|
Newsflash :
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Ekonomi Nunukan Malinau Berau Kaltim Kriminal Bulungan Nasional Internasional Hiburan Olah Raga Politik Metro-Interaktif Kaltara Kolom
|
Serba-serbi
4-2-2010
Sekolah di SIN karena Tertarik Budaya Indonesia![]() Oleh: Arbayah Kumalawati Mantan Direktur SMAN 1 Tarakan Kini Bertugas Den Haag SIN di Wassenar ( SIN – Sekolah Indonesia Netherlands) yang terletak tidak begitu jauh dari KBRI Den Haag merupakan integrated school yang melaksanakan pendidikan dari tingkat SD sampai dengan SMA. JUMLAH siswa dan guru di SIN hanyalah 10 persen dari jumlah siswa dan guru di SMA Negeri 1 Tarakan. Di antara siswa yang ada di SIN ini terdapat siswa berkewarganegaan Malaysia yang orang tuanya tinggal di Belanda dan juga siswa berkewarganegaraan Belanda. Mereka bersekolah di sini karena tertarik akan budaya Indonesia. Sebagian besar siswa di sekolah ini adalah anak para diplomat dan staf KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) tidak hanya di Belanda tetapi juga negara lain di Eropa, satu di antaranya yang berkesempatan berkomunikasi dengan kami dalam perjalanan menuju sekolah pada hari pertama adalah putra Atase Pendidikan di KBRI Paris. Sekolah ini juga memiliki asrama yang memfasilitasi siswa yang berasal dari luar Netherlands, dan untuk konsumsi siswa di asrama tersebut didanai oleh KBRI. Pada hari pertama melaksanakan tugas, setelah kegiatan upacara kami ditugasi untuk membagikan sertifikat kepada peserta THIMUN (The Hague International Model United Nation). THIMUN adalah simulasi siding PBB yang dilaksanakan setiap tahun di Den Haag. Kegiatan ini adalah kegiatan tingkat internasional yang tidak hanya diikuti oleh perwakilan dari negara-negara di Eropa. Siswa dari SIN adalah satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang mengikuti kegiatan ini setiap tahun. Siswa di Tarakan banyak yang berpotensi dalam komunikasi maupun debat bahasa Inggris. Peluang ini tentunya apabila diupayakan oleh sekolah dan di back-up oleh pemerintah kota akan membuka kesempatan dan wawasan bagi siswa berpotensi di Tarakan. Pada hari kedua melaksanakan tugas, setelah mengikuti morning speech yang dilaksanakan oleh siswa setiap hari sebelum memulai pelajaran dibawah bimbingan guru Bahasa Inggris untuk siklus Bahasa Inggris dan guru Bahasa Belanda untuk siklus Bahasa belanda, kami menerima telepon untuk wawancara dari Radio Netherlands untuk siaran pagi itu. Di antara point wawancara tersebut, mereka begitu appresiatif terhadap Tarakan. Pada sore hari, kami beserta keluarga mengikuti courtesy call di KBRI, karena Bapak Dubes sedang berada di Jakarta, maka kami diterima oleh Wakepri (Wakil Dubes). Setelah beliau memberikan beberapa arahan tentang apa yang harus dikembangkan, kami menyerahkan seperangkat buku tentang Tarakan yang diantaranya kami peroleh dari Humas Pemkot Tarakan dan setelan pakaian adat Dayak. Baliau sangat bahagia menerimanya dan langsung memakai topi Dayak serta membaca beberapa bagian tentang profil Tarakan 2009. Beliau sangat apresiatif terhadap perkembangan kota Tarakan. Setelah lapor diri ke Wakepri, kami beserta keluarga diperkenalkan kepada seluruh staff KBRI. Diantara yang diperkenalkan adalah koordinator Pensosbud, Bapak Firdaus. Di antara topik pembicaraan yang berlangsung adalah tentang Pasar Malam Indonesia yang akan berlangsung pada 1 hingga 5 April 2010. Peserta kegiatan ini dari berbagai daerah di Indonesia, dan ketika kami menanyakan apakah masih ada kesempatan apabila Tarakan ingin ikut serta beliau mengatakan bahwa sebenarnya beliau ingin mengangkat daerah dari Kalimantan dan beliau akan senang sekali apabila Tarakan bisa ikut serta. Yang dapat ditampilkan dalam kegiatan ini adalah berbagai potensi daerah seperti industri, pariwisata dan potensi daerah lainnya. Untuk industri beliau menyarankan bukan industri besar tetapi dari UKM karena kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membantu produk UKM memcapai pasar dunia. Dikatakan juga bahwa undangan sudah dikirim ke masing-masing provinsi dan apabila Tarakan menghendaki undangan tersebut akan di-fax khusus, karena masih ada waktu beberapa hari untuk pendaftaran. Dari pembicaraan tersebut terlihat betapa besarnya keinginan beliau untuk mengangkat Tarakan. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi Tarakan. Kami yang sedang melaksanakan tugas di sini akan selalu siap untuk mengkomunikasikannya lebih lanjut.(***) |
Buku Tamu
Serba-serbi
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||