyi karena berada di dalam gang.
Kendati mudah ditemukan, makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari tidak begitu populer bagi kebanyakan warga Berau, mereka yang berziarah ke makam tokoh agama Islam asal Banjarmasin itu lebih banyak dari pihak keluarga dan keturunan muridnya atau warga Banjarmasin yang bermukim di Berau.
Nah, untuk mengenalkan sosok almarhum Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari, pemerintah daerah rencananya akan memugar bangunan makam, dan jalanan menuju makam yang saat ini masih berupa tanah akan disemenisasi.
“Karena keberadaan makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari ini bisa dijadikan wisata religi,” kata Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai usai berziarah di makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari kemarin.
Untuk diketahui, Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari adalah salah seorang ulama yang menyiarkan agama islam di Berau. Almarhum menurut Kaprawi, cucu dari Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari, pertama kali menginjakkan kakinya di Bumi Batiwakkal sekitar tahun 1880-an.
Sejak tahun 1880-an tersebut almarhum aktif menyebarkan agama Islam. “Murid almarhum pun banyak di Berau ini. Kebanyakan orang-orang dari Gunung Tabur,” kata Kaprawi.
Saking senangnya warga Berau dengan almarhum Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari, warga pun meminta almarhum Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari untuk menikah dengan orang Berau. Di Berau almarhum Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari memperistri orang Sambaliung dan Tanjung Redeb.
“Makanya almarhum bisa lama tinggal di Berau. Karena almarhum diminta untuk menikah dengan orang Berau dan terus memberikan ajaran agama sampai wafat sekitar tahun 1943,” ungkap Kaprawi.
Lantas kenapa pejabat “Kota Seribu Sungai” banyak yang dating berziarah ke makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari? Menurut Kaprawi, Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari merupakan keturunan ulama terkenal di Banjarmasin. Yakni Syech Muhammad Arsyad Al Bandjari.
“Almarhum itu keturunan atau zuriat Syech Muhammad Arsyad Al Bandjari keempat. Syech Muhammad Arsyad Al Bandjari yang biasa disebut Datu Kelampayan itu seperti wali lah,” jelas Kaprawi.
Karena itulah, Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari lebih terkenal di Banjarmasin. Sehingga yang berziarah ke makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari pun lebih banyak pejabat dari kota berjuluk “Kota Seribu Sungai”.
“Yang pernah berziarah ke sini (makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari, Red) seperti wakil bupati Martapura dan wakil gubernur Kalsel. Rencananya gubernur Kalsel juga mau berziarah ke makam Syech HM Alidjunaidi Al Bandjari,” kata Kaprawi.(***)