6-6-2011
Meneruskan Obsesi Orangtua

Sabina Azmi Baqra
KEINGINAN orangtua terkadang bertolak belakang dengan keinginan sang anak. Namun tidak demikian halnya dengan Sabina Azmi Baqra. Demi menuruti apa kata orang tua, ia rela mengurungkan niatnya menjadi model professional. Ia harus mewujudkan obsesi sang ibu di dunia perbankan. “Ibu maunya aku berkarier di dunia perbankan. Karena dulunya ibu nggak sempat mewujudkan itu. Memang sulit menerima sesuatu yang tidak sesuai keinginan. Tapi demi memenuhi keinginan orangtua, aku siap. Dan aku yakin banget bisa mewujudkan itu,” ujar siswi kelas I Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Nunukan ini.
Langkah awal ditempuh Bina sapaan akrab Sabina adalah mengambil jurusan Bisnis Manajemen (BM) Akuntansi. Meski mengaku sempat kesulitan beradaptasi, lama kelamaan ia mulai menikmati dan bahkan tertarik menseriusi bidang manajemen.
Target pun telah dipasang dara kelahiran Nunukan ini sejak jauh hari. Seusai menuntaskan sekolah, Bina berencana melanjutkan kuliah di Kota Kembang, Bandung. Jurusan yang diambil tentu saja bidang perbankan guna memuluskan langkahnya meraih profesi yang dicita-citakan. “Persiapannya udah dari sekarang. Termasuk tempat tinggal ketika kuliah nanti, juga sudah disiapkan orangtua. Semoga bisa berjalan mulus,” harapnya.
Ia menambahkan, ditengah menuntut ilmu, dia tetap eksis menekuni hoby modelnya. Setiap ada kesempatan even maupun undangan mengisi acara, tak satupun yang ia lewatkan. Berpose diatas catwalk memang kegemaran Bina sejak duduk dibangku sekolah menengah pertama.
Pernah bergabung dalam sebuah agency model lokal, pernah pula mengecap posisi 3 besar dalam beberapa kontes model lokal. “Urusan hoby, orangtua tidak pernah melarang. Malah sangat mendukung. Selama kegiatan yang aku ikutin itu positif, orangtua tidak pernah membatasi. Ada kepuasan tersendiri jika bisa memperagakan busana-busana trendy di depan orang banyak,” aku finalis model top utara Kaltim 2007 ini seraya tersenyum.
Bina merupakan tipe cewek periang. Iapun tak sungkan berbagi cerita tentang kesehariannya kala mengunjungi kantor Radar Tarakan Biro Nunukan, Kamis (2/6). Penyuka warna pink ini juga memiliki ‘penyakit’ yang sama dengan kebanyakan remaja pada umumnya. “Suka shopping dan travelling. Itu sih kalau lagi ada duit lebih. Hahaha…. Tapi kalau lagi seret, mau nggak mau dikontrol juga belanjanya. Yah pinter-pinter ngatur uang jajan deh. Kalau ada yang mau dibeli, biasanya nabung juga,” curhatnya seraya tertawa.
Urusan asmara, kolektor aneka jaket ini punya pendapat khusus. Meski orangtua tidak begitu membatasi dirinya untuk urusan pacaran, ia memilih untuk cari aman saja. “Nggak dibatasi sih. Asal pinter-pinter jaga diri, jaga nama baik keluarga dan yang terpenting inget waktu kalau lagi jalan. Aku bukan tipe cewek yang suka menggampangkan sesuatu. Sebelum melakukan sesuatu, terlebih dulu memikirkan kemungkinan terburuknya,” pungkas Bina. (dra)